Tunggal putra muda Indonesia tampil pada turnamen bulu tangkis Thailand Masters. Ajang ini menjadi peluang untuk mengasah diri pada turnamen BWF World Tour.
29 Jan 2025 20:46 WIB · Olahraga
BANGKOK, RABU — Mohammad Zaki Ubaidillah baru memenangi babak pertama turnamen bulu tangkis Thailand Masters. Meskipun masih berada di tahap awal, momen tersebut begitu berarti bagi sang atlet berusia 18 tahun.
Zaki mengalahkan pemain Malaysia, Justin Hoh, dengan skor 17-21, 21-12, 21-13, di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Rabu (29/1/2025). Setelah kehilangan gim pembuka karena selalu terburu-buru ingin meraih poin, hingga membuahkan banyak kesalahan, Zaki mengubah pola main pada gim kedua dan ketiga.
Selain lebih bersabar menanti kesempatan mendapat angka, dia memperbaiki akurasi pukulan, terutama saat berada dalam posisi bertahan. Dia tak sekadar mengembalikan smes tanpa arah yang bisa membuat kok jatuh di luar lapangan atau mempermudah lawan untuk menyerang kembali. Zaki juga memperbaiki kualitas pukulan bertahan untuk menetralkan serangan Hoh. Cara ini mengantarkan Zaki pada kemenangan.
Pada babak kedua, Zaki akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Singapura, Jia Heng Jason Teh. Namun, dia tak ingin berpikir tentang status lawan atau hasil yang diinginkan, tetapi akan fokus pada permainannya.
Pola pikir tersebut penting dibawa Zaki karena ajang itu menjadi pengalaman pertamanya tampil pada turnamen BWF World Tour. Thailand Masters, yang menjadi salah satu rangkaian Tur Asia pada awal 2025, adalah turnamen Super 300, level terendah dalam struktur BWF World Tour. Sebelum Thailand Masters, pebulu tangkis dunia bersaing pada turnamen lebih tinggi, yaitu di Malaysia Terbuka Super 1000, India Terbuka 750, dan Indonesia Masters 500.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/f1f7c7662c366f78de0df27196d4cca0-Zaki_R32_ThailandMasters2025_PBSI_20250129.jpg)
Zaki menjalani Thailand Masters sejak fase kualifikasi karena posisinya di peringkat ke-159 dunia tak cukup untuk membuatnya langsung tampil pada babak utama. Dia pun harus memenangi dua pertandingan babak kualifikasi lebih dahulu untuk menjalani persaingan babak utama.
Atlet yang dipanggil PP PBSI untuk menjadi anggota pelatnas pada 2025 ini adalah salah satu tunggal putra muda berpotensi. Pada 2024, dia menjuarai turnamen Indonesia Masters Super 100 di Pekanbaru, Riau.
Dalam persaingan yunior, untuk atlet berusia 18 tahun ke bawah, prestasi tertingginya adalah ketika mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala Suhandinata, kejuaraan dunia beregu campuran. Atlet binaan PB Djarum ini menjadi semifinalis pada kategori perseorangan.
Rasanya aneh melawan Lisa pada debut saya bersama Kak Gloria. Saya berterima kasih pada klub saya dan Cik Vita (Marissa, pelatih) yang masih percaya kepada saya. (Rehan Naufal Kusharjanto)
Oleh karena tak bisa bersaing lagi pada turnamen yunior, musim kompetisi 2025 pun menjadi masa transisi bagi Zaki untuk memasuki persaingan dengan level lebih tinggi. Berdasarkan pengalaman atlet lainnya, masa transisi ini memberi tantangan sangat besar.
Pitha Haningtyas Mentari, juara dunia yunior ganda campuran 2017 bersama Rinov Rivaldy, pernah menceritakan, dia harus berhadapan dengan pemain-pemain yang memiliki lebih banyak pengalaman pada masa transisi. Maka, meraih satu poin dalam setiap pertandingan pun terasa lebih sulit dibandingkan dalam persaingan di level yunior. Ketika berkali-kali tersingkir pada babak-babak awal, mereka harus menerimanya dengan mental wajib bangkit pada kesempatan lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/03/04/530bf433-c655-4274-936a-56438f7006e7_jpg.jpg)
Situasi tersebut akan dihadapi Zaki dan Alwi Farhan sejak tahun ini. Alwi, yang melaju ke babak kedua Thailand Masters 2025 setelah mengalahkan Rithvik Sanjeevi Satish Kumar 21-15, 21-18, memiliki bekal sebagai juara dunia yunior 2023.
Alwi dan Zaki menjadi bagian dari empat tunggal putra Indonesia yang tampil di Thailand Masters 2025, selain Yohanes Saut Marcellyno dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico juga melaju ke babak kedua, sedangkan Saut kalah dari unggulan kedua asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus, 11-21, 14-21.
Berdasarkan usia, Zaki, Alwi (19), dan Saut (21) bisa menjadi harapan Indonesia untuk menjadi penerus Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Adapun Chico akan memasuki usia 27 tahun pada Juni nanti.
Chico memperlihatkan potensi ketika menjadi finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2016. Akan tetapi, dia kesulitan menembus persaingan lebih tinggi. Dia memiliki gelar juara dari Taiwan Terbuka Super 300 dan Malaysia Masters Super 500, tetapi lebih sering tersingkir pada babak pertama atau kedua turnamen Super 750 dan 1000.
Potensi Zaki, Alwi, dan Saut yang harus dikembangkan menjadi sorotan Jonatan setelah kalah pada final Indonesia Masters di Jakarta, akhir pekan lalu. Jonatan menaruh perhatian pada ”adik-adiknya” tersebut karena terdapat rentang prestasi dan peringkat yang jauh antara dia dan Anthony dengan tunggal putra Indonesia lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/26/8453c6f7-7954-45da-a166-ec48c7de7a50_jpg.jpg)
Berdasarkan peringkat terbaru yang dirilis BWF pada 28 Januari, Jonatan berada pada posisi ketiga, diikuti Anthony di urutan ke-14. Chico menempati peringkat ke-32, sementara Alwi, Saut, dan Zaki berada di urutan ke-45, 66, dan 159. Menurut Jonatan, Zaki dan kawan-kawan harus diberi kesempatan lebih banyak untuk bertanding.
Pada ganda campuran, hadirnya delapan wakil membuat persaingan antara sesama pemain Indonesia tak terhindarkan. Enam di antara mereka bahkan harus bersaing pada babak pertama seperti yang dialami Rinov/Lisa Ayu Kusumawati saat melawan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.
Pertandingan yang dimenangi Rehan/Gloria dengan skor 18-21, 22-20, 21-15 tersebut menjadi persaingan pertama mantan pasangan, Lisa dan Rehan. Mereka berpartner sejak 2019 hingga akhirnya Rehan tak dipanggil lagi PBSI untuk menjadi anggota pelatnas pada 2025.
Rehan berlatih di PB Djarum dan berpasangan dengan Gloria yang sebelumnya bermain bersama Dejan Ferdinansyah. Adapun Dejan/Gloria berpisah karena Dejan bergabung ke pelatnas.
”Rasanya aneh melawan Lisa pada debut saya bersama Kak Gloria. Saya berterima kasih pada klub saya dan Cik Vita (Marissa, pelatih) yang masih percaya kepada saya. Terima kasih juga untuk Kak Gloria yang mau memulai lagi dari nol bersama saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Rehan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/c537ca31ab2481c1a51547fa87a2a921-RehanGloria2_R32_ThailandMasters2025_PBSI_20250129.jpg)
Dipasangkannya Rinov dan Lisa menjadi upaya PBSI untuk mencari ganda campuran baru yang bisa menembus persaingan elite dengan target besar meraih medali Olimpiade Los Angeles 2028. Saat ini, terdapat tujuh pasang ganda campuran di pelatnas utama yang merupakan hasil rotasi sejak Agustus 2024 dan Januari 2025. Semuanya turun di Thailand Masters.
Selain Rinov/Lisa, pasangan yang baru dibentuk pada 2025 adalah Dejan/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan menjadi lawan Rehan/Gloria pada babak kedua. Dejan/Fadia menang atas Leong Iok Chong/Ng Weng Chi (Makau) 21-15, 21-3.
Pada pertandingan lain, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memenangi ”perang saudara” atas Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata 18-21, 21-14, 21-15, dan akan berhadapan dengan Loo Bing Kun/Ho Lo Ee (Malaysia) pada babak kedua. Ganda campuran Indonesia yang juga akan tampi pada babak kedua adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Di tunggal putri, dua pemain Indonesia yang melewati babak pertama dengan kemenangan adalah Putri Kusuma Wardani dan Komang Ayu Cahya Dewi. Putri, yang menang atas Saloni Samirbhai Mehta 21-19, 21-11, akan melawan Kisona Selvaduray pada babak kedua. Adapun Komang akan berhadapan dengan Huang Yu Hsun setelah mengalahkan Tereza Svabikova 21-12, 21-11.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono