Aditya Tri Syahria memecahkan rekor Asian Games, di saat yang sama Veddriq kembali ke perfoma terbaik. Harapan makin bertumbuh untuk putaran final.
30 Sep 2026 13:54 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
NAGOYA, KOMPAS — Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria, menunjukkan performa gemilang untuk melaju ke putaran final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Aditya bahkan memecahkan rekor Asian Games. Penampilan baik itu menambah harapan untuk babak puncak.
Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026), semakin riuh ketika Aditya menyentuh tombol finis pada pemanjatan keempat. Catatan waktu 4,62 detik tak hanya membuat Aditya paling cepat di antara tiga pemanjat lain dan melaju ke putaran final. Akan tetapi, juga memuncaki daftar kualifikasi dan memecahkan rekor Asian Games.
Aditya memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Veddriq di Asian Games Hangzhou 2022 dengan waktu 4,95 detik. Veddriq pun mampu melampaui rekornya sebelumnya dengan catatan waktu terbaik 4,78 detik.
Veddriq menempati posisi kelima untuk sama-sama melaju ke final. ”Saya senang bisa maksimal, meskipun memang sempat agak kewalahan karena ternyata waktu persiapan terlalu mepet sama kualifikasi, putaran (giliran) juga cepat, tetapi semua bisa teratasi akhirnya,” ujar Veddriq.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/30/82142e2c-f981-48c8-b507-c54977979380.jpg)
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menggunakan format empat jalur atau speed 4, berbeda dari format sebelumnya yang hanya menggunakan dua jalur. Dengan format ini, Aditya dan Veddriq menjalani empat pemanjatan di empat jalur berbeda saat kualifikasi.
Di luar false start pada pemanjatan kedua, catatan waktu Aditya terus menajam. Pada pemanjatan pertama, Aditya menorehkan 4,74 detik, lalu 4,70 detik pada pemanjatan ketiga, dan 4,62 detik pada pemanjatan terakhir.
Catatan waktu 4,62 detik itu merupakan rekor nasional, melampaui catatan waktu 4,65 detik milik Antasyafi Robby Al Hilmi di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Guiyang, China. Tak hanya itu, rekor itu juga melampaui catatan waktu terbaik Aditya saat latihan.
Seperti Aditya, Veddriq juga terus menajamkan waktunya. Sama-sama memulai pemanjatan pertama pada lane B, tetapi dengan giliran berbeda, Veddriq mencatatkan 5,08 detik. Setelah itu, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 ini menajamkan waktunya menjadi 4,99 detik, 4,89 detik, dan 4,78 detik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/30/013bc2ed-30ee-4df4-9547-6b9b8d986c00.jpg)
Bagi Veddriq, yang sempat bergelut dengan cedera, catatan waktu itu membuka jalan untuk kembali ke performa terbaik. Veddriq pun makin merasa percaya diri menatap putaran final yang mengambil 16 pemanjat tercepat dari 19 peserta.
Peringkat kualifikasi pun memengaruhi penentuan bagan di perempat final. Peringkat pertama, misalnya, akan bertemu dengan posisi ke-8, ke-9, dan ke-16. Dengan hasil itu, Aditya dan Veddriq tidak saling bertemu di perempat final.
Aditya dan Veddriq juga terhindar dari pemanjat berstatus unggulan-unggulan seperti Long Jiangquo (China), Chu Shuohong (China), dan Ryo Omasa (Jepang). Status ini didasarkan pada peringkat dunia per 1 Juli 2026.
Aditya berada dalam satu bagan dengan Aphiwit Limpanichpakdee (Thailand), Jo Jinyong (Korea Selatan), dan Au Chi-Fung (Hong Kong). Adapun Veddriq bertarung dengan Amir Maimuratov dan Damir Toktarov (Kazakhstan), dan Qing Wei Low (Singapura).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/30/99fe89e5-a2fb-4c9f-9bac-5e10c6b083cc.jpg)
Aditya dan Veddriq kemungkinan besar baru bertemu di perempat final, tetapi peluang untuk sama-sama melaju ke semifinal dan final pun terbuka lebar. Sebab, dari setiap bagan giliran, diambil dua pemanjat tercepat. Veddriq dan Aditya harus menjadi dua pemanjat tercepat itu agar bisa melaju bersama.
Meski menurut Veddriq hasil bagan itu tidak terlalu berpengaruh karena persaingan akan sama-sama ketat, pelatih tim speed Galar Pandu Asmoro menilai sebaliknya. Persaingan memang akan ketat, kata Galar, tetapi hasil kualifikasi tetap menambah kepercayaan diri.
”Catatan waktu bagus itu modal sekaligus menambah kepercayaan diri. Tugas kami sekarang adalah mengingatkan mereka untuk tetap menjaga kontrol. Sebab, terlalu menggebu juga tidak baik,” ujar Galar.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid mengatakan, keberhasilan Aditya dan Veddriq menyusul Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma yang telah melaju ke putaran final lebih dulu pada Selasa adalah pencapaian yang baik. Apalagi, keberhasilan itu disertai catatan waktu terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/29/c7e7130c272ef44c974d8899cd8b872a-20260929_NOC_AG26_FAI_Sport_Climbing_Women_s_Speed_4_Qualification_Desak_Made_R_K_Result_6.29_Dan_Berthdigna_Devi_Surya_Result_6.49_Portmesse_Nagoya_Exhibition_Hall_1._34.jpg)
Adapun Desak dan Devi akan menjalani partai final pada pukul 18.00 WIB. ”Harus diakui bahwa perjuangan tidak mudah karena apa pun, konsentrasi (kekuatan) para juara panjat tebing dunia itu adanya di Asia. Jadi, lawan terberat kita memang adalah atlet-atlet Asia sendiri,” kata Yenny.
”Jadi, rasanya ini sudah bukan hanya Asian Games, ini sudah kayak Olimpiade. Jadi, memang pasti tekanannya secara mental, ya, sangat tinggi. Namun, kami ingatkan juga untuk tetap tenang,” ujarnya.
Penulis:
Rebiyyah Salasah dari Nagoya, JepangEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto