Adnan/Indah langsung menantang peringkat satu dunia pada babak kedua Indonesia Terbuka 2026. Konsistensi performa mereka pun diuji.
02 Jun 2026 16:46 WIB · Olahraga
KOMPAS/DANU KUSWORO
JAKARTA, KOMPAS — Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, akan menghadapi ujian sesungguhnya pada babak kedua Polytron Indonesia Terbuka 2026. Bukan hanya karena Adnan/Indah akan menantang peringkat satu dunia pada babak tersebut, melainkan juga karena mereka akan menguji konsistensi performa di level tinggi.
Adnan/Indah langsung ditantang unggulan pertama yang juga peringkat satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), pada babak kedua Indonesia Terbuka, Rabu (3/6/2026). Adnan/Indah melangkah ke babak 16 besar setelah menaklukkkan Julien Maio/Lea Palermo (Perancis), 14-21, 21-19, 21-11, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa.
Seperti pada Indonesia Terbuka 2025, pertemuan Adnan/Indah dengan unggulan pertama turnamen seolah tak terhindarkan. Tahun lalu, Adnan/Indah bahkan langsung berhadapan dengan unggulan teratas, Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong), di babak pertama.
Adnan/Indah mampu mengatasi perlawanan Tang Chun Man/Tse Ying Suet lewat dua gim langsung, 24-22, 21-12. Kemenangan itu mengawali langkah mulus mereka hingga ke babak perempat final pertama di Indonesia Terbuka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/1c03f574c29ea87230881c636157794c-FAK_5751.jpg)
Bagi pasangan yang kini menghuni peringkat ke-19 dunia tersebut, babak delapan besar adalah pencapaian tertinggi tidak hanya di Indonesia Terbuka, tetapi juga di turnamen level Super 1000. Sebelum itu, mereka selalu terhenti di babak awal.
Adnan mengatakan, pencapaian tahun lalu yang diraih setelah mengalahkan unggulan teratas tersebut jadi motivasi tambahan untuk mereka tahun ini. Apalagi, Adnan mengungkapkan target mereka di Istora adalah meraih prestasi tertinggi, yakni menjadi juara.
”Itu menjadi motivasi saya untuk harus bisa melewati pencapaian tahun lalu. Kami ingin memaksimalkan kesempatan meskipun kita tahu persaingan sekarang lebih ramai,” kata Adnan.
Ujian Adnan/Indah bukan hanya karena mereka akan kembali bertemu unggulan teratas di Indonesia Terbuka, melainkan juga karena pertemuan itu turut menguji konsistensi performa di level tinggi. Apabila mampu meraih kemenangan, juara Thailand Masters 2026 ini otomatis mengulang pencapaian edisi 2025.
Kalau main di Indonesia itu senang karena ada penonton yang datang dan dukung. Jadi, rasanya ingin main terus setiap hari, ingin terus memberi yang terbaik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/02/c7021727-38dc-43c8-b58e-f92bb55a05c5.jpg)
Keinginan untuk melebihi babak perempat final atau bahkan memenuhi target juara pun menjadi mungkin jika Adnan/Indah mewujudkan konsistensi performa itu. ”Kalau main di Indonesia itu senang karena ada penonton yang datang dan dukung. Jadi, rasanya ingin main terus setiap hari, ingin terus memberi yang terbaik,” ujar Indah.
Namun, Adnan/Indah tak bisa bermain melawan unggulan teratas dengan performa yang sama seperti laga babak pertama. Ketegangan yang mereka rasakan pada awal gim turut memengaruhi penampilan. Adnan/Indah pun kesulitan mengeluarkan permainan dan akhirnya tertinggal.
Baru pada gim kedua, Adnan/Indah bisa bermain lebih agresif meski berkali-kali melakukan kesalahan dan nyaris terkejar. Mereka pun bukannya tanpa cela pada gim penentu. Akan tetapi, lawan melakukan kesalahan lebih banyak yang berbuah poin bagi wakil tuan rumah.
Adnan/Indah menyadari, faktor nonteknis masih memengaruhi permainan mereka. Saat unggul, ganda campuran yang dipasangkan pada 2024 selalu terburu-buru ingin menambah poin dan itu justru berbuah unforced error saat bermain. Problem ini pula yang mereka hadapi di Indonesia Terbuka 2025.
Adnan/Indah memenangi babak kedua dan kalah pada perempat final edisi 2025 dengan permainan yang tidak tenang. Akibatnya, mereka terkejar setelah sempat unggul dan banyak melakukan unforced error.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/35eb658da33e27758ca537802c5f5b07-FAK_6368.jpg)
Sementara Adnan/Indah harus mengatasi problem saat bertemu Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana membawa pulang masalah yang mereka hadapi sebagai pekerjaan rumah. Dejan/Bernadine tersingkir pada babak pertama setelah ditaklukkan Cheng Xing/Zhang Chi (China) lewat dua gim langsung, 10-21, 9-21.
Menurut Dejan, kemampuan mereka memang masih perlu ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan tingkat tinggi. Pada debut mereka sebagai pasangan di turnamen level Super 1000 seperti Indonesia Terbuka ini, Dejan/Bernadine kesulitan mencari solusi saat tertekan.
Ketika berusaha membalikkan keadaan, lawan menutup peluang itu dengan semakin menambah intensitas serangan. Alhasil, ganda campuran yang baru dipasangkan pada pertengahan 2025 ini mengakhiri laga tanpa solusi.
”Banyak pekerjaan rumah buat kami dari segi teknik dan pola permainan. Apalagi, level Super 1000 ini memang beda persaingannya,” kata Dejan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/02cd63271a961ea264882621ebaed8db-FAK_6832.jpg)
Bermain di level Super 1000 juga menyadarkan Dejan bahwa berpasangan dengan pemain yang lebih yunior seperti Bernadine tidaklah mudah. Selain diri sendiri yang harus meningkatkan kemampuan, pasangan juga harus menaikkan level permainannya. Sebelumnya, Dejan berpasangan dengan pemain yang lebih senior, Gloria Emanuelle Widjaja, dan rekan ”seangkatan”, Siti Fadia Silva Ramadhanti.
”Ternyata, tidak mudah berpasangan dengan pemain yang lebih yunior. Kemampuan sendiri harus ditingkatkan, begitu juga kemampuan partner harus naik. Latihannya tidak bisa sama lagi. Fokusnya harus sudah mengejar ke atas,” tuturnya.
Sementara itu, ganda campuran Indonesia lainnya, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, melaju ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat, Presley Smith/Jennie Gai (21-19, 21-13). Amri/Nita akan bertemu pemenang duel sesama ganda campuran Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dan Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra