Setelah memecat ribuan pekerja di sekitar 12 departemen dan lembaga federal, giliran Pentagon yang digoyang Trump. Sekitar 5.400 pekerja percobaan akan dipecat.
22 Feb 2025 10:31 WIB · Internasional
WASHINGTON, JUMAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus melanjutkan program efisiensinya. Kini giliran Departemen Pertahanan AS yang diobrak-abrik dengan memecat 5-8 persen tenaga kerja sipil. Yang terkena sekitar 5.400 pekerja baru yang tengah menjalani masa probasi. Pemecatan akan dimulai pekan depan.
Selain mengurangi pekerja, Trump juga tiba-tiba memecat Ketua Kepala Staf Gabungan AS Charles Q Brown Jr dan menggantikannya dengan Dan Caine yang baru-baru ini menjabat Direktur Asosiasi untuk Urusan Militer di Badan Pusat Intelijen AS (CIA). Pemecatan ini diduga terkait dengan upaya Trump menyingkirkan para pemimpin militer yang mendukung keberagaman dan kesetaraan dalam tubuh militer.
Pekerja probasi di Departemen Pertahanan AS atau Pentagon adalah mereka yang bekerja kurang dari satu tahun dan belum mendapatkan jaminan perlindungan pegawai negeri. Personel militer aktif tidak termasuk. Pentagon juga untuk sementara tidak akan merekrut pekerja. Staf dari Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di Pentagon sudah menerima daftar pekerja yang hendak dipecat, Jumat (21/2/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/4b46cd093fe0842b28b2726a0b377f45-063_2201118484.jpg)
”Pengurangan tenaga kerja sipil Dephan berkisar 5-8 persen diharapkan akan menghasilkan efisiensi dan memulihkan kesiapan dalam angkatan bersenjata,” kata Darin Selnick yang bertindak sebagai wakil menteri pertahanan untuk bidang personel dan kesiapan.
Pemerintahan Trump sudah memecat ribuan pekerja federal yang belum punya perlindungan pegawai negeri. Di Dinas Kehutanan, misalnya, ada 2.000 pekerja yang dipecat. Ada juga 7.000 orang di Dinas Pendapatan Internal yang terancam dipecat.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendukung pemangkasan pekerja tersebut. Dia meminta pemerintah tidak mempertahankan individu yang kontribusinya tidak penting. Pemangkasan akan dilakukan pada pekerja masa percobaan atau probasi yang berkinerja buruk.
Menurut Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS, Pentagon adalah lembaga pemerintah tergemuk. Pada tahun 2023, Pentagon memiliki 900.000 pekerja sipil penuh waktu. Hegseth sudah meminta Pentagon untuk mengidentifikasi program senilai 50 miliar dollar AS yang dapat dipangkas tahun depan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/e5717540-48b9-4636-b343-455754faeaaf_jpg.jpg)
Dana itu bisa dipakai untuk mendanai program-program prioritas Trump lainnya. Jumlah dananya mencapai sekitar 8 persen dari total anggaran militer. Hegseth mengatakan, DOGE yang dipegang Elon Musk akan punya akses luas untuk menghapus program-program pemerintahan sebelumnya di Pentagon.
DOGE akan bekerja untuk menemukan redundansi dan mengidentifikasi sisa-sisa terakhir dari prioritas pemerintahan Presiden AS Joe Biden, seperti keanekaragaman, kesetaraan, serta perubahan iklim. Hegseth mengatakan bahwa itu semua bukan prioritas utama dari misi pemerintahan Trump sehingga disingkirkan.
Musk yang memimpin pemecatan sebagian besar tenaga kerja federal memicu berbagai gugatan hukum. Namun, seorang hakim AS, Selasa lalu, menolak permintaan untuk memblokir sementara Musk dan DOGE dari upayanya memecat karyawan federal dan mengakses data lembaga. Ini terjadi setelah 14 negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat mengajukan gugatan yang menentang otoritas hukum Musk.
Trump tiba-tiba memecat Ketua Kepala Staf Gabungan AS Charles Q Brown Jr. Ia adalah seorang pilot pesawat tempur perwira yang disegani. Brown seharusnya masih bertugas hingga September 2027. Selama 16 bulan menjabat, Brown menghabiskan waktunya untuk menangani perang di Ukraina dan konflik Timur Tengah.
Pemecatan Brown, satu-satunya jenderal kulit hitam kedua yang menjabat kepala staf gabungan, akan mengguncang Pentagon. Seiring dengan pemecatan Brown, Trump akan mengganti lima posisi tingkat tinggi lainnya. Ini perombakan kepemimpinan militer AS besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump tidak menjelaskan alasannya saat mengganti Brown.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/42b4b787f8aefac50147de157ad1effe-000_36YD2R8.jpg)
Sebagai pengganti Brown, Trump memilih Dan ”Razin” Caine yang merupakan mantan pilot F-16 dan baru-baru ini menjabat di CIA. Menurut Undang-Undang Goldwater-Nichols tahun 1986, untuk memenuhi syarat sebagai seorang ketua kepala staf gabungan, seseorang harus sudah pernah menjabat sebelumnya sebagai wakil ketua, komandan tempur, atau kepala dinas. Namun, syarat ini dapat diabaikan jika ”presiden memutuskan tindakan tersebut diperlukan untuk kepentingan nasional”.
Peran ketua kepala staf gabungan ditetapkan pada 1949 sebagai penasihat presiden dan menteri pertahanan. Ini cara untuk menyaring semua pandangan kepala angkatan dan lebih mudah memberikan informasi ke Gedung Putih tanpa presiden harus menghubungi setiap angkatan.
Ketua kepala staf gabungan tidak memiliki wewenang komando yang sebenarnya. Selain memecat Brown, Trump juga akan mengganti Kepala Staf Angkatan Laut AS, sebuah posisi yang dipegang oleh Laksamana Lisa Franchetti, serta Wakil Kepala Staf Angkatan Udara dan advokat jenderal untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
(Reuters/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo H