Uji Kelayakan ”Scudetto” di Derbi Milan

Derbi Milan musim ini akan terasa lebih panas dibandingkan dengan beberapa musim terakhir. Tidak hanya gengsi, duo Milan bersaing untuk posisi puncak klasemen.

22 Nov 2025 17:07 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SABTU — Duel dua tim asal kota Milan, yakni Inter Milan dan AC Milan, akan tersaji di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (24/5/2025) pukul 02.45 WIB. Pemenang dari salah satu derbi terpanas di Eropa itu akan menegaskan kelayakan salah satu tim di kota mode itu untuk mengungguli persaingan di papan atas Liga Italia 2025-2026.

Menjelang derbi kota Milan yang juga disebut Derby della Madonnina edisi ke-245, Inter dan Milan menghuni posisi tiga teratas Liga Italia. Inter berada di puncak klasemen dengan 24 poin, sedangkan Milan membuntuti di posisi ketiga berkat torehan 22 poin. Di antara duo Milan itu terdapat AS Roma yang memiliki poin setara dengan Inter.

Situasi itu membuat hasil derbi Milan akan memengaruhi klasemen di pekan ke-12 Liga Italia. Jika Inter menang, mereka akan bertahan menguasai capolista. Adapun dengan raihan tiga poin, Milan akan berbalik unggul atas Inter dalam persaingan di papan atas.

Namun, untuk meraih kemenangan di derbi Milan, bukan perkara mudah untuk kedua tim. Selain persaingan dengan tensi panas dan sengit, pelatih kedua tim harus memeras otak untuk memutuskan taktik tepat di tengah kondisi pemain yang belum fit.

Quote

Milan sangat kuat dalam transisi bersama Rafael Leao dan Christian Pulisic. Penyesuaian harus dilakukan Chivu. Acerbi memiliki pengalaman dan pembacaan permainan baik, sedangkan Bisseck unggul dalam kecepatan.

Inter, sang pemuncak klasemen, akan menyambut duel kota Milan pertama di musim ini, dengan cedera yang dialami oleh dua pemain andalan, yakni Henrikh Mkhitaryan dan Matteo Darmian. Bek sayap kanan, Denzel Dumfries, juga masih diragukan bisa tampil.

Reaksi Pelatih Inter Milan Cristian Chivu saat pertandingan Liga Italia antara Inter Milan dan Lazio di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, MInggu (9/11/2025). Inter Milan dan AC Milan akan berhadapan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (24/5/2025) dini hari WIB.

Demi mengisi pos gelandang yang ditinggalkan Mkhitaryan, Pelatih Inter Cristian Chivu memiliki dua opsi. Chivu bisa memilih antara Petar Sucic atau Piotr Zielinski. Sucic, yang berusia 22 tahun, lebih disukai Chivu karena sudah bermain 10 kali di kompetisi domestik musim 2025-2026.

Adapun kehilangan Darmian memperkuat peluang trio bek tengah yang diisi Francesco Acerbi, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni, akan kembali diturunkan sejak sepak mula serupa dengan laga terakhir kontra Lazio. Akanji dan Bastoni tidak tergantikan dalam kondisi fit. Alhasil, satu-satunya kans rotasi dilakukan Chivu adalah mengganti Acerbi dengan Yann Bisseck.

Mantan bek dan kapten ”I Nerazzurri”, yakni Beppe Bergomi, menilai, pilihan Acerbi atau Bisseck akan amat krusial bagi Inter untuk menetralisir serangan AC Milan. Apalagi, Milan akan bermain dengan gaya serangan balik cepat untuk mengantisipasi pola garis tinggi pertahanan Inter.

”Milan sangat kuat dalam transisi bersama Rafael Leao dan Christian Pulisic. Penyesuaian harus dilakukan Chivu. Acerbi memiliki pengalaman dan pembacaan permainan baik, sedangkan Bisseck unggul dalam kecepatan,” kata Bergomi, dilansir Sempre Inter.

Chivu juga berpeluang untuk menurunkan Carlos Augusto di posisi bek sayap kanan. Peran Augusto akan penting untuk mengimbangi sentra serangan Inter yang kerap lebih dominan di sisi kiri yang ditempati Federico Dimarco.

Juru taktik asal Romania, Chivu, tidak khawatir dengan kondisi skuadnya menjelang menghadapi Milan. Menurut dia, setiap pemain yang tersedia akan memberikan performa terbaik untuk meraih hasil maksimal.

Inter Milan's Petar Sucic, right, is challenged by Lazio's Mario Gila during a Serie A soccer match between Inter Milan and Lazio, in Milan, Italy, Sunday, Nov. 9, 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

”Kekuatan dari tim ini adalah mengesampingkan ego serta memahami Milan dan kontribusi setiap orang. Kami berusaha untuk menyajikan permainan yang membaik dibandingkan laga-laga sebelumnya, seperti situasi dalam menekan, mempertahankan bola, dan jarak antarpemain,” ujar Chivu, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Mantan bek dan kapten Inter, Beppe Bergomi, menilai, pilihan Chivu di pos bek tengah, terutama Acerbi atau Bisseck, akan amat krusial bagi Inter untuk menetralisir serangan AC Milan. Apalagi, Milan akan bermain dengan gaya serangan balik cepat untuk mengantisipasi pola garis tinggi pertahanan Inter.

”Milan sangat kuat dalam transisi menyerang. Penyesuaian harus dilakukan Chivu. Acerbi memiliki pengalaman dan pembacaan permainan baik, sedangkan Bisseck unggul dalam kecepatan,” kata Bergomi, dilansir Sempre Inter.

Tanpa ”nomor sembilan”

Di sisi lain, Pelatih Milan Massimiliano Allegri akan menyambut derbi Milan pertamanya sejak 2013 tanpa memiliki stok penyerang tengah murni. Santiago Gimenez, striker asal Meksiko, masih dibekap cedera.

Kondisi itu membuat Allegri sangat berpeluang menduetkan dua pemain ofensif yang normalnya bergerak dari sisi sayap, yaitu Rafael Leao dan Christian Pulisic, untuk berduet di lini serang. Kehadiran Pulisic menambah kekuatan menyerang ”I Rossoneri” setelah pulih dari cedera dan bisa bermain sejak awal laga.

Selain Pulisic, Allegri juga bisa memainkan lagi salah satu pemain kesayangannya, yani Adrien Rabiot, yang sempat absen dalam satu bulan terakhir.

Ekspresi penyerang AC Milan, Rafael Leao, dalam pertandingan Liga Italia antara Parma dan AC Milan di Stadion Ennio Tardini, Parma, Italia, Sabtu (8/11/2025).

Tidak hanya memperkuat lini tengah bersama Luka Modric, Rabiot juga bisa berperan menjadi alternatif untuk menyelesaikan peluang dari lini kedua Milan. Tentu, Rabiot bakal mengenang derbi Milan perdananya jika bisa menyumbang gol pertama untuk I Rossoneri.

Rabiot pun mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi derbi Milan. Tidak dipanggil untuk memperkuat timnas Perancis, ia berlatih di Milan dalam dua pekan terakhir. Ajakan jalan-jalan dari sahabat yang bakal menjadi rival di derbi Milan, penyerang Inter, yakni Marcus Thuram, ditolak oleh Rabiot.

”Dia (Thuram) mengirimi saya pesan apakah saya ada hari bebas sepekan ini. Saya katakan kepada dia, ’Tidak.’ Sebab saya tidak memiliki hari libur untuk berlatih,” tutur Rabiot kepada DAZN.

Leao pun menyebut kondisi Milan saat ini lebih baik dibandingkan pada musim lalu. Kedatangan Allegri dan Modric meningkatkan performa tim di lapangan, juga hubungan antarpemain dan staf di ruang ganti.

Ditambah lagi, Milan belum terkalahkan dari Inter dalam lima duel terakhir sejak musim 2024-2025. I Rossoneri unggul tiga kali, lalu dua gim berakhir remis.

’Semua pemain siap untuk menjalani laga penting, pekan ini. Kami ingin menunjukkan kualitas yang seharusnya bisa kami tampilkan,” tutur Leao kepada CBS.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto