Wimbledon Tak Bersahabat dengan Petenis Unggulan

Wimbledon 2025 tidak bersahabat dengan petenis unggulan. Makin banyak unggulan tersingkir pada babak pertama, termasuk unggulan sepuluh besar.

02 Jul 2025 10:44 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

LONDON, SELASA — Hasil pertandingan yang menunjukkan kekalahan petenis unggulan ditandai dengan kata ”Upset” dalam laman resmi Wimbledon. Tanda itu semakin banyak pada hari kedua kejuaraan yang masih mempertandingkan babak pertama.

Dalam persaingan di All England Club, London, Inggris, hingga Rabu (2/7/2025) WIB, sebanyak 11 unggulan tersingkir, termasuk lima unggulan sepuluh besar tunggal putra dan putri. Sebagian besar adalah unggulan tunggal putri, yaitu Cori ”Coco” Gauff (2), Jessica Pegula (3), dan Zheng Qin Wen (5). Adapun Alexander Zverev (3) dan Lorenzo Musetti (7) menambah sepuluh unggulan teratas tunggal putra yang hanya bermain satu babak.

Sehari sebelumnya, dari delapan unggulan yang tersingkir, tiga di antaranya berstatus unggulan sepuluh besar. Mereka adalah Daniil Medvedev (3) dan Holger Rune (8) di tunggal putra serta Paula Badosa (9) di tunggal putri.

Kekalahan Pegula terjadi setelah dia datang ke All England Club tahun ini dengan membawa gelar juara dari turnamen lapangan rumput, WTA 500 Bad Homburg, Jerman, sepekan sebelum Wimbledon. Adapun Musetti dan Medvedev adalah semifinalis Wimbledon 2024. Dalam konferensi pers, Medvedev sampai menyebut bahwa lapangan rumput menyebalkan.

Sementara, Coco bertanding di Wimbledon setelah menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka, tiga pekan sebelumnya. Dia menjadi tunggal putri ketiga yang tersingkir pada babak pertama Wimbledon dengan status sebagai juara Perancis Terbuka. Hal serupa dialami Justine Henin pada 2005 dan Francesca Schiavone (2010).

Petenis AS Coco Gauff menyesali kekalahannya atas petenis Ukraina Dayana Yastremska pada laga babak pertama Wimbledon di London, Selasa (1/7/2025) di All England Club, London, Inggris. Gauff kalah dengan skor 6-7 (3), 1-6.

Coco kalah dari Dayana Yastremska dengan skor 6-7 (3), 1-6. Ini menjadi kekalahan babak pertama yang kedua dalam tiga tahun terakhir di Wimbledon setelah 2023. Padahal, turnamen tenis tertua di dunia ini menjadi Grand Slam yang melambungkan nama Coco. Dia mencapai babak keempat dalam debutnya di Wimbledon pada 2019 dengan status sebagai petenis kualifikasi. Coco mengalahkan Venus Williams pada babak pertama.

Setelah itu, babak keempat tetap menjadi perjalanan terbaiknya. Dia mengulang hasil itu pada 2021 dan 2024.

”Dalam hal mental, saya kewalahan setelah Perancis Terbuka. Saya merasa tidak punya cukup waktu untuk merayakan kemenangan di Roland Garros dan bersiap untuk Wimbledon. Saya seharusnya meluangkan waktu lebih banyak dalam persiapan di lapangan rumput. Lain kali, saya akan melakukan itu,” tutur Coco.

Jeda antara Perancis Terbuka dan Wimbledon memang terbilang pendek, yaitu tiga pekan. Padahal, dua turnamen tersebut berlangsung di jenis lapangan yang karakternya bertolak belakang. Lapangan tanah liat Roland Garros memantulkan bola dengan pelan dan tinggi. Adapun lapangan rumput All England Club membuat bola memantul sangat cepat dan rendah.

Kedua jenis lapangan berkarakter licin sehingga petenis bisa bergerak dengan cara meluncur, tetapi petenis kesulitan mengerem pergerakannya di lapangan rumput. Maka, footwork menjadi kemampuan penting di rumput alih-alih hanya pukulan keras dalam servis dan forehand.

Petenis Ukraina Dayana Yastremska merayakan kemenangan atas petenis AS Coco Gauff pada laga babak pertama Wimbledon di London, Selasa (1/7/2025) di All England Club, London, Inggris. Gauff kalah dengan skor 6-7 (3), 1-6

Olah gerak kaki itulah yang dikatakan Coco menjadi kelemahannya saat melawan Yastremska. ”Dayana bermain sangat baik. Saya pernah bermain di tanah liat melawan dia dan lapangan itu lebih cocok untuk saya meski harus bermain tiga set untuk mengalahkannya. Perasaan saya sangat buruk di ruang ganti tadi. Hasil ini menyebalkan,” ujar Coco.

Sebelum kalah di Wimbledon, Coco selalu menang dalam tiga pertemuan dengan Yastremska dan ketiganya berlangsung di lapangan tanah liat. Terakhir, Coco mengalahkan petenis Ukraina itu pada babak kedua WTA 1000 Madrid, pada Mei, dengan skor 0-6, 6-2, 7-5.

Di All England Club, Yastremska mematahkan servis Coco terlebih dulu, yaitu pada gim keenam set pertama hingga membuatnya unggul 4-2. Coco langsung membalas pada gim berikutnya dan membuat set pembuka berlangsung hingga tiebreak.

Dalam persaingan untuk mendapat tujuh poin lebih dulu ini, kelemahan Coco terlihat. Dia membuat dua double fault dalam perebutan enam poin awal yang menjadi bagian dari sembilan double fault pada pertandingan itu. Petenis ranking kedua dunia ini masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki servisnya. Dia menjadi tunggal putri dengan double fault terbanyak sejak 2024.

Petenis AS Jessica Pegula mengembalikan bola ke petenis Italia Elisabetta Cocciaretto pada laga babak pertama Wimbledon di London, Selasa (1/7/2025) di All England Club, London, Inggris. Pegula kalah dengan skor 2-6, 3-6.

Pegula kalah cepat

Sebelum Coco kalah, hari kedua turnamen diawali dengan kekalahan Pegula. Dia bermain pada pertandingan pertama di Lapangan 2 yang dimulai dua dan 2,5 jam lebih awal dibandingkan laga pertama di Lapangan 1 dan Lapangan Utama.

Pegula berhadapan dengan petenis ranking ke-116 dunia, Elisabetta Cocciaretto, dan kalah 2-6, 3-6 hanya dalam waktu 58 menit. Ini menjadi kekalahan petenis lima unggulan teratas yang paling cepat dalam Grand Slam sejak Anett Kontaveit kalah pada babak kedua Wimbledon 2022. Kontaveitt, yang menjadi unggulan kedua, kalah dari Jule Niemeier 4-6, 0-6, juga, dalam waktu 58 menit.

Sekitar tiga jam setelah itu, Zheng disingkirkan Katerina Siniakova 5-7, 6-4, 1-6. Petenis China finalis Australia Terbuka 2024 ini untuk ketiga kali beruntun tersingkir pada babak pertama Wimbledon.

Tersingkirnya Coco, Zheng, dan Pegula pada babak pertama menunjukkan persaingan yang sangat terbuka di tunggal putri. Juara Wimbledon selalu berganti sejak 2016.

Namun, Pegula seharusnya bisa melangkah lebih jauh karena memiliki bekal gelar juara turnamen lapangan rumput, WTA Bad Homburg. Gelar yang didapat setelah mengalahkan Iga Swiatek di final itu menjadi yang kedua bagi Pegula di turnamen lapangan rumput.

Petenis China Zheng Qin Wen mengembalikan bola ke petenis Ceko Katerina Siniakova pada laga babak pertama Wimbledon di London, Selasa (1/7/2025) di All England Club, London, Inggris. Zheng kalah dengan skor 5-7, 6-4, 1-6.

”Apakah saya bermain baik pada pertandingan tadi? Tentu saja tidak. Saya bermain buruk, sementara Cocciaretto tampil sangat baik. Servis pertama dan kedua sangat baik, arah groundstroke juga. Saya menaruh respek padanya,” tutur Pegula dalam laman resmi Wimbledon.

Juara bertahan, Barbora Krejcikova, tak tampil baik pada pertandingan pertamanya tahun ini. Saat berhadapan dengan petenis 20 tahun asal Filipina, Alexandra Eala, dia kehilangan set pertama. Namun, dalam pertandingan yang lebih banyak diwarnai unforced error kedua petenis itu, Krejcikova masih bisa menyelamatkan diri dengan kemenangan 3-6, 6-2, 6-1.

Dalam persaingan tunggal putra, harapan Zverev untuk meraih gelar Grand Slam pertama tak juga terwujud. Dia kalah dari Arthur Rinderknech 6-7 (3), 7-6 (8), 3-6, 7-6 (5), 4-6 engan total waktu 4 jam 40 menit. Pertandingan ini diselesaikan dalam dua hari karena tak selesai pada Senin tengah malam waktu setempat.

Tunggal putra yang tampil solid adalah petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, yang menang 6-4, 6-3, 6-0 atas Luca Nardi. Tujuh kali juara Wimbledon, Novak Djokovic, masih terlalu tangguh bagi Alexandre Muller meski kehilangan satu set. Djokovic menang 6-1, 6-7 (7), 6-2, 6-2.

Persaingan hari ketiga akan mulai mempertandingkan babak kedua dengan dua juara Wimbledon yang akan tampil di Lapangan Utama. Juara tunggal putra 2023 dan 2024, Carlos Alcaraz, akan melawan petenis tuan rumah, Oliver Target. Adapun juara tunggal putri 2023, Marketa Vondrousova, akan berhadapan dengan bintang tuan rumah lainnya, Emma Raducanu. (AFP/AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan