Teruskan Legasi Shin Tae-yong, Nova Arianto Antar ”Garuda Muda” ke Panggung Dunia

Pengaruh Shin Tae-yong terasa bagi Nova Arianto. Gaya bermain tim Indonesia U-17 amat kental dengan pendekatan timnas Indonesia di era Shin.

08 Apr 2025 18:37 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Pragmatis dan efisien. Dua kata itu pantas menarasikan performa tim U-17 Indonesia dalam pentas Piala Asia U-17 2025. Gaya bermain yang membawa ingatan nostalgia ketika tim nasional Indonesia diasuh Shin Tae-yong.

”Garuda Muda” asuhan Nova Arianto menyajikan penampilan yang to the point untuk mengejar target utama lolos ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, November 2025. Indonesia menunjukkan performa untuk menang dengan gaya pragmatis.

Nova memahami tantangan di level Asia tidak mudah. Itu membuat permainan Zahaby Gholy dan kawan-kawan bertransformasi dibandingkan ketika berlaga di Piala AFF U-16 2024.

Pada turnamen perdana itu, Indonesia bermain menyerang dengan hasil gagal memenuhi ekspektasi untuk meraih gelar juara. Mereka hanya mendapatkan medali perunggu di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.

Gaya bermain yang lebih mengutamakan hasil di atas segalanya mulai diperkenalkan Nova saat Garuda Muda bertarung di babak kualifikasi Piala Asia U-17 2025, Oktober 2024. Hasilnya, Indonesia bisa mengalahkan tuan rumah Kuwait dan menahan seri Australia. Koleksi empat poin itu mengunci tiket ke Arab Saudi 2025 dengan predikat salah satu tim peringkat kedua terbaik.

Penyerang Indonesia, Mierza Fijatullah, berduel dengan pemain belakang Yaman pada Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025), di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Indonesia menang 4-1, sehingga memastikan lolos ke Piala Dunia U-17 2025.

Permainan pragmatis yang mengutamakan pertahanan kokoh nan disiplin kian sempurna setelah digembleng selama lima bulan. Bandung (Jawa Barat), Yogyakarta (DIY), Dubai (Uni Emirat Arab), dan Jeddah (Arab Saudi) menjadi lokasi Nova dan staf pelatihnya mempersiapkan Garuda Muda sebelum bertarung di Piala Asia U-17 2025 setelah memastikan lolos ke babak utama.

Persiapan yang panjang dan tentu juga melelahkan bagi seluruh pemain berbuah hasil maksimal di ajang sesungguhnya. Indonesia mengalahkan kandidat juara, Korea Selatan, dengan skor 1-0, lalu membenamkan Yaman 4-1.

Dua hasil itu tentu di luar prediksi siapa pun yang mengikuti kiprah sepak bola Asia. Pasalnya, Garuda Muda adalah satu-satunya tim di Grup C Piala Asia U-17 2025 yang tidak menyabet predikat juara grup pada babak kualifikasi.

Indonesia bahkan masuk dalam pot keempat atau terakhir dalam proses pengundian. Namun, Indonesia justru bisa menjadi tim ketiga Asia yang memastikan lolos ke Piala Dunia U-17 2025 setelah Arab Saudi dan Uzbekistan dari Grup A.

Dengan kondisi itu, tidak heran Nova menerapkan permainan yang cenderung hati-hati dan mengutamakan pendekatan petandingan dari kekuatan lini belakang. Pada dua laga Grup C, Indonesia masing-masing hanya mencatatkan 32 persen dan 44 persen penguasaan bola.

Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto mengamati anak asuhannya berlatih di lapangan Pusat Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Senin (31/3/2025). Nova berambisi menjadi pelatih kedua Indonesia tampil di Piala Dunia U-17.

Rerata penguasaan bola yang inferior dari lawan seakan menjadi resep mujarab Indonesia untuk memetik hasil baik di pentas Asia. ”Guru” Nova, yaitu Pelatih Indonesia periode 2020-2024, Shin Tae-yong, telah mematenkan gaya permainan itu.

Nova yang mendampingi Shin dari sisi lapangan mulai dari Piala AFF 2020, Piala Asia 2023, Piala Asia U-23 2024, hingga kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah memahami betul pendekatan sepak bola terbaik bagi Indonesia. Tiga bek tengah yang bertransformasi menjadi lima bek arahan tim U-17 Indonesia serupa dengan gaya Shin.

Dalam sejumlah turnamen resmi di era Shin, Indonesia juga tidak pernah mencatatkan rerata penguasaan bola lebih dari 45 persen. Meski begitu, Shin mampu menancapkan histori baru bagi sepak bola Indonesia dengan menembus fase gugur Piala Asia 2023, lalu melaju hingga babak playoff Olimpiade 2024.

Nova menganggap para pemainnya patut mendapat apresiasi besar. Perjuangan mereka mulai dari masa persiapan hingga kerja keras di pertandingan adalah kunci Indonesia bisa merebut tiket ke Piala Dunia U-17 2025. Juga, lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025.

”Saya berterima kasih atas kerja keras pemain di pertandingan pertama dan kedua. Mereka menerapkan kemampuan mental, fisik, dan pemahaman taktikal yang luar biasa. Semoga kami bisa terus berkembang,” tutur Nova.

Tak ketinggalan, Nova juga berterima kasih kepada dukungan PSSI yang memberikan dukungan penuh kepada masa persiapan skuadnya. Laga uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri mewarnai pemusatan latihan tim U-17. Selain UEA dan Saudi, Evandra Florasta dan kolega juga menjalani latihan dan latih tanding di Spanyol (September 2024) dan Qatar (Oktober 2024).

Penyerang sayap Indonesia, Fadly Alberto, mencoba untuk menguasai bola pada laga menghadapi Yaman pada Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025), di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Fadly mencetak sebuah gol untuk kemenangan Indonesia.

Sangat efisien

Selain pertahanan kokoh yang belum kemasukan melalui permainan terbuka atau open play sejak babak kualifikasi Piala Asia U-17, performa lini serang Garuda Muda juga amat efisien.

Mereka menaklukkan Korsel melalui dua peluang terbaik yang didapatkan pada pengujung laga. Kemudian, dua gol awal ke gawang Yaman berasal dari dua tembakan tepat sasaran perdana di laga kedua.

Ketika menghadapi Korsel, koleksi lima tembakan total Indonesia amat timpang dari ”Pasukan Taegeuk” yang menciptakan 21 tembakan. Namun, pada laga melawan Yaman, lini serang Indonesia tampil lebih baik dalam kreasi peluang karena sama-sama menghasilkan 14 tembakan dengan tim Timur Tengah itu.

Serupa dengan timnas Indonesia di bawah kendali Shin. Setelah menahan gempuran lawan, Indonesia akan memaksimalkan strategi fast-break alias serangan balik cepat untuk menghukum pertahanan lawan.

”Tim bisa bermain dengan sangat baik untuk mengikuti instruksi pelatih kepala. Setelah menang melawan Korsel dan Yaman, kami juga bertekad mengalahkan Afghanistan,” ujar Gholy, penyerang sayap asal Persija Jakarta, yang mencetak sebuah gol dan satu asis pada laga menghadapi Yaman.

Evandra Florasta, gelandang Indonesia, memeluk Zahaby Gholy untuk merayakan gol pertama Indonesia ke gawang Yaman pada Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025), di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Indonesia menang 4-1 untuk memastikan lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025.

Walaupun masih menyisakan satu pertandingan di Grup C, Indonesia telah dipastikan menjadi satu-satunya tim non-unggulan—merujuk pot undian—yang bakal menduduki peringkat pertama babak penyisihan. Belum pernah Indonesia duduk di posisi teratas pada fase grup turnamen resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sejak pergantian milenium.

Kali terakhir dan catatan pertama tim Indonesia menduduki puncak fase awal turnamen AFC tercipta pada Piala Asia U-20 1970. Kala itu, tim remaja Indonesia yang dilatih Djamiat Dalhar bahkan mampu menembus partai puncak.

Tidak hanya menjadi juara grup, anak asuhan Nova juga berpeluang mencetak sejarah baru di ajang Piala Asia U-17. Pada edisi 1990, Indonesia pernah mampu lolos ke semifinal. Namun, turnamen saat itu hanya diikuti delapan tim sehingga langsung maju ke babak empat besar setelah lolos dari babak penyisihan.

Peluang Indonesia untuk menembus minimal ke semifinal amat terbuka. Garuda Muda akan jumpa runner-up Grup D yang dihuni Iran, Tajikistan, Korea Utara, dan Oman. Duel Tajikistan kontra Korut, Selasa (8/4/2025) malam WIB, akan menggambarkan calon lawan Indonesia di babak delapan besar.

Asisten Pelatih timnas Indonesia, Nova Arianto KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 08-09-2024

Nova dan anak asuhannya telah di ambang menciptakan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Prestasi itu perlu pula menyinggung pengaruh Shin kepada Nova, putra salah satu pelatih nasional berpengaruh, Sartono Anwar.

Tak bisa dimungkiri, inspirasi dari Shin telah menyempurnakan sentuhan kepelatihan Nova yang juga pernah merasakan pengaruh sejumlah pelatih lokal dan internasional hebat selama kariernya sebagai pemain. Nova pernah diasuh juru taktik, seperti Benny Dollo, Rahmad Darmawan, Jacksen F Tiago, dan Ivan Kolev.

Di tengah apresiasi terhadap Nova dan skuad Garuda Muda, kita perlu angkat topi lagi kepada Shin yang telah memberikan kesempatan kepada Nova untuk mendampinginya selama empat tahun. Meskipun Shin sudah tidak lagi menangani tim Garuda per Januari 2025, legasinya dibawa oleh Nova. Gamsahamnida, coach Shin!


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan