Berburu tiket secara daring tidak hanya terjadi pada konser, warga juga harus ”berperang” untuk bisa mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Kepresidenan.
05 Agt 2025 08:30 WIB · Politik & Hukum
Belum sampai tiga jam, kuota untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 RI secara langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, sudah habis. ”Pendaftaran undangan upacara di Istana Merdeka telah ditutup,” begitu informasi yang terpampang di halaman depan situs pandang.istanapresiden.go.id, Senin (4/8/2025), sebelum pukul 13.00 WIB.
Padahal, satu-satunya situs yang disediakan untuk masyarakat mendapatkan undangan mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu baru dibuka pada pukul 10.00 WIB.
Pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini, pihak Istana menyediakan tempat untuk 8.000 warga yang berminat mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi di pagi hari atau upacara penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari. Namun, mendapatkan satu dari ribuan undangan itu ternyata tidak mudah. Warga harus ”war” atau ”berperang” di udara tanpa rambu-rambu untuk mengetahui perkembangan ketersediaan tiket.
Salah seorang yang ikut serta dalam ”war” undangan upacara di Istana Kepresidenan, Jakarta, adalah Vidi Nurcholis (54). Sejak pukul 10.00 pagi, ia sudah mulai memantau situs pandang.istanapresiden.go.id. Namun, sejak saat itu pula hingga lebih dari dua jam setelahnya, ia tak bisa mengakses laman tersebut.
”Setiap menit saya refresh (situs) dengan tiga gawai, tapi tidak bisa masuk ke website,” ujar Vidi saat dihubungi Senin petang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/05/07f63de56ac3c37b4c78117ab1a48574-IMG_2371.jpeg)
Setelah berjibaku dengan tiga gawai, baru pada pukul 12.40 WIB, Vidi bisa mengakses situs tersebut. Dia pun segera mengisi formulir serta mengunggah foto kartu tanda penduduk (KTP) dan foto diri membawa KTP yang menjadi syarat pendaftaran.
Sayangnya, kuota pendaftaran mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi pada pukul 10.00 WIB sudah habis. Hanya tersisa pilihan untuk mengikuti upacara penurunan Bendera Merah Putih pada pukul 17.00 WIB.
Hal itu sebenarnya bukan masalah besar bagi Vidi. Sebab, ia merasa ini tahun yang spesial sehingga ia tak ingin hanya menonton upacara peringatan hari kemerdekaan dari televisi seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ia pun tetap mencoba untuk mendaftar menjadi peserta upacara sore hari.
”Bahkan, TV di rumah hanya saya nyalakan siaran TV-nya setahun sekali. Kali ini, momen 80 tahun berasa istimewa. Sesuai tulisan beberapa portal, perayaan tahun ini akan lebih megah dan meriah. Dan, saya yakin itu. Apalagi, kita bisa ikut memeriahkan Bastille Day, sudah pasti, HUT RI akan lebih meriah, makanya saya ingin dapat pengalaman langsung,” tutur Vidi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/14/1a05ef669b7f7857f030a1a70cb5a282-AP25195337824305.jpg)
Akan tetapi, ekspektasinya lagi-lagi belum terpenuhi. Seusai memproses pendaftaran, ia menerima notifikasi bertuliskan ”Gagal. Mohon maaf kuota upacara penurunan bendera sudah tidak tersedia”.
Sulitnya mengakses situs pandang.istanapresiden.go.id sejak awal pembukaan serta tidak adanya informasi mengenai kuota yang tersisa yang bisa dipantau secara langsung membuat Vidi bertanya-tanya soal ketersediaan tiket mengikuti upacara di Istana.
Apalagi, ia bukan satu-satunya yang gagal. Ia mengaku, temannya juga bernasib serupa. ”Saya jadi enggak yakin sebenarnya ada kuota buat masyarakat umum,” ujar Vidi.
Vidi pun membandingkan pengalamannya ikut ”war” tiket konser Coldplay dan ajang lari Alfarun. Selain situs mudah diakses, informasi kuota tersisa pada dua ajang tersebut bisa dipantau dari situs masing-masing. Kalaupun tak masuk kuota, di berbagai ajang lari masih ada sistem ballot yang diundi lalu hasilnya diumumkan pada jadwal yang sudah ditentukan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/08/17/7b73ec13-73d7-4021-be6c-3c5ebbc35cc3_jpg.jpg)
Tak hanya Vidi, sejumlah warganet juga mengungkapkan kekecewaannya karena gagal mendapatkan tiket mengikuti upacara di Istana. Ungkapan itu, antara lain, disampaikan pemilik akun @araiedne, @4everwithgyu @njenolee, dan @priniiittt di media sosial X.
Kendati banyak yang gagal, tidak jarang mereka yang berhasil mendapatkan undangan juga memamerkannya di X. Akun @PrinceBerkuda, @pearlthingx, dan @lalulelooo, misalnya, mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan notifikasi penerimaan mereka.
Bagi warga Indonesia, mengikuti upacara 17 Agustus di Istana secara langsung merupakan momen serta akan pengalaman yang tidak terlupakan. Untuk itu, sejumlah pihak menawarkan jasa titip ”war” tiket di situs pandang.istanapresiden.go.id. Contohnya, akun @tixjourney, @imnotwitch, dan @kucantiktrulala yang ada di X.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/05/83699b0ebbdd36636942dac5bcc75eb5-09c24314_e75d_40c5_9b5b_000373ffdfd7.jpeg)
Akun @tixjourney pada Senin pukul 12.50 mengunggah tangkapan layar yang menampilkan syarat-syarat pendaftaran untuk mendapatkan undangan upacara. Di unggahan yang sama, ia juga mengumumkan kepada warganet untuk mengirimkan pesan pribadi jika berminat untuk menggunakan jasanya.
Adapun akun @lalulelooo merupakan salah satu yang mengaku menggunakan jasa @tixjourney untuk mendapatkan tiket upacara. ”Makasih @tixjourney udah bantuin mewujudkan BM bokap pengen upacara di Istana. Walaupun doi malah gak kebagian penaikan, tapi setidaknya dapet yang penurunannya,” tulis akun @lalulelooo pada unggahan Senin, sekitar pukul 02.30.
Menanggapi antusiasme masyarakat, Wakil Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Juri Ardiantoro, saat dihubungi pada Senin petang, mengatakan, ketika situs pandang.istanapresiden.go.id menampilkan informasi pendaftaran ditutup, artinya kuota undangan upacara telah habis. Sebelumnya, panitia HUT Ke-80 RI memang menyediakan tempat bagi 8.000 undangan untuk mengikuti upacara pada pagi dan sore hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/01/b4223384-9708-44ef-b24a-96526aba81c1_jpg.jpg)
Selain mengikuti upacara, para peserta upacara itu juga berkesempatan mengikuti pesta rakyat yang digelar di Istana Kepresidenan. Sepanjang Pesta Rakyat berlangsung, mereka juga bisa menikmati aneka makanan khas Indonesia secara gratis. Berbagai hiburan juga disediakan di Kompleks Istana.
Namun, melihat kegigihan warga untuk berjibaku dalam ”war” undangan upacara peringatan Hari Kemerdekaan itu, kata Juri, Istana mempertimbangkan untuk menambah kuota peserta upacara. Menurut rencana, akan ada dua kesempatan lagi untuk mendaftarkan diri melalui situs pandang.istanapresiden.go.id. ”War” tiket akan kembali dibuka pada Selasa (5/8/2025).
Lantas, sudah siapkah Anda untuk kembali berperang?
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Nina SusiloEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto