Zelenskyy siap memenuhi keinginan Trump untuk barter mineral tanah jarang Ukraina dengan dukungan AS dalam perundingan damai dengan Rusia.
08 Feb 2025 20:07 WIB · Internasional
KYIV, SABTU — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut terbuka keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memfasilitasi negosiasi perdamaian Ukraina dan Rusia dengan barter mineral tanah jarang. Proses perundingan berpotensi bakal lebih alot karena sebagian besar deposit mineral tanah jarang yang diinginkan Trump berada di wilayah Ukraina yang saat ini dikuasai Rusia.
”Jika kita berbicara tentang kesepakatan, mari kita buat kesepakatan. Kami akan mengupayakan hal itu segenap tenaga,” kata Zelenskyy dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters, Jumat (7/2/2025).
Logam mineral tanah jarang adalah kumpulan dari belasan bahan metal yang digunakan dalam produksi magnet. Nantinya, magnet ini akan dimanfaatkan untuk proses produksi kendaraan listrik, telepon pintar, dan benda-benda elektronik lainnya.
Badan Survei Geologi AS menyebut 50 mineral sebagai mineral penting bagi ekonomi dan pertahanan nasional AS, termasuk beberapa jenis mineral tanah jarang, nikel, dan litium. AS hanya punya satu tambang mineral tanah jarang. Kapasitas negara itu untuk memproses mineral tanah jarang juga sangat sedikit.
Ukraina disebut-sebut memiliki potensi uranium, litium, dan titanium. Walau begitu, besaran deposit yang dimiliki Ukraina tidak termasuk dalam lima besar dunia.
Dalam wawancara khusus dengan Reuters, Zelenskyy memperlihatkan peta yang sebelumnya dirahasiakan soal endapan besar tanah jarang dan mineral penting lain yang terkandung dalam bumi Ukraina. Deposit ini akan dimanfaatkan oleh Zelenskyy untuk mendapatkan kesepakatan.
”Kita perlu menghentikan Putin dan melindungi apa yang kita miliki. Wilayah Dnipro yang sangat kaya, Ukraina bagian tengah,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/06/23/8fb92c84-4fa0-41b0-87c8-228afecc7d60_png.png)
Zelenskyy menekankan perlunya jaminan keamanan seutuhnya bagi Ukraina dari sekutunya sebagai bagian dari proses penyelesaian apa pun.
Ia membuka peta potensi mineral, termasuk mineral tanah jarang, di atas meja di kantor presiden. Ia menunjuk sejumlah arena di atas peta sejumlah besar deposit mineral, termasuk sebidang tanah luas di timur yang ditandai dan mengandung tanah jarang. Sekitar setengahnya tampaknya berada di pihak Rusia di garis depan saat ini.
Zelenskyy mengklaim, Ukraina memiliki cadangan titanium terbesar di Eropa, yang penting untuk industri penerbangan dan luar angkasa, serta uranium, yang digunakan untuk energi nuklir dan senjata. Wilayah barat laut Ukraina yang jauh dari medan pertempuran diklaim memiliki deposit titanium yang besar.
Walau menyambut keinginan Trump, Zelenskyy menyatakan, pihaknya tidak mengusulkan untuk memberikan begitu saja kepemilikan dan pengolahan sumber daya alamnya pada AS. Dia menawarkan kemitraan yang saling menguntungkan.
”Orang Amerika paling banyak membantu dan karena itu orang Amerika harus mendapatkan yang paling banyak. Mereka harus mendapatkan prioritas ini dan mereka akan melakukannya. Saya juga ingin membicarakan hal ini dengan Presiden Trump,” kata Zelenskyy.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/28/63606bc2-2ff6-49f5-982c-9b144ab0acc0_jpg.jpg)
Zelenskyy mengatakan, Rusia mengetahui secara rinci lokasi sumber daya mineral Ukraina karena Moskwa telah melakukan survei dan pemetaan geologi pasca-kemerdekaan tahun 1991.
Tak hanya memberi lampu hijau untuk pemanfaatan mineral tanah jarang, Zelenskyy juga mengungkapkan rencana penyimpanan gas alam cair (LNG) bawah tanah AS di Ukraina. ”Saya tahu bahwa pemerintahan Trump sangat tertarik dengan hal itu. Kami siap dan bersedia untuk memiliki kontrak untuk pasokan LNG ke Ukraina. Tentu saja, kami akan menjadi pusat bagi seluruh Eropa,” katanya.
Sambutan Zelenskyy dan Ukraina ini muncul di tengah dorongan pemerintahan Trump agar Kyiv dan Moskwa mulai memikirkan perundingan perdamaian. Namun, sikap Trump membuat Zelenskyy apriori ketika taipan real estate itu menyatakan simpatinya terhadap keputusan Rusia menginvasi Ukraina. Zelenskyy mengingatkan agar pembicaraan damai tak boleh meminggirkan Ukraina.
Sikap Zelenskyy ini juga mendorong wacana pelaksanaan proses pemilu di Ukraina di lingkaran pemerintahan Trump. Dorongan ini disambut antusias oleh Moskwa yang menyebut mereka tidak akan mau berunding secara langsung dengan Kyiv karena menilai pemerintahan Zelenskyy tidak sah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/12/a7ab3987-0c94-4397-adba-296df7a2f037_jpg.jpg)
Wacana tidak sahnya pemerintahan Zelenskyy juga menjadi hitung-hitungan di Gedung Putih. Utusan Khusus Trump untuk Ukraina dan Rusia, Keith Kellogg, mengatakan, pemilihan presiden dan parlemen Ukraina yang selama masa perang telah ditunda perlu segera dilaksanakan.
”Sebagian besar negara demokrasi menyelenggarakan pemilihan umum di masa perang. Saya pikir, penting bagi mereka (Ukraina) untuk melakukannya,” kata Kellogg.
Masa jabatan Zelenskyy seharusnya berakhir pada tahun 2024. Namun, berdasarkan dekrit darurat militer tahun 2022, hal itu tidak bisa dilaksanakan.
Menurut rencana, Zelenskyy akan bertemu empat mata dengan Trump pekan depan. Namun, sebelumnya, Zelenskyy akan bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Jerman. Di Jerman, Ukraina berharap bisa membahas jaminan keamanan apa yang dapat diberikan negara-negara sekutunya untuk mencegah agresi berulang Rusia.
Saat menyambut Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Gedung Putih, Jumat, Trump mengatakan, pertemuan dirinya dengan Zelenskyy kemungkinan akan diadakan di Washington. Dia tidak akan pergi ke Ukraina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/0ba7bc5b96d31cd43e6765f1666d411e-Trump_US_Japan_127320453.jpg)
Trump menyatakan, atas nama kemanusiaan, perang di Ukraina harus diakhiri. ”Saya ingin melihatnya berakhir, hanya atas dasar kemanusiaan,” kata Trump mengenai invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung tiga tahun. ”Saya ingin melihat hal itu berakhir. Ini adalah perang yang konyol.”
Dalam kesempatan itu, Trump juga menyebut bahwa dia ingin berbincang langsung dengan Zelenskyy untuk membicarakan soal mineral tanah jarang dalam konteks keamanan aset sumber daya alam Ukraina.
Trump mengakui bahwa dirinya menginginkan sesuatu dalam jumlah yang sama sebagai imbalan atas dukungan AS. ”Kami ingin mereka menyamakan kedudukan,” katanya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Mahdi MuhammadEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan