Dua babak awal turnamen tenis WTA 1000 Doha menjadi laga berat bagi banyak petenis. Lima dari sepuluh unggulan teratas pun tersingkir.
12 Feb 2025 10:58 WIB · Olahraga
DOHA, SELASA — Lawan berat yang tak terhindarkan sejak dua babak awal turnamen WTA 1000 Doha membuat petenis unggulan sepuluh besar menjadi korban. Lima di antara mereka tersingkir pada babak kedua.
Di antara mereka yang hanya bertanding sekali dan langsung kalah di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar adalah petenis nomor satu dunia yang menjadi unggulan teratas, Aryna Sabalenka. Selain itu, ada Cori Gauff (3), Zheng Qin Wen (7), Emma Navarro (8), dan Paula Badosa (9). Kecuali Navarro yang bermain Senin, empat petenis lain tersisih dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (11/2/2025).
Mereka kalah melalui pertandingan dengan lawan berat. Bagi delapan unggulan teratas, babak kedua menjadi pertandingan awal karena mendapat bye di babak pertama. Hanya Iga Swiatek (2), Jasmine Paolini (4), dan Jessica Pegula (6) yang bisa lepas dari perangkap di laga awal.
Pada pertandingan Selasa, Paolini menang atas semifinalis Amerika Serikat Terbuka dan juara Final WTA 2022, Caroline Garcia. Pegula mengalahkan Elina Svitolina yang tampil baik sebulan lalu dengan mencapai perempat final Australia Terbuka. Sehari sebelumnya, Swiatek menang atas mantan petenis ranking ketiga dunia, Maria Sakkari. Mereka menang, masing-masing, dalam laga dua set.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/a8d178eea1049b7b72d1fe3e93775ca6-wires_photo_1_.jpg)
Berbeda dengan tiga kompetitornya, Sabalenka tak bisa mengatasi perlawanan Ekaterina Alexandrova. Servis, yang menghasilkan enam as, dan groundstroke keras dari baseline Sabalenka bisa diantisipasi Alexandrova yang tiba di Doha setelah meraih pencapaian tertinggi dalam kariernya, yaitu juara WTA 500 Linz, pekan lalu. Alexandrova menang dengan skor 3-6, 6-3, 7-6 (5) setalah bertanding selama dua jam 36 menit.
“Melawan Sabalenka dalam pertandingan lebih dari dua jam menguras energi dan fokus saya. Setiap pertandingan melawan dia selalu sulit karena Aryna adalah pejuang. Maka, sebelum bertanding, saya mengingatkan diri sendiri untuk bermain maksimal, apa pun hasilnya,” tutur Alexandrova dalam laman resmi WTA.
Sebelum bertemu Sabalenka, juara WTA Doha 2020, Alexandrova mengalahkan juara AS Terbuka 2021, Emma Raducanu, yang bertanding di Doha karena mendapat wildcard. Pada babak ketiga, lawan yang akan dihadapi adalah Elise Mertens.
Kekalahan Sabalenka di lapangan utama terjadi setelah kekalahan Zheng dari Ons Jabeur dengan skor 4-6, 2-6. Sebelumnya, pada laga pembuka di lapangan tersebut, Gauff disingkirkan Marta Kostyuk 2-6, 5-7. Adapun pada pertandingan terakhir di lapangan utama, Badosa kalah dari semifinalis Perancis Terbuka 2019, Amanda Anisimova, 4-6, 3-6.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/346f7dad4231c04db93f12f7cb99275e-wires_photo.jpg)
Bagi Jabeur, tiga kali finalis Grand Slam, kemenangan atas Zheng menjadi yang pertama setelah selalu kalah pada dua pertemuan lain. Jabeur kalah dari peraih emas tunggal putri Olimpiade Paris 2024 itu di WTA Toronto 2022 dan babak keempat AS Terbuka 2023, masing-masing, dalam dua set.
“Saya menghadapi tekanan yang sama dengan dua pertemuan sebelumnya, tetapi, hari ini, saya bisa mengatasinya dengan lebih baik,” kata Jabeur yang akan melawan Sofia Kenin pada babak ketiga, Rabu.
Jabeur lolos ke babak ketiga di Doha untuk ketiga kalinya setelah mencapai perempat final pada 2020 dan 2022. Sebelum menang pada babak pertama ganda putri 2019, bersama Alison Riske, petenis Tunisia itu kalah sepuluh kali beruntun, sebagian besar diantaranya dengan status petenis wildcard. Oleh karena selalu mendapat wildcard itulah, Jabeur selalu menikmati penampilan di Doha karena diterima dengan hangat oleh publik Qatar.
Seperti Jabeur, Kostyuk menjalani babak kedua dengan statistik tertinggal dari lawan. Dia tiga kali kalah dari empat pertemuan dengan Gauff dan tiga kekalahan itu dialami di lapangan keras seperti jenis lapangan di WTA Doha. Kali ini, berkat performa lebih baik Kostyuk menang dan untuk pertama kalinya lolos ke babak ketiga pada salah satu turnamen di Timur Tengah tersebut.
“Coco (Gauff) adalah kompetitor tangguh. Kami pun selalu bersaing dalam pertandingan sulit. Saya senang bisa melakukan apa yang seharusnya saya lakukan,” komentar Kostyuk yang akan melawan Magda Linette pada babak ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/d847ce0ce9452097fe54c06e73cf9e57-wires_photo_3_.jpg)
Selain menaikkan level performanya, Kostyuk memanfaatkan penampilan buruk Gauff yang membuatnya kalah pada babak kedua WTA Doha dalam tiga tahun beruntun. Juara AS Terbuka 2023 itu membuat 39 unforced error, tujuh diantaranya dari double fault.
Teringkirnya Gauff, Sabalenka, Zheng, Navarro, dan Badosa membuka peluang petenis lain untuk melangkah lebih jauh, terutama peserta yang berada di paruh atas undian. Di paruh atas ini tinggal tersisa dua unggulan, yaitu Pegula dan Daria Kasatkina (10) yang akan saling berhadapan pada babak ketiga.
Adapun pada paruh bawah undian, persaingan seharusnya berlangsung lebih ketat. Swiatek, Paolini, dan Elena Rybakina memiliki batu sandungan yang tak bisa dipandang sebelah mata, seperti dari Jabeur, Kenin, Jelena Ostapenko, dan petenis 20 tahun Linda Noskova yang menjadi lawan Swiatek pada babak ketiga. Meskipun tiga kali kalah dari Swiatek, Noskova mengalahkan tiga kali juara WTA Doha itu pada babak ketiga Australia Terbuka 2024. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji