PERANG

Trump Sebut AS seperti Bajak Laut

Soal perampasan kapal-kapal Iran, Trump menyebut militer AS seperti bajak laut. Semua tindakan itu ada perintah Trump.

03 Mei 2026 10:30 WIB · Internasional

US Marine Corps

Oleh Kris Mada

WASHINGTON DC, MINGGU — Amerika Serikat dan Iran bersiap memulai putaran baru perang. Di sisi lain, upaya diplomasi diteruskan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan, serangan baru ke Iran bisa saja dilanjutkan. ”Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, sekarang kita akan lihat. Walakin, itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026) sore, di Florida, AS, atau Minggu pagi WIB.

Di Teheran, militer Iran bersiap pada peluang AS-Iran kembali baku serang. ”Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,” kata Wakil Komandan Pusat Kendali Operasi Garda Revolusi Iran Mohammad Jafar Asadi.

Ia menyampaikan itu setelah Trump mengaku tak puas dengan proposal yang dikirim Iran melalui Pakistan. Di sisi lain, Trump juga membenarkan akan memeriksa 14 poin usulan perdamaian dari Iran. Proposal itu jawaban atas sembilan poin usulan perdamaian dari AS ke Iran.

Quote

Kami mengambil alih kapal, kami mengambil alih kargo, kami mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan.

Jumlah poin dalam usulan kedua negara berkurang masing-masing satu. Pengurangan terjadi selepas kegagalan putaran dua perundingan AS-Iran di Pakistan. Pekan lalu, AS tak mengirim delegasi, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba lalu meninggalkan Pakistan.

U.S. Marines fire rifles during a deck shoot aboard the forward-deployed amphibious assault ship USS Tripoli (LHA 7), in the U.S. Central Command area of responsibility during Operation Epic Fury, April 2, 2026. (U.S. Marine Corps photo)

Media di Iran, Tasnim, menyebut AS meminta jeda tempur tiga bulan untuk merundingkan semua itu. Sebaliknya, Iran mau semuanya beres dalam 30 hari.

Usulan Iran antara lain mencakup jaminan Iran tak akan lagi diserang AS dan sekutunya. AS juga didesak menarik pasukan dari sekitar Iran dan menghentikan blokade laut.

Iran sekali lagi meminta pencabutan sanksi serta pencairan semua asetnya yang dibekukan AS dan sekutunya. Tidak kalah penting, Iran mendesak semua perang di kawasan dihentikan, termasuk di Lebanon.

Bajak laut

Soal blokade, dalam kesempatan terpisah, Trump membanggakan tindakan militer AS. ”Kami mengambil alih kapal, kami mengambil alih kargo, kami mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump pada Jumat malam soal perampasan kapal-kapal Iran.

”Kami seperti bajak laut, tetapi kami tidak sedang bermain-main,” tambahnya. Pernyataan itu antara lain dikutip The Guardian dan Time.

Perampasan kapal Iran tetap dilakukan di tengah gencatan senjata. Sedianya, gencatan senjata sejak 7 April 2026 memberi peluang perundingan atas proposal AS-Iran.

Awalnya dua pekan, lalu Trump menyatakan gencatan senjata berlanjut sampai waktu yang akan ditentukan kemudian. Pada 1 Mei 2026, hari seharusnya Kongres AS menentukan sikap resmi atas serangan AS ke Iran, Trump menyatakan bahwa pada dasarnya serangan ke Iran sudah dihentikan.

An F-35B Lighting II, attached to Marine Fighter Attack Squadron (VMFA) 121, prepares to take off from the flight deck of America-class amphibious assault ship USS Tripoli (LHA 7), April 17, 2026. Tripoli is deployed to the 5th Fleet area of operations to support maritime security and stability in the Middle East. (U.S. Navy photo)

Meski demikian, AS mempertahankan ribuan tentara, ratusan pesawat militer, dan belasan kapal perang di sekitar Iran. Ada dua kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush, di Laut Arab.

Selain itu, ada kapal serbu amfibi USS Tripoli. Semua kapal itu mengangkut ribuan tentara dan ratusan jet tempur, helikopter, dan aneka pesawat lain.

Fungsi utama mereka kini mencegat kapal dari dan ke Iran. AS menyebut, hal itu sebagai balasan atas blokade Iran terhadap kapal dari dan ke pelabuhan di sekitar Teluk Persia.

Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengatakan, isu penutupan Selat Hormuz perlu diselesaikan lebih dulu sebelum membahas soal nuklir Iran. ”Mengelola Selat Hormuz lebih penting dibandingkan mengupayakan senjata nuklir,” katanya.

Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York menegaskan, Iran tak akan melepaskan hak memperkaya uranium. Isu itu menjadi ganjalan utama perundingan AS-Iran.

AS bersama Israel sejak lama menolak hak Iran atas pengayaan uranium. Sementara Iran berkeras, hak itu tak dilarang. Apalagi, selama ini Iran menggunakan pengayaan uranium untuk berbagai keperluan sipil.

Di era mendiang Ayatollah Ali Khamenei, ada larangan Iran membuat senjata nuklir. Iran juga setuju program nuklirnya diawasi lembaga internasional. Walakin, semua itu tak cukup bagi AS-Israel.

Pada Juni 2025 dan sejak 28 Februari 2026, AS-Israel kembali menyerang Iran. Serangan dilancarkan di tengah perundingan AS-Iran soal nuklir dan aneka hal lain.

Israel juga meluaskan serangan ke Lebanon. Gencatan senjata pada November 2024, lalu April 2026, sama sekali tak menghalangi ribuan tentara dan aneka persenjataan Israel menyerbu Lebanon.

Sejak 2 Maret 2026, Israel menduduki wilayah Lebanon di antara Sungai Litani ke perbatasan Israel-Lebanon. Kecaman berbagai pihak tak menghentikan penghancuran Israel yang menjangkau sampai Beirut, ibu kota Lebanon.

Kecaman antara lain karena Israel menghancurkan berbagai tempat ibadah dan fasilitas keagamaan di Lebanon. Israel juga menyerang jurnalis dan pekerja medis. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji