Xabi Alonso hanya butuh timnya segera melupakan pekan terburuk dan kembali ke bentuk terbaik. Tidak butuh keajaiban bagi Leverkusen untuk mengalahkan Bayern.
10 Mar 2025 19:08 WIB · Olahraga
LEVERKUSEN, SENIN — Bayer Leverkusen memang tertinggal tiga gol dari Bayern Muenchen setelah separuh jalan babak 16 besar Liga Champions. Namun, mereka sebenarnya tidak butuh keajaiban seperti yang diciptakan sang pelatih kepala, Xabi Alonso, saat masih bermain di Liverpool.
Sekitar dua dekade lalu, keajaiban tercipta di Istanbul, Turki. Liverpool tertinggal 0-3 dari AC Milan saat jeda babak laga final Liga Champions. Alih-alih pasrah dengan nasib, Liverpool bangkit untuk menyamakan kedudukan dalam 45 menit. Mereka memaksa perpanjangan waktu lalu menang dalam adu penalti.
Kisah itu tercatat sebagai salah satu kebangkitan terhebat sepanjang sejarah kompetisi. Alonso, berusia 23 tahun ketika itu, memainkan peranan besar dengan sumbangan satu gol. Sang pria Spanyol menghadapi tantangan nyaris serupa kali ini, bedanya dia berperan sebagai pelatih.
Leverkusen akan menjamu Bayern dalam laga kedua di Stadion BayArena, Rabu (12/3/2025) dini hari WIB. Tertinggal agregat 0-3, tuan rumah harus unggul tiga gol dalam 90 menit untuk memaksa babak tambahan. ”Semua belum berakhir. Hal tergila sudah pernah terjadi di sepak bola,” ujar Alonso.
Meskipun begitu, Alonso sebenarnya tidak membutuhkan momen magis pada 2005. Kebangkitan Liverpool di Istanbul dengan waktu sangat sedikit dan mental yang sudah hancur di stadion netral, memang terasa mustahil. Berbeda dengan Leverkusen yang punya satu laga penuh di kandang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/09c3d91e91c8c346b8c2fe157af90369-wires_photo_7_.jpg)
Skuad Leverkusen juga sudah merasakan kemenangan besar atas Bayern, hanya saja berbeda kompetisi. Tahun lalu, tepatnya Februari 2024, tim asuhan Alonso menaklukkan Bayern 3-0 di kandang dalam laga penting persaingan gelar juara Liga Jerman.
Alonso hanya berharap, para pemain bisa melupakan momen terburuk sepekan terakhir. ”Dua kekalahan beruntun bukan sesuatu yang biasa untuk kami. Kami harus melupakan itu secepat mungkin. Kami harus percaya kepada diri kami lagi, percaya apa yang bisa terjadi (di laga kedua),” ujarnya.
Setelah takluk di kandang Bayern, Leverkusen kembali kalah 0-2 dari tim tamu Werder Bremen pada akhir pekan. Itu merupakan kekalahan beruntun pertama bagi mereka sejak musim 2023-2024. Alonso memang merotasi banyak pemain, tetapi kekalahan tetap bukan sesuatu yang baik.
Leverkusen sangat mampu membalikkan keadaan jika kembali ke bentuk terbaik. Masalahnya, selain percaya diri, mereka juga berpotensi kehilangan gelandang serang andalan Florian Wirtz. Pemain dengan koleksi gol dan asis terbanyak untuk tim itu ditarik keluar akibat cedera pada laga terakhir.
Keyakinan besar juga ditunjukkan gelandang veteran Leverkusen, Granit Xhaka. ”Jika kami mampu unggul cepat pada laga kedua, semua bisa terjadi. Saya tidak akan menyerah. Kami bisa mengalahkan Bayern. Kami hanya perlu memberikan segalanya,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/8992a1c65851ee9e785a5f0194853b92-APTOPIX_Germany_Soccer_Champions_League.jpg)
Leverkusen hanya perlu mengurangi kesalahan individu. Itu yang menyebabkan mereka kalah telak dari tim rival. Mulai dari blunder kiper Matej Kovar, pelanggaran bek sayap Nordi Mukiele yang berujung kartu merah, hingga pelanggaran bek tengah Edmond Tapsoba di kotak penalti.
Adapun sebelum laga itu, Leverkusen tidak pernah kalah dari Bayern dalam enam pertandingan terakhir dalam rezim Alonso. Mereka mencatat tiga kali menang dan tiga kali seri. Pertemuan Rabu nanti akan menjadi yang kelima kali bagi Leverkusen dan Bayern untuk musim ini.
Bayern lebih diunggulkan untuk lolos ke perempat final. Namun, kondisi mereka juga tidak terlalu baik. Tim asuhan Pelatih Kepala Vincent Kompany itu baru takluk dari VFL Bochum 2-3 di kandang sendiri pada akhir pekan. Pertahanan mereka tampak rapuh menghadapi tim dari zona degradasi.
Bayern akan bertamu tanpa kiper veteran Manuel Neuer yang cedera pada laga pertama. Kiper berusia 21 tahun, Jonas Urbig, akan mengambil alih. Urbig belum teruji karena Leverkusen gagal melakukan percobaan tembakan sejak sang kiper masuk. Adapun dia bermain penuh saat versus Bochum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/9e711d8271c8a23558bad5c16c980218-Germany_Soccer_Champions_League.jpg)
Laga versus Leverkusen merupakan debut bagi Urbig bersama tim senior Bayern. ”Saya tidak mau memberikan tekanan kepadanya. Kami terbiasa menggunakan pemain (pelapis) di setiap posisi. Ada saatnya tanpa (Harry) Kane atau (Joshua) Kimmich, sekarang tanpa Neuer,” kata Kompany.
Bagi Kane yang menyumbang dua gol di pertemuan pertama, timnya pantang untuk tampil pasif walaupun sudah unggul tiga gol. Bayern harus datang untuk menang. ”Mereka akan yakin bisa membalikkan keadaan. Kami harus bermain dengan pola pikir yang sama (seperti di kandang),” tuturnya.
Hanya ada satu kepastian yang bisa diambil dari laga kedua nanti, yaitu salah satu tim Jerman akan tersisih di fase awal babak gugur. Di sisi lain, tim Jerman lain yang tersisa Borussia Dortmund harus bertandang ke Lille setelah gagal menang di kandang. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan