Tumbal De Bruyne dan Pertandingan ”Tinju” Tertunda Conte-Martinez

Romantisisme di dalam sepak bola bisa runtuh dalam satu laga. Itu dialami Antonio Conte bersama Inter Milan seusai membantu Napoli menggenggam ”capolista”.

26 Okt 2025 14:36 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Banyak drama tercipta di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Minggu (26/10/2025) WIB, ketika menjadi saksi bisu pertarungan dua kandidat terkuat scudetto Liga Italia musim ini, Napoli versus Inter Milan. Napoli memenangi laga 3-1 untuk kembali ke puncak klasemen, tetapi Kevin de Bruyne menjadi tumbal yang memperpanjang badai cedera ”Si Keledai Kecil”.

Di sisi lain, Pelatih Napoli Antonio Conte terbukti meninggalkan rezimnya di Inter dengan kesan buruk. Kesan itu setidaknya dimiliki oleh skipper Inter, Lautaro Martinez.

Keputusan Conte menunjuk De Bruyne sebagai eksekutor utama penalti Napoli pada gim pekan kedelapan Liga Italia harus dibayar mahal. Gelandang terbaik dalam sejarah Belgia itu mampu menaklukkan kiper Inter, Yann Sommer, dari tendangan titik putih pada menit ke-33.

Namun, naas bagi De Bruyne. Belum sempat tersenyum dan merayakan gol itu, rasa sakit justru menjalar ke seluruh tubuhnya dari hamstring di sisi paha belakang kaki kanannya.

Empat menit setelah puluhan ribu ”Neapolitan”, sebutan untuk warga Napoli, bersorak, De Bruyne harus dibopong dua tim medis Napoli untuk keluar lapangan. Ia digantikan Mathias Olivera.

Setelah turun minum, De Bruyne kembali muncul di bangku cadangan Si Keledai Kecil. Ia perlu bantuan tongkat untuk berjalan dan perban melilit di paha kanannya.

Italy Soccer Serie A

Lokasi rasa sakit itu berasal dari sisi hamstring yang membuat De Bruyne menepi selama empat bulan pada musim pamungkasnya membela Manchester City, tahun lalu. Setidaknya masalah hamstring yang dialami De Bruyne adalah kali keempat yang dialami dalam karier profesionalnya. Itu adalah riwayat cedera terpanjang yang dialaminya.

”Mungkin seseorang telah mengutuk kami. Tetapi, kami tetap berjuang,” tutur Conte seusai laga kepada DAZN.

Sulit bagi Conte tidak berprasangka buruk. Sebelum De Bruyne, cedera telah membayangi Napoli pada awal musim ini. Dimulai dari cedera robekan otot paha Romeu Lukaku, kemudian disusul cedera dialami Stanislav Lobotka, Amir Rrahmani, Alex Maret, dan Rasmus Hojlund.

”Untuk memenangi laga melawan tim terbaik di Italia, kami menjalani dengan seluruh kesulitan yang kami alami. Di tengah sejumlah masalah, kami menjalani performa luar biasa,” lanjut Conte.

Jika Napoli menganggap cedera De Bruyne sebagai kutukan, pandangan berbeda dimiliki Inter. Mungkin bagi skuad ”Si Hitam Biru”, De Bruyne kena karma.

Quote

Kemenangan Napoli diawali oleh insiden itu. Penalti itu menentukan untuk memberikan perbedaan ketika pertandingan tengah seimbang.

Gelandang Napoli, Kevin De Bruyne, meninggalkan lapangan dengan dibopong karena cedera setelah mencetak gol dari titik penalti saat pertandingan Liga Italia antara Napoli dan Inter Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Minggu (26/10/2025) WIB.

Pasalnya, Inter sangat murka dengan keputusan wasit Mauricio Mariani memberikan tim tuan rumah penalti. Insiden penalti itu diberikan setelah kapten Napoli, Giovanni Di Lorenzo, terjatuh di antara Henrik Mkhitaryan dan Francesco Acerbi. Mariani perlu waktu nyaris 10 detik untuk membiarkan laga berlangsung setelah Di Lorenzo terjatuh hingga meniup peluit dan menunjuk titik putih.

”Kemenangan Napoli diawali insiden itu. Penalti itu menentukan untuk memberikan perbedaan ketika pertandingan tengah seimbang. Seharusnya itu adalah situasi ideal VAR mengintervensi keputusan wasit yang didasari masukan dari asisten wasit,” ujar Presiden Inter Beppe Marotta seusai laga.

Jelas Inter murka dengan keputusan wasit itu. Pasalnya, ambisi mereka mengudeta capolista alias posisi puncak klasemen dari rival sekota, AC Milan, kandas pada akhir pekan ini.

Sebelum berduel di Naples, Napoli dan Inter sama-sama mengemas 15 poin. Kini, Napoli memegang kendali peringkat pertama dengan koleksi 18 poin.

”Setelah yang terjadi, (protes) itu tidak akan mengubah keputusan. Itu hanya akan membuang energi,” ujar Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan, yang menolak tenggelam dalam kontroversi. 

Bek Inter Milan, Denzel Dumfries (tengah), berebut bola dengan bek Napoli, Mathias Olivera (kiri) dan Alessandro Buongiorno, dalam pertandingan Liga Italia antara Napoli dan Inter Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Minggu (26/10/2025) WIB.

Riak masa lalu

Nyaris setengah jam setelah De Bruyne mengeksekusi penalti, atmosfer panas laga dua tim juara Italia dalam tiga musim terakhir itu kembali tercipta pada menit ke-61. Martinez dan Conte saling membalas kata-kata penuh amarah.

Martinez meledak akibat frustrasi dalam perjalanan laga, juga disebabkan sikap Conte yang terlalu ”berisik” di sisi lapangan. Tak terima dengan ucapan Martinez, Conte menantang balik mantan anak asuhannya itu dan bersumpah Martinez tidak bisa mencetak gol di laga itu.

Martinez dan Conte perlu ditahan oleh timnya masing-masing agar keduanya tidak adu jotos di lapangan. Kata-kata umpatan dari mulut keduanya berterbangan di udara Stadion Diego Armando Maradona.

Martinez tidak mampu membantu Inter terhindar dari kekalahan. Insiden keributan itu tercipta berselang dua menit Hakan Calhanoglu memperkecil ketertinggalan Si Hitam Biru menjadi 2-1. Selain De Bruyne, Napoli juga mencetak gol melalui Scott McTominay pada menit ke-54. Andre-Frank Zamboanga Anguisa mengunci tiga poin milik Keledai Kecil di menit ke-66.

Pertengkaran Martinez dan Conte itu mengembalikan riak masa lalu yang tercipta di antara keduanya pada akhir musim 2020-2021. Martinez sempat kecewa dengan keputusan Conte menggantinya.

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, berduel dengan bek Napoli, Juan Jesus, dalam pertandingan Liga Italia antara Napoli dan Inter Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Minggu (26/10/2025) WIB.

Demi mengakhiri cekcok, staf dan pemain Inter lain memberikan keduanya sarung tinju ketika masuk ke lapangan latihan pada pekan terakhir musim itu. Sepertinya, pertarungan tinju tidak benar-benar tercipta di Centro Sportivo Angelo Moratti, pusat latihan Inter, pada Mei 2021 silam. Sarung tinju itu hanya gimmick belaka.

Pertarungan tinju itu bahkan nyaris tercipta di Naples. Beruntung pemain dan staf Inter serta Napoli sigap menahan Martinez dan Conte. Sekaligus menghindari keduanya dari sanksi berat seandainya terjadi baku hamtam di tengah laga.

”Lautaro adalah pemain yang sangat bagus. Mungkin saya tidak mengenalnya dengan baik secara personal. Saya mendoakannya yang terbaik, semua baik-baik saja,” kata Conte.

Padahal, Martinez adalah pemain yang paling banyak diberikan jumlah penampilan dalam rezim Conte selama musim 2019-2020 dan 2020-2021 di Inter. Pemain asal Argentina itu tampil dalam 97 laga dengan mencetak 40 gol dan 19 asis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto