PIALA DUNIA 2026

Afrika Selatan Mencetak Sejarah, ”Bafana Bafana” Kembali Milik Bersama

Afrika Selatan meraih satu-satunya jalan untuk bisa melaju ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya, yakni menaklukkan Korea Selatan.

25 Jun 2026 12:57 WIB · Olahraga

AP Photo/Sofia Yaker

Oleh Rebiyyah Salasah

MONTERREY, KAMIS — Hanya kemenangan satu-satunya jalan bagi Afrika Selatan untuk bisa lolos pertama kalinya ke babak 32 Piala Dunia. Afrika Selatan mampu mencapai jalan sejarah itu dan membalas kepercayaan penggemar yang telah merasa bersatu lagi dengan tim.

Saat wasit meniup peluit panjang, para pemain Afrika Selatan yang awalnya duduk di bangku cadangan langsung menyerbu lapangan. Mereka berpelukan dengan para pemain lainnya yang sudah terharu dan tersenyum karena kemenangan 1-0 atas Korea Selatan.

Gol Thapelo Maseko pada menit ke-63 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026), memastikan Afrika Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka keluar sebagai runner-up Grup A dengan koleksi empat poin dari tiga laga.

Quote

Kami bermain sangat bagus. Sangat sulit bagi Korea Selatan untuk menemukan ruang dan kami bertahan dengan baik.

Afsel menemani Meksiko yang sudah lolos lebih dulu dan menyingkirkan Ceko 3-0 pada laga terakhir. Adapun Korea Selatan, yang sebenarnya cukup bermain imbang agar melaju ke fase gugur, hanya bisa berharap kelolosan dari peringkat tiga terbaik.

Para pemain Afrika Selatan merayakan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026).
Para pemain Afrika Selatan merayakan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan di Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026).
Para pemain Afrika Selatan merayakan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan di Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026).
Pelatih Afrika Selatan Hugo Broos (tengah) berpelukan dengan staf kepelatihan selepas timnya memastikan kemenangan atas Korea Selatan pada pertandingan di Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026).

Dengan keberhasilan ini, Afrika Selatan menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak partisipasi di Piala Dunia 1998, 2002, dan sebagai tuan rumah pada tahun 2010, Afrika Selatan bisa lolos dari fase grup.

Skuad asuhan Pelatih Hugo Broos ini membalas kepercayaan para penggemar yang mulai tumbuh. Sejak kembali ke Piala Dunia setelah gagal lolos pada 2018 dan 2022, suporter telah merasa bersatu lagi dengan tim karena meyakini langkah tahun ini akan lebih jauh.

”Kami bermain sangat bagus. Sangat sulit bagi Korea Selatan untuk menemukan ruang dan kami bertahan dengan baik,” kata Broos, dikutip dari FIFA.

”Kami mencetak gol, dan kemudian 20 menit penuh ketegangan dan menunggu peluit akhir,” ujarnya lagi.

Penyerang Afrika Selatan, Tshepang Moremi, melepaskan tembakan dalam upaya mencetak gol pada pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 melawan Korea Selatan di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026). Foto oleh Yuri CORTEZ / AFP

Apa yang disampaikan Broos tidak berlebihan. Saat Korsel menguasai bola, Afsel tak memberi ruang bagi lawannya untuk mengembangkan permainan.

Dalam situasi itu, Korsel tampak tak bisa menemukan solusi atas kebuntuannya. Serangan mereka selalu gagal. Umpan silang dari sayap kerap terputus atau tanpa penerima. Upaya serangan dari tengah juga sering terjegal.

Korsel, misalnya, sempat membangun serangan yang solid lewat Son Heung-min dan Jens Castrop pada menit ke-57. Namun, tidak ada yang menyambut umpan silang Castrop yang melesat di depan gawang.

Pelatih Hong Myung-bo sebenarnya sengaja baru memasukkan Son pada paruh kedua dengan harapan bisa memanfaatkan kelelahan pemain Afsel. Namun, Son dan ”Kesatria Taeguk” tak menemukan ritme permainan terbaik mereka.

Pemain Korea Selatan, Son Heung-min (kanan) dan pemain Afrika Selatan, Khuliso Mudau, berebut bola pada pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026). (AP Photo/Moises Castillo)

Padahal, Korsel menguasai permainan dengan 68,5 persen, menurut catatan The Athletic. Angka ini tertinggi selama penampilan mereka di Piala Dunia 2026. Kendati dominan, Korsel hanya bisa melepaskan delapan tembakan, cuma tiga yang mengarah ke gawang.

Afsel mampu tampil lebih baik dari babak pertama yang kurang klinis walaupun melepaskan 10 tembakan. Ronwen Williams dan kawan-kawan juga bermain dengan gaya ofensif yang cepat dan tampil lebih baik ketimbang saat dikalahkan Meksiko 0-2 dan bermain imbang 1-1 kontra Ceko.

Gol ke gawang Korsel tercipta dari serangan balik cepat. Umpan Tshepang Moremi mampu menemui Maseko. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan seperti beberapa upaya sebelumnya, Maseko langsung melepaskan tembakan yang tak bisa digapai kiper Korsel, Kim Seung-gyu.

”Ini luar biasa, rasanya seperti mimpi. Kami melewati beberapa masa sulit, tetapi tim ini menunjukkan bahwa mereka mampu dan kuat,” ujar Maseko.

Afsel menjadi negara Afrika kedua yang lolos ke babak 32 besar. Mereka bergabung dengan semifinalis Piala Dunia 2022, Maroko. Pada fase gugur, Afsel akan bertemu peringkat kedua Grup B, Kanada.

Kepercayaan pendukung

Hasil ini membuat penggemar semakin merasa jadi bagian dari ”Bafana Bafana” lagi. Setelah serangkaian hasil buruk pada kualifikasi Piala Dunia, penggemar Afsel sempat apatis terhadap timnasnya.

Kepercayaan kepada tim perlahan tumbuh ketika mampu mengalahkan Mesir yang diperkuat Mohamed Salah di Piala Afrika 2019. Dua tahun berselang, penunjukan pelatih pemenang Piala Afrika bersama Kamerun, Hugo Broos, juga turut menambah kepercayaan itu.

South Africa goalkeeper Ronwen Williams (1) is embraced by supporters after the World Cup Group A soccer match between South Africa and South Korea in Guadalupe, near Monterrey, Mexico, Wednesday, June 24, 2026. (AP Photo/Sofia Yaker)

Lalu, raihan tiket ke Piala Dunia 2026 menjadi puncaknya. Pendukung Afrika Selatan, Emilio Hartogh, mengatakan, para penggemar kembali percaya dan mencintai timnya.

”Negara ini terobsesi dengan olahraga dan orang-orang yang mewakilinya. Namun, kami membutuhkan sesuatu yang nyata untuk didukung. Ketika itu terjadi, kita mengatakan, ’Bafana kaofela’, yang berarti, ’Kami semua adalah Bafana Bafana’,” ujar Hartogh kepada The Athletic.

Bola tendangan penyerang Afrika Selatan, Tshepang Moremi, bersarang di gawang Korea Selatan pada pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026). Foto oleh Yuri CORTEZ / AFP

Adapun Korsel masih harus menunggu dalam ketidakpastian sebagai peringkat ketiga. Hanya delapan tim teratas dari 12 tim yang finis di posisi ketiga grup yang bisa lolos ke babak 32 besar. Hingga laga kontra Afsel berakhir, Korsel menempati peringkat keempat dalam klasemen peringkat ketiga.

Pada Piala Dunia 2002 di Korsel dan Jepang, ”Kesatria Taeguk” menjadi tim Asia pertama yang mencapai babak gugur. Korsel juga lolos dari babak grup pada tahun Piala Dunia 2022 dan 2010. Pada dua edisi itu, mereka mampu mencapai babak 16 besar.

”Para pemain memberikan segalanya, tetapi kami kecewa karena kebobolan. Adapun hasil yang mengecewakan ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala,” ucap Hong.

Sementara itu, Meksiko berapi-api dengan menyapu bersih tiga laga fase grup. ”El Tri” akan berhadapan dengan tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, E, F, H, atau I. Lawan potensialnya adalah Skotlandia, Ekuador, atau Senegal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji