Trump Yakini Perang Rusia-Ukraina Akan Berakhir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin sudah 90 persen usulan damai, termasuk persoalan wilayah Donbas, diterima Ukraina.

29 Des 2025 14:31 WIB · Internasional

AFP/Jim WATSON

Oleh Iwan Santosa

WASHINGTON DC, MINGGU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keyakinannya, perang Rusia-Ukraina bakal segera berakhir. Menurut dia, 90 persen proposal damai diterima positif. Salah satu isu utama, yaitu pengakuan wilayah yang dikuasai Rusia, yang terus menjadi ganjalan, telah dibahas mendalam pada pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Trump menerima Zelenskyy di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12/2025). Mereka menggelar pembicaraan selama lebih kurang dua jam.

Trump mengakui, ada hal-hal sulit yang dibahas, di antaranya masa depan wilayah Donbas, di Ukraina timur. Saat ini, sebagian besar wilayah itu telah diduduki oleh tentara Rusia. Selain isu ”panas” itu, mereka juga membahas intensif 20 butir rencana damai Rusia-Ukraina.

Dalam usulan damai, Putin disebutkan menuntut Ukraina menyerahkan wilayah di utara Donetsk yang belum berhasil direbut Rusia. Rusia menguasai seluruh wilayah Luhansk dan 75 persen wilayah Donetsk. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai Donbas.

Terhadap usulan tersebut, Zelenskyy mengajukan zona demiliterisasi (DMZ) dengan tiap-tiap pihak menarik mundur pasukan hingga batas yang ditentukan.

Presiden AS Donald Trump (kanan) berbicara bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam jumpa pers gabungan di rumah mewah Trump di Mar-A-Lago di Florida, California, Amerika Serikat, Minggu (28/12/2025). Trump mendesak agar usulan damai versi Amerika Serikat diterima Ukraina untuk mengakhir perang Rusia-Ukraina yang berlangsung hampir empat tahun.

Agar usulan tersebut disetujui, Ukraina harus menggelar referendum dengan syarat Rusia harus menjalankan gencatan senjata selama 60-90 hari. Naskah perdamaian asli untuk perdamaian Rusia-Ukraina dibuat dengan 28 butir usulan telah diajukan AS pada November 2025 seusai bertemu Rusia yang menuntut Ukraina menyerah tanpa syarat (kapitulasi).

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menawarkan diri untuk terbang ke Kyiv untuk bertemu dengan Parlemen Ukraina. ”Jika saya hadir, itu bisa mendorong perdamaian dan menghentikan korban sia-sia 25.000 jiwa tiap bulan akibat perang,” kata Trump.

Zelenskyy menanggapi tawaran itu dengan mengatakan, Trump selalu diterima dengan tangan terbuka di Ukraina. Selain tawaran tersebut, dalam pembicaraan itu, Trump menyatakan prihatin atas keengganan Rusia melakukan gencatan senjata.

”Kita juga harus bisa memahami pihak lain tersebut,” kata Trump.

Pertemuan Trump-Zelenskyy dilangsungkan setelah Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam akun TruthSocial, Trump menulis, pembicaraan selama 75 menit antara dirinya dan Putin berlangsung baik dan sangat produktif.

”Kedua pemimpin ingin perang berakhir. Saya pikir kita bisa bergerak cepat menyelesaikan ini. Jika tidak, perang akan semakin berkepanjangan,” kata Trump merujuk pembicaraannya dengan Zelenskyy dan Putin yang digelar terpisah itu.

Namun, masih ada ganjalan serius, seperti jaminan keamanan di masa depan agar Rusia tidak lagi menyerang Ukraina. Sejauh ini Trump tidak memberikan komitmen untuk melindungi Ukraina. Akan tetapi, merujuk laporan BBC, Trump mengatakan, soal payung keamanan Ukraina sudah dicapai 95 persen kesepakatan.

Secara terpisah, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memuji kemajuan pembicaraan di Florida. Von der Leyen kembali mengingatkan pentingnya menyediakan perlindungan lapis baja bagi Ukraina sejak hari pertama perdamaian.

In this handout photograph taken and released by the Ukrainian Emergency Service on September 16, 2025, Ukrainian rescuers work to extinguish a fire at the site of a drone attack at an undisclosed location in the Fastiv district of the Kyiv region, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Handout / UKRAINIAN EMERGENCY SERVICE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / UKRAINIAN EMERGENCY SERVICE" -  HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - AFP CANNOT INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY OR LOCATION, DATE, AND CONTENT OF THESE IMAGES. /

Dalam pertemuan di Florida, Trump-Zelenskyy juga mengadakan komunikasi daring dengan pemimpin Eropa.

Dalam pertemuan di Florida itu, Zelenskyy didampingi oleh Menteri Pertahanan dan Ketua Dewan Keamanan Nasional Rustam Umerov, Wakil Menlu Sergiy Kyslytsya, dan Duta Besar baru Ukraina untuk Amerika Serikat Olha Sefanishyna. Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, ikut mendampingi Trump bersama Menlu Marco Rubio, Menhan Pete Hegseth, Kepala Staf Kepresidenan Susie Wiles, serta Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan.

Zelenskyy menyebut pertemuan dengan AS dalam kapasitas bilateral membahas sejumlah hal terkait hubungan dua negara, termasuk jaminan keamanan AS dan Eropa bagi Ukraina, perkembangan situasi perang, serta tahapan dalam pelaksanaan kesepakatan.

Situasi palagan

Pada Minggu, militer Rusia mengklaim menguasai lima desa di selatan dan timur Ukraina di Myrnohrad di dekat kota Pokrovsk dan Huliapople di Zaporizhzhia. Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pertahanna Rusia sebelum pertemuan Trump-Zelenskiy untuk membuktikan kekuatan Rusia.

Namun, meski militer Rusia secara umum terus merangsek ke wilayah Ukraina, di beberapa sektor, Ukraina ganti memukul posisi Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina merebut kembali kota Kupianksi di wilayah Kharkhiv yang merupakan pusat industri.

Ukraina juga mengklaim berhasil menghantam kilang minyak Rusia di Samara dalam serangan drone semalam. Selain itu, Ukraina mengumumkan tiga warga terluka akibat serangan rudal Rusia ke wilayah Kharkhiv.

Pendiri Yayasan Amal untuk Ukraina, Yuriy Boychenko, pesimistis perang segera berakhir. ”Kelemahan dari perundingan yang diadakan saat ini adalah tidak hadirnya pihak agresor (Rusia) dalam meja perundingan secara langsung,” kata Boychenko.

”Perdamaian tidak akan dicapai dengan salah satu pihak setuju pada usulan pihak ketiga. Diperlukan kehadiran yang berperang, yakni Vladimir Putin, untuk gencatan senjata dan menarik mundur pasukan,” kata Boyhenko. (Reuters/AFP)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati