Valencia Vs Barcelona, Kepuasan Sesaat Hansi Flick

Hansi Flick puas Barcelona menemukan cara mengalahkan lawan dengan garis pertahanan rendah. Namun, kepuasan itu berpotensi hanya berlangsung sesaat.

07 Feb 2025 13:30 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

VALENCIA, JUMAT – Kerap kesulitan mencetak gol saat menghadapi lawan dengan garis pertahanan rendah, Barcelona akhirnya mematahkan kendala tersebut. ”Blaugrana” menang telak 5-0 atas Valencia yang tampil bertahan di Stadion Mestalla pada perempat final Piala Raja, Jumat (7/2/2025) dini hari WIB. Hansi Flick mengaku puas dengan performa para pemainnya yang mampu mencetak banyak gol menghadapi lawan dengan garis pertahanan rendah.

”Saya sangat senang untuk tim ini. Kami menciptakan banyak peluang dan memanfaatkannya. Ini adalah gaya bermain yang ingin kami terapkan, dengan rasa lapar untuk mencetak gol setiap saat. Ketika kami bermain dengan kecepatan ini, dengan para pemain muda ini, kami selalu berusaha mencetak gol sebanyak mungkin,” ujar Flick dalam konferensi pers selepas laga.

Dapat dipahami mengapa Flick sangat terkesan dengan kemenangan besar timnya di markas Valencia. Di bawah Flick, Barca bertransformasi jadi tim yang haus gol meski sudah tidak menekankan pada penguasaan bola sebagaimana identitas asli mereka. Walakin, dalam beberapa kesempatan, Barca kesulitan mencetak gol menghadapi lawan dengan garis pertahanan rendah.

Ini terlihat saat Barca gagal memetik poin penuh atas Getafe. Pertandingan itu berkesudahan dengan skor imbang 1-1. Barca yang mendominasi jalannya laga gagal mencetak banyak gol akibat pendekatan ultradefensif Getafe. Flick pun pernah mengakui bahwa kelemahan lini serang timnya salah satunya karena belum menemukan formula dalam menghadapi lawan dengan garis pertahanan rendah.

Spain Soccer Copa del Rey

Maka dari itu, sangat bisa dipahami mengapa Flick terlihat sangat puas seusai Barca membekap Valencia dengan banyak gol. Ia merasa sudah menemukan cara untuk membongkar garis pertahanan rendah lawan. Hanya, kepuasan Flick itu sangat mungkin bersifat sementara atau sesaat.

Flick rawan terjerat dalam kegembiraan palsu. Valencia saat ini bukanlah lawan yang ideal untuk menguji efektivitas lini serang Barca. Tim besutan pelatih Carlos Corberan itu sedang dalam tren negatif musim ini setelah kebobolan 37 gol sehingga terjebak dalam zona degradasi.

Selain itu, Corberan terkesan sengaja melepas Piala Raja Spanyol asalkan bisa menghindari degradasi dari Liga Spanyol. Corberan menyimpan sejumlah pemain kuncinya, seperti Hugo Duro dan Javi Guerra. Tampil dengan pemain pelapis, Corberan berharap para pemain kuncinya bisa bugar saat menghadapi Leganes dalam lanjutan Liga Spanyol.

Bagi Valencia, laga menghadapi Leganes jauh lebih mendesak untuk dimenangi dibandingkan Piala Raja Spanyol. Dengan mengalahkan Leganes, kans Valencia keluar dari zona degradasi akan semakin terbuka.

Spain Soccer Copa del Rey

”Lebih dari sekadar rotasi, kami jelas tentang sumber daya yang tersedia. Saya memiliki skuad yang terdiri atas 22 pemain outfield, ditambah penjaga gawang. Saya akan menggunakan pemain-pemain tersebut tergantung pada bagaimana mereka bermain dalam pertandingan dan seberapa mendesaknya pertandingan kami berikutnya,” kata Corberan.

Corberan agaknya tidak mau terlalu memaksakan diri menghadapi Barca kali ini. Pada pertemuan terakhir dua pekan lalu, Valencia yang tampil dengan skuad utama juga kalah telak, 1-7, dari Barca. Jika dengan skuad utama pun hasilnya tetap sama, Corberan merasa laga menghadapi Leganes penting untuk lebih diprioritaskan. Tidak ada hal yang jauh lebih penting selain bertahan di liga bagi Valencia.

Mudah ditembus

Hasil akhir laga pun seperti sudah bisa diprediksi mengingat ketimpangan kualitas tim. Meski menerapkan garis pertahanan rendah dengan formasi 5-4-1, pertahanan Valencia masih sangat mudah ditembus para pemain Barca. Pemain jebolan akademi Valencia, Ferran Torres, bahkan sudah membawa Barca unggul saat laga baru berjalan tiga menit.

Quote

Itu semua berkat para pemain dan tim. Kami sedang berada di fase jadwal yang sulit dan semua orang harus menunjukkan versi terbaiknya.

Garis pertahanan rendah Valencia tidak benar-benar menguji ketajaman lini serang Barca. Organisasi pertahanan Valencia teramat buruk. Itu terlihat saat para bek Valencia kerap kebingungan memprediksi Ferran, Lamine Yamal, Raphinha, dan Fermin Lopez yang rajin muncul dari belakang dalam menyambut umpan-umpan panjang.

Penyerang Barcelona, Ferran Torres, melakukan selebrasi dengan menunjukkan tiga jarinya setelah mencetak ”hattrick” dalam laga perempat final Piala Raja antara Valencia dan Barcelona di Stadion Mestalla, Valencia, Jumat (7/2/2025) dini hari WIB.

Ferran menjadi bintang kemenangan Barca setelah mencetak hattrick pada laga ini. Dua gol Barca lainnya dilesakkan Fermin dan Yamal. Laga ini terasa spesial bagi Ferran yang kembali berkesempatan menghadapi klub lamanya. Dia merasa senang bisa mencetak hattrick kedua sepanjang memperkuat Barca.

”Itu semua berkat para pemain dan tim. Kami sedang berada di fase jadwal yang sulit dan semua orang harus menunjukkan versi terbaiknya. Mereka melakukannya. Kami masuk ke lapangan dengan sangat baik sejak awal,” kata Ferran.

Kemenangan itu pun membawa Barca lolos ke semifinal. Barca menyusul Real Madrid, Real Sociedad, dan Atletico Madrid yang telah lebih dulu lolos. Calon lawan Barca akan ditentukan lewat undian yang berlangsung pada 12 Februari waktu Spanyol. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata