Wajah Muram Pesenam Shinnosuke Oka, Titik Awal Belajar Kita

Wajah muram pesenam peraih emas Olimpiade Paris 2024, Shinnosuke Oka, bisa jadi titik awal belajar dan menjawab, ”Senam artistik ini olahraga seperti apa?”

19 Okt 2025 18:56 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa

Wajah Shinnosuke Oka muram ketika keluar dari arena kompetisi. Ketika ditanya pendapat soal penampilannya pada kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Stadion Indonesia Arena, Minggu (19/10/2025), Oka mengaku tak puas. Apa yang pesenam asal Jepang ini tampilkan bukan apa yang dia siapkan dan inginkan.

Padahal, selepas tampil pada aparatus palang sejajar (paraller bars), Oka mendapatkan tepuk tangan meriah. Bagaimana tidak, rangkaian gerakan Oka meraih nilai 14,533 dengan tingkat kesulitan 5,6. Untuk memenangi medali pada ajang top internasional, pesenam biasanya membutuhkan skor antara lebih dari 14 sampai mencapai 15.

”Saya sebenarnya cedera punggung saat berlatih, jadi tidak terlalu bisa tampil maksimal,” ujar Oka saat wawancara di zona campuran sambil dengan wajah muramnya.

Meski dalam kondisi itu, hingga akhir penampilan seluruh atlet subdivisi satu, nilai Oka pada palang sejajar terbaik dari total 34 atlet yang berlomba. Pesaing terdekatnya adalah rekan senegara, yakni Tomoharu Tsunogai, dengan nilai 14,5 dan Daiki Hashimoto dengan 14,266.

Pesenam artstik putra Jepang Oka Shinnosuke tampil di Kejuaraan Dunia Senam Aristik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (19/10/2025). Para pesenam dunia mulai bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Mereka merebut putaran berikutnya di babak kualifikasi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
19-10-2025

Para atlet Jepang ini nyaris mendominasi semua alat pada perlombaan subdivisi 1. Di dalam subdivisi yang tampil pertama ini, ada juga pesenam dari Aljazair, Malaysia, Polandia, Jamaika, Suriah, Iran, Yunani, Panama, dan Atlet Netral Individu (AIN).

Pada kompetisi senam, para pesenam dibagi ke dalam grup yang disebut subdivisi. Peserta tampil pada tiap-tiap subdivisi tersebut dan melakukan rotasi pada setiap alat. Di Kejuaraan Dunia, ada 8 subdivisi putra dan 10 subdivisi putri.

Artinya, kendati unggul pada subdivisi 1, posisi Oka masih belum aman untuk melaju ke final. Pesenam 21 tahun ini masih harus menunggu hasil 7 subdivisi lain, 2 di antaranya baru berlomba pada Senin (20/10/2025).

Ada dua jenis final di Kejuaraan Dunia 2025, yakni final aparatus dan final semua alat (all around). Hanya delapan pesenam terbaik dari seluruh subdivisi yang mampu melaju ke babak final aparatus. Sementara untuk semua alat, ada kuota 24 atlet.

Pesenam artstik putra Jepang Hashimoto Daiki tampil di Kejuaraan Dunia Senam Aristik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (19/10/2025). Para pesenam dunia mulai bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Mereka merebut putaran berikutnya di babak kualifikasi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
19-10-2025
Quote

Tetapi, setelah ini, saya harus melupakan apa yang dialami hari ini, lalu berusaha menyiapkan diri lagi untuk final.

Pantas Oka kecewa. Pada alat spesialiasinya, palang tunggal (horizontal bar), Oka ”hanya” mencatatkan nilai 13,2. Padahal, saat meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, dia mencapai nilai 14,5.

Nilai Oka di Kejuaraan Dunia ini di bawah dua rekan setimnya, Tomoharu Tsunogai (14,800) dan Daiki Hashimoto (14,400). Artinya, andai Oka masuk delapan besar pun, dia tidak akan lolos ke final karena per negara dibatasi maksimal dua pesenam.

Walakin, peluang Oka melaju ke final sebenarnya masih tersisa pada palang sejajar dan kuda pelana (pommelhorse), serta semua alat. Hingga pesenam dari subdivisi 1-3 selesai berlomba, nilai total Oka yang mencapai 78,731 masih menjaganya tetap berada di posisi 24 besar alias zona lolos ke final.

”Saya juga sebenarnya tidak terbiasa dengan peralatan yang digunakan. Tetapi, setelah ini, saya harus melupakan apa yang dialami hari ini, lalu berusaha menyiapkan diri lagi untuk final,” tutur Oka yang pada 2018 juga pernah tampil di Jakarta pada ajang Kejuaraan Asia Yunior.

Pesenam artsitik putra Jepang Shinnosuke Oka berlatih di Jakarta Convention Center (JCC), kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Para peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 mulai berlatih untuk bertanding pada 19-25 Oktober. Pada latihan ini para pesenam artistik bergantian latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan penyelenggara. Tim senam artistik Indonesia putra dan putri pun turut berlatih. Tim senam artistik Indonesia putra akan diperkuat Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Agung Suci Tantio Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Sementara tim senam artistik Indonesia putri diperkuat Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
15-10-2025

Dari satu atlet seperti Oka saja, perjalanan mengenal senam artistik sebenarnya bisa dimulai. Olahraga ini tidak bisa dimungkiri bukan olahraga populer di Indonesia. Wajar apabila tidak banyak juga orang yang belum memahami perlombaannya.

Federasi Gimnastik Indonesia bahkan mengganti nama dari sebelumnya Persatuan Senam Indonesia (Persani) demi mengurangi kesalahpahaman publik tentang senam. Selama ini, istilah senam identik dengan aktivitas kebugaran massal seperti zumba.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengatakan, Kejuaraan Dunia ini merupakan momentum tepat untuk semakin menyebarkan ”virus” senam artistik. Semakin banyak orang yang mengetahui olahraga tersebut dan perlombaannya, Taufik berharap akan semakin banyak pula pesenam-pesenam potensial Indonesia muncul.

”Kita tahu gimnastik adalah salah satu mother of sport di Indonesia. Saya harap adanya kejuaraan dunia gimnastik yang baru pertama digelar di Indonesia bisa menjadi ajang pembibitan dan pembinaan atlet-atlet muda kita,” ucap Taufik saat konferensi pers selepas pembukaan Kejuaraan Dunia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto