Warga Sipil Tertembak di Intan Jaya, Medis dan Bahan Makanan Terkendala

Dua warga sipil, yakni ibu dan anak, terkena tembakan dalam kontak senjata antara TNI dan kelompok bersenjata di Intan Jaya.

15 Mei 2025 13:10 WIB · Nusantara

Oleh Nasrun Katingka

JAYAPURA, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menurunkan tim untuk mengecek situasi korban kontak tembak antara kelompok bersenjata dan TNI di sejumlah kampung di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam insiden ini, ada warga sipil yang terkena tembakan senjata api.

”Pemkab Intan Jaya telah bertemu dengan aparat keamanan untuk meminta izin mengevakuasi dan mendata korban dalam kejadian ini. Mulai siang ini, tim sudah mulai turun ke lokasi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya Asir Mirip saat dihubungi dari Jayapura, Papua, Kamis (15/5/2025).

Dalam laporan Pemkab Intan Jaya, warga sipil ikut terdampak dalam kontak tembak di Ndugusiga, Bambu Kuning, dan Sugapa Lama, Selasa dan Rabu (13-14/5/2025). Dua warga, ibu dan anak, yang tertembak tersebut adalah Junite Janambani dan Minus Jegeseni.

Asir turut membagikan foto korban warga sipil yang diterimanya. Junite terkena peluru di bagian dada. Namun, dia hanya mendapat perawatan terbatas dan masih berada di kampung. Sementara itu, anaknya, Minus Jegeseni, terkena peluru di telinga. Minus telah dievakuasi ke Mimika.

Pemkab Intan Jaya menurunkan tim untuk mengecek warga terdampak kontak tembak di sejumlah kampung di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (15/5/2025).

Sejak Kamis siang, kata Asir, tim dari Pemkab Intan Jaya telah menuju lokasi menggunakan kendaraan sepeda motor. Tujuannya, agar mereka bisa cepat tiba di lokasi. Kondisi jalan yang rusak membuat mobil kesulitan masuk ke kampung-kampung tersebut.

”Tim yang turun akan sekaligus mendata jumlah korban secara rinci, baik meninggal dan luka serta yang mengungsi,” ujar Asir.

Sementara itu, untuk bantuan medis dan bahan makanan, Pemkab Intan Jaya masih berkoordinasi untuk diambil dari Nabire dan Mimika. Bahan makanan dan lainnya masih terus diupayakan.

”Hari ini belum bisa karena dari Nabire atau Timika menuju Intan Jaya hanya dapat lewat pesawat. Kami targetkan, besok atau lusa bantuan diturunkan ke lokasi,” ucap Asir.

Sementara itu, laporan TNI menyebutkan, kontak senjata di Intan Jaya merupakan penindakan kepada kelompok bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker. TNI mengklaim menembak mati 18 anggota itu. Selain itu, TNI merebut dua pucuk senjata api, puluhan butir amunisi, serta senjata tradisional.

Kepala Satgas Media di Operasi Habema Letnan Kolonel (Inf) Iwan Dwi Priharartono mengatakan, operasi ini terjadi sejak Selasa dini hari hingga Rabu pagi. Operasi dilakukan di sejumlah kampung, yakni Titigi, Ndugusiga, Jaigapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.

Pertemuan antara Pemkab Intan Jaya dengan aparat keamanan terkait kontak tembak di sejumlah kampung di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (14/5/2025).

”Sekitar pukul 04.00-05.00 WIT, TNI memasuki sejumlah kampung di Distrik Sugapa untuk misi damai berupa pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat serta mengamankan rencana pembangunan jalan ke Hitadipa,” kata Iwan.

Akan tetapi, Iwan menyebut, kedatangan TNI justru dimanipulasi kelompok bersenjata itu. Mereka menyebarkan informasi kedatangan TNI akan mengancam nyawa masyarakat.

”Seluruh personel TNI yang terlibat dilaporkan dalam kondisi aman dan lengkap. Saat ini, pasukan masih bersiaga di beberapa sektor guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok yang tersisa,” ujar Iwan.

Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom, menyatakan belum menerima laporan di lapangan. Saat ini, dirinya terkendala gangguan aplikasi pengirim pesan singkat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .