KYIV, SELASA — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuat kejutan baru. Untuk pertama kalinya, Zelenskyy mengakui tentara Ukraina beroperasi di Belgorod, Rusia. Pengakuan disampaikan kala gencatan senjata terbatas Rusia-Ukraina sedang diupayakan.
”Panglima Ukraina Jenderal Oleksandr Syrsky telah melaporkan kehadiran pasukan Ukraina di wilayah Kursk dan di wilayah Belgorod,” ungkap Zelenskyy dalam pidato hariannya, Senin (7/4/2025) malam waktu Kyiv atau Selasa dini hari WIB.
Belgorod salah satu dari provinsi Rusia yang berbatasan dengan Ukraina. Belgorod juga bersebelahan dengan Kursk, provinsi Rusia yang lebih dulu diduduki sebagian oleh Ukraina.
Sejak Rusia menyerbu Ukraina pada Februari 2022, Ukraina belum pernah secara resmi mengakui serangan ke Belgorod. Hanya Rusia yang bolak-balik menyebut aneka pesawat nirawak dan roket Ukraina menyasar Belgorod. Serangan ke Belgorod dan berbagai provinsi perbatasan lain disebut bagian dari pertahanan diri Ukraina.
Sejak pertengahan Maret 2025, telah ada isu pasukan Ukraina masuk ke Belgorod. Rusia menyebut ada serangan darat Ukraina ke Belgorod. Serangan dilancarkan kala pasukan Ukraina di Kursk nyaris terkepung dan tidak bisa meloloskan diri.
Lembaga kajian di Amerika Serikat, Institute for the Study of War (ISW), juga menyebut serangan itu. Menurut ISW pada 21 Maret 2025, pasukan Ukraina terus maju di Belgorod, tepatnya di Desa Demidovka dan Prilesye.
Sampai akhir pekan lalu, Ukraina tak bersuara soal serangan ke Belgorod. Lalu, Zelenskyy akhirnya mengakui serangan itu. ”Kami melanjutkan operasi aktif di wilayah perbatasan musuh dan ini sepenuhnya dibenarkan. Perang harus kembali ke tempat asalnya,” kata Zelenskyy.
DeepState, blog isu militer di Ukraina, menulis bahwa pasukan Rusia-Ukraina bertempur di Belgorod. Sejauh ini, tentara Ukraina mengontrol 13 kilometer persegi wilayah Belgorod.
Menurut Zelenskyy, serangan ke Kursk, Belgorod, dan beberapa wilayah lain di Rusia untuk memecah konsentrasi Moskwa. Serangan-serangan itu diharapkan membuat Rusia sibuk di dalam negeri, alih-alih menyerbu Ukraina. ”Tujuan utama kami tetap sama, yaitu melindungi tanah dan masyarakat kami di wilayah Sumy dan Kharkiv dari Rusia,” kata Zelenskyy.
Zelenskyy mencontohkan dampak serangan ke Kursk. Serbuan itu membuat Rusia mengurangi serangan ke Donetsk. Pasukan Rusia menjauhi garis depan di Donetsk.
Serangan ke Belgorod diduga tak sebesar serangan ke Kursk. Jumlah pasukan dan peralatan diduga lebih sedikit meski cukup signifikan untuk menerobos pertahanan Rusia.
Trump tak senang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan kejengkelan kepada Rusia. Trump tengah mendorong gencatan senjata terbatas antara Rusia dan Ukraina.
Maret lalu, Kyiv-Moskwa setuju menjeda serangan ke fasilitas energi. Akan tetapi, kesepakatan itu belum kunjung diwujudkan. Bahkan, Rusia-Ukraina semakin gencar baku serang.
Trump tak suka itu. Ia tak senang Rusia meningkatkan pengeboman ke Ukraina. ”Saya tidak senang dengan yang terjadi di Ukraina,” kata Trump.
Ia menyebut Rusia mengebom Ukraina secara membabi buta. Pengeboman dilancarkan kala gencatan senjata, menurut Trump, hampir tercapai. ”Jadi, kami bertemu dengan Rusia, kami bertemu dengan Ukraina. Kami sudah hampir mencapai kesepakatan. Namun, saya tidak senang dengan semua pengeboman yang terjadi dalam seminggu terakhir ini,” katanya.
Sejauh ini, Rusia belum setuju pada gencatan senjata atau langkah lebih jauh. Moskwa antara lain berkilah, Ukraina tidak punya pemimpin definitif sebab masa jabatan Zelenskyy sudah habis dan pemilu belum kunjung digelar. Rusia berkilah, pemimpin baru Ukraina bisa saja mengingkari kesepakatan yang diteken Zelenskyy. (AP/REUTERS)
KYIV, SELASA — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuat kejutan baru. Untuk pertama kalinya, Zelenskyy mengakui tentara Ukraina beroperasi di Belgorod, Rusia. Pengakuan disampaikan kala gencatan senjata terbatas Rusia-Ukraina sedang diupayakan.
”Panglima Ukraina Jenderal Oleksandr Syrsky telah melaporkan kehadiran pasukan Ukraina di wilayah Kursk dan di wilayah Belgorod,” ungkap Zelenskyy dalam pidato hariannya, Senin (7/4/2025) malam waktu Kyiv atau Selasa dini hari WIB.
Serial Artikel
Ukraina Menyerang Balik di Kursk
Kursk adalah aset Ukraina untuk bernegosiasi dengan Rusia.
Belgorod salah satu dari provinsi Rusia yang berbatasan dengan Ukraina. Belgorod juga bersebelahan dengan Kursk, provinsi Rusia yang lebih dulu diduduki sebagian oleh Ukraina.
Sejak Rusia menyerbu Ukraina pada Februari 2022, Ukraina belum pernah secara resmi mengakui serangan ke Belgorod. Hanya Rusia yang bolak-balik menyebut aneka pesawat nirawak dan roket Ukraina menyasar Belgorod. Serangan ke Belgorod dan berbagai provinsi perbatasan lain disebut bagian dari pertahanan diri Ukraina.
Sejak pertengahan Maret 2025, telah ada isu pasukan Ukraina masuk ke Belgorod. Rusia menyebut ada serangan darat Ukraina ke Belgorod. Serangan dilancarkan kala pasukan Ukraina di Kursk nyaris terkepung dan tidak bisa meloloskan diri.
Lembaga kajian di Amerika Serikat, Institute for the Study of War (ISW), juga menyebut serangan itu. Menurut ISW pada 21 Maret 2025, pasukan Ukraina terus maju di Belgorod, tepatnya di Desa Demidovka dan Prilesye.
Sampai akhir pekan lalu, Ukraina tak bersuara soal serangan ke Belgorod. Lalu, Zelenskyy akhirnya mengakui serangan itu. ”Kami melanjutkan operasi aktif di wilayah perbatasan musuh dan ini sepenuhnya dibenarkan. Perang harus kembali ke tempat asalnya,” kata Zelenskyy.
DeepState, blog isu militer di Ukraina, menulis bahwa pasukan Rusia-Ukraina bertempur di Belgorod. Sejauh ini, tentara Ukraina mengontrol 13 kilometer persegi wilayah Belgorod.
Serial Artikel
Kyiv Sebatas ”Berpartisipasi” dalam Perundingan AS-Rusia di Arab Saudi
Pejabat AS dan Rusia diagendakan bertemu di Arab Saudi selama beberapa hari mendatang, mulai Senin (17/2/2025).
Menurut Zelenskyy, serangan ke Kursk, Belgorod, dan beberapa wilayah lain di Rusia untuk memecah konsentrasi Moskwa. Serangan-serangan itu diharapkan membuat Rusia sibuk di dalam negeri, alih-alih menyerbu Ukraina. ”Tujuan utama kami tetap sama, yaitu melindungi tanah dan masyarakat kami di wilayah Sumy dan Kharkiv dari Rusia,” kata Zelenskyy.
Zelenskyy mencontohkan dampak serangan ke Kursk. Serbuan itu membuat Rusia mengurangi serangan ke Donetsk. Pasukan Rusia menjauhi garis depan di Donetsk.
Serangan ke Belgorod diduga tak sebesar serangan ke Kursk. Jumlah pasukan dan peralatan diduga lebih sedikit meski cukup signifikan untuk menerobos pertahanan Rusia.
Trump tak senang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan kejengkelan kepada Rusia. Trump tengah mendorong gencatan senjata terbatas antara Rusia dan Ukraina.
Maret lalu, Kyiv-Moskwa setuju menjeda serangan ke fasilitas energi. Akan tetapi, kesepakatan itu belum kunjung diwujudkan. Bahkan, Rusia-Ukraina semakin gencar baku serang.
Trump tak suka itu. Ia tak senang Rusia meningkatkan pengeboman ke Ukraina. ”Saya tidak senang dengan yang terjadi di Ukraina,” kata Trump.
Serial Artikel
Trump Salahkan Zelenskyy atas Perang Ukraina
”Kalian seharusnya tidak memulainya (perang). Kalian seharusnya bisa membuat kesepakatan,” kata Trump.
Ia menyebut Rusia mengebom Ukraina secara membabi buta. Pengeboman dilancarkan kala gencatan senjata, menurut Trump, hampir tercapai. ”Jadi, kami bertemu dengan Rusia, kami bertemu dengan Ukraina. Kami sudah hampir mencapai kesepakatan. Namun, saya tidak senang dengan semua pengeboman yang terjadi dalam seminggu terakhir ini,” katanya.
Sejauh ini, Rusia belum setuju pada gencatan senjata atau langkah lebih jauh. Moskwa antara lain berkilah, Ukraina tidak punya pemimpin definitif sebab masa jabatan Zelenskyy sudah habis dan pemilu belum kunjung digelar. Rusia berkilah, pemimpin baru Ukraina bisa saja mengingkari kesepakatan yang diteken Zelenskyy. (AP/REUTERS)