Jerman dan Ekuador kandidat terkuat melaju ke fase gugur. Curacao catatkan rekor serupa Hindia Belanda.
10 Jun 2026 10:00 WIB · Olahraga
AP Photo/Dolores Ochoa
Lupakan sejenak Jerman. Di atas kertas, ”Die Mannschaft” sudah sepatutnya menutup pertarungan Grup E di puncak klasemen. Namun, mereka harus mewaspadai dahaga pembuktian generasi terbaik Ekuador.
Di Amerika Selatan, Ekuador sudah naik derajat dalam empat tahun terakhir. Status tim semenjana sudah beralih menjadi kekuatan besar anyar di tanah Latin.
Lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai peringkat kedua babak kualifikasi ada buktinya. Mereka hanya kalah perolehan poin dari Argentina, sang juara bertahan.
Dua pemilik gelar Piala Dunia, Uruguay dan Brasil, dilangkahi oleh tim berjuluk ”La Tri” itu. Bermodal pemain-pemain yang berkarier di Eropa, Ekuador berpeluang besar memberikan tantangan tersulit bagi Jerman. Tentu tanpa mengurangi respek kepada dua kontestan lain, Pantai Gading serta tim debutan, Curacao.
Kekuatan Ekuador ditopang dari solidnya pertahanan. Piero Hincapie (Arsenal), Willian Pacho (Paris Saint-Germain), Pervis Estupinan (AC Milan), dan Felix Torres (Internacional) adalah pilar utama di jantung pertahanan.
Di lini tengah, Ekuador mengandalkan salah satu gelandang jangkar terbaik saat ini, Moises Caicedo, yang membela Chelsea. Urusan gol masih berpangku kepada pengalaman penyerang veteran, Enner Valencia, yang akan tampil di Piala Dunia ketiga. Valencia juga berpeluang menambah torehan enam golnya di pesta sepak bola terakbar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/92a65524a4cc6a4982d7aace6ca4e738-WCup_Group_E_Preview_Soccer_138605182.jpg)
Perjalanan Ekuador akan dimulai dengan menghadapi Pantai Gading, lalu dilanjutkan kontra Curacao. Duel kontra Jerman di Stadion MetLife, New Jersey, pada 25 Juni bakal menjadi laga penentu juara Grup E.
Lolos ke babak gugur adalah target yang dicanangkan Caicedo dan kawan-kawan. Minimal mereka ingin menyamai capaian skuad La Tri di Jerman 2006 yang mampu menembus fase 16 besar.
Dengan kekuatan saat ini, capaian untuk lepas dari kutukan gugur di babak penyisihan dalam dua partisipasi terakhir di Brasil 2014 dan Qatar 2022 seharusnya bukan pekerjaan sulit. Permainan bertahan Ekuador akan menjadi kunci bagi sejauh mana mereka melaju di Amerika Utara tahun ini.
Hanya lima kemasukan pada babak kualifikasi adalah modal La Tri untuk percaya diri mencetak sejarah baru di Piala Dunia. Mereka juga sudah tidak terkalahkan sejak September 2024 ketika tumbang 0-1 dari Brasil.
Caicedo mengakui target timnya tidak ingin sekadar lolos dari babak penyisihan. Tekad dia adalah membantu La Tri menempuh perjalanan sejauh mungkin pada edisi 2026 ini.
”Kami menyadari benar kualitas yang kami miliki. Jadi, pikiran untuk sekadar tampil di Piala Dunia adalah masa lalu. Sebab, kami yakin bisa mencapai lebih dari itu,” kata Caicedo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/35494482eeb27f4fbeffac13e53bcdb9-WCup_Group_E_Preview_Soccer_138605313.jpg)
Jerman, satu-satunya kontestan Eropa di grup, datang ke Amerika Utara dengan ambisi besar. Mengejar bintang kelima.
Tetapi, sebelum memburu trofi ikonik, Die Mannschaft harus terlebih dahulu lepas dari nasib buruk di dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Bagi saya, ada perbedaan antara menginginkan juara dan sekadar berkata ’kami akan melakukan hal untuk juara’.
Mereka gagal lolos dari babak penyisihan pada dua edisi itu. Kondisi itu memberikan beban besar sekaligus berpotensi melahirkan blok mental bagi skuad asuhan Julian Nagelsmann.
Laga pembuka menghadapi Curacao adalah momen terbaik bagi Jerman menumbuhkan kepercayaan diri. Jika gagal menang atas tim debutan, tekanan akan kian besar dirasakan oleh Joshua Kimmich dan kolega.
Menuju Amerika Utara, Nagelsmann meletupkan mentalitas juara kepada anak asuhannya. Ia tidak ingin Jerman berpikir tentang kegagalan di masa lalu. Bagi dia, Die Mannschaft harus datang dengan ambisi mengejar prestasi tertinggi.
”Saya tegaskan kami ingin menjadi juara dunia. Bagi saya, ada perbedaan antara menginginkan juara dan sekadar berkata ’kami akan melakukan hal untuk juara’,” ucap Nagelsmann dikutip Kicker.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/06/16d53ab73c684f38e7819ff335ee1ae9-FOI_SOC_SPO_GERMANY_TRAINING_SESSION_AND_PRESS_CONFERENCE_138799224.jpg)
Ia menambahkan, ”Penekanan pada keinginan itu adalah tujuan kami untuk menampilkan permainan yang baik dan berharap adanya keberuntungan. Kami siap bersaing”.
Demi menyajikan mental juara, Nagelsmann rela memanggil kembali kiper gaek, Manuel Neuer. Ia adalah satu-satunya anggota skuad juara Piala Dunia 2014 yang masih bertahan.
Neuer akan membantu Nagelsmann menjaga kohesi ruang ganti yang sempat dikeluhkan pendahulunya, Hans-Dieter Flick, di Qatar. Kepemimpinan skuad Jerman akan dipegang Neuer bersama Joshua Kimmich dan Antonio Ruediger.
Di sisi lain, Pantai Gading dan Curacao juga masih bisa menciptakan histori bagi perjalanan sepak bola mereka. Adanya kuota peringkat ketiga terbaik lolos ke fase gugur adalah harapan mereka tidak sekadar menjadi penggembira di Grup E.
Pantai Gading datang lagi ke Piala Dunia sejak berakhirnya era emas dipimpin Didier Drogba yang terakhir tampil di Brasil 2014. Kini, mereka memiliki pemain-pemain muda berusia 23 tahun, misalnya Amad Diallo, Ousmane Diomande, dan Ange-Yoan Bonny.
Pelatih Pantai Gading Emerse Fae yakin skuadnya memiliki potensi untuk mengejutkan persaingan Grup E. Pada tiga partisipasi sebelumnya di Piala Dunia, Pantai Gading selalu pulang ketika babak penyisihan rampung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/4638d26bf689aa39f2631d936aec9809-FBL_FRA_CIV_FRIENDLY_WC_2026_138778926.jpg)
”Kami menuju Amerika Serikat tidak hanya untuk mencatatkan penampilan di Piala Dunia atau berwisata. Kami datang dengan tujuan dan ambisi besar untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Pantai Gading. Kami yakin bisa menjalani turnamen yang spektakuler,” ucap Fae dilansir laman FIFA.
Curacao akan menjadi peserta Piala Dunia kedua yang berstatus non-negara absolut setelah Hindia Belanda pada Perancis 1938. Serupa dengan Hindia Belanda pada 88 tahun silam, Curacao saat ini masih berstatus wilayah koloni Kerajaan Belanda. Populasi negara kepulauan di Karibia itu hanya sekitar 158.000 penduduk.
Sebanyak 25 dari 26 pemain yang dibawa Pelatih Dick Advocaat lahir di Belanda. Satu-satunya wajah pribumi Curacao adalah pemain lulusan Akademi Manchester United, Tahith Chong, yang lahir di Willemstad, Curacao.
Ambisi menghadirkan kejutan Curacao ditopang dengan pengalaman Advocaat. Juru taktik senior berusia 78 tahun itu akan menjalani Piala Dunia ketiga. Ia memimpin Belanda pada Piala Dunia 1994, kemudian mengasuh Korea Selatan di Piala Dunia 2006.
”Kami telah membuktikan bahwa kami adalah tim yang sulit ditaklukkan. Tetapi, harus diakui kualitas lawan di grup ini berbeda dari yang kami temui di babak kualifikasi. Kami tahu akan menjalani laga-laga sulit, tetapi tidak ada yang mustahil,” kata Advocaat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/96b6ea877f6e91c7ebb3b8353a4d49f7-FBL_WC2026_CUW_TRAINING_138548148.jpg)
Ya, sepak bola selalu menghadirkan hal yang mustahil di Piala Dunia. Grup E adalah salah satu yang bisa menyajikan persaingan yang tidak pernah dibayangkan sebelum turnamen memulai sepak mula. (REUTERS/AP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto, Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto