Alasan Town Hall Danantara Digelar Tertutup

Town Hall Danantara yang semula terbuka tiba-tiba diubah menjadi tertutup. Baru selepas pertemuan, Presiden Prabowo mengemukakan alasan pertemuan tertutup.

29 Apr 2025 10:11 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara yang semula terbuka tiba-tiba digelar tertutup saat Presiden akan memberikan arahan. Baru setelah acara Presiden mengemukakan alasannya yang menjadi pertimbangan mengapa acara digelar tertutup. Apa alasannya, dan apa saja yang dibahas dalam pertemuan?

Pertemuan yang diberi tajuk ”Town Hall Danantara” digelar di Jakarta, Senin (28/4/2025) sore. Selain Presiden Prabowo, acara ini juga dihadiri CEO Danantara Rosan P Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Pengawas Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta managing director dan anggota dewan komite Danantara Indonesia. Di luar itu, hadir pula sebagai peserta pertemuan antara lain para pejabat badan usaha milik negara (BUMN) se-Indonesia.

Dalam undangan tertera bahwa pertemuan akan berisi penyampaian arah strategis BPI Danantara. Dalam daftar acara, selain penyampaian pidato Rosan Roeslani, terdapat arahan Presiden Prabowo selama sekitar satu jam yang dilanjutkan dengan tanya jawab dengan durasi yang sama.

Namun, selepas Rosan memberikan pidato pembuka dan Presiden Prabowo menuju podium untuk menyampaikan arahannya, pembawa acara meminta semua wartawan keluar ruangan tanpa alasan jelas. Siaran langsung di kanal resmi Sekretariat Presiden yang sebelumnya sempat menampilkan pidato Rosan ataupun video-video pembuka acara segera dihentikan. Mengapa demikian?

Presiden Prabowo Subianto bersiap memberikan arahan kepada direksi BUMN dalam Pertemuan Terbuka Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara yang awalnya terbuka berlangsung tertutup saat presiden akan memberikan arahannya. Danantara Indonesia adalah suoerholding yanh mengelola aset badan usaha milik negara senilai Rp 14.700 triliun demi membiayai proyek strategis tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kompas/Hendra A Setyawan

Baru selepas pertemuan, Prabowo menjelaskan alasan mengapa pertemuan itu tetiba digelar tertutup.

”Ya, tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi itu. Enggak enak ’kan ditegur di depan kalian,” kata Presiden Prabowo saat sesi wawancara cegat dengan wartawan seusai acara.

Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana ikut menjelaskan. Menurut dia, tertutupnya materi pertemuan yang dihadiri Presiden sebagai pola yang biasa. ”Seperti tadi (Senin siang), pertemuan dengan para pengusaha Korea juga hanya liputan di awal. Setelah itu ada keterangan pers dari menteri,” tuturnya kepada wartawan melalui pesan tertulis, Senin sore.

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan seusai menyampaikan arahan kepada para direksi BUMN di acara Town Hall Danantara, JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Tak semata mengemukakan alasan pertemuan digelar tertutup, Presiden juga blak-blakan menyampaikan inti materi arahannya dalam ”Town Hall Danantara” tersebut.

Menurut Presiden Prabowo, dalam pertemuan dirinya meminta semua direksi BUMN meninggalkan praktik tata kelola menyimpang. Evaluasi atas kinerja direksi BUMN juga akan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi, kepatutan, dan komitmen pengelolaan Danantara seiring dengan target besar yang dibebankan kepada lembaga ini.

”Atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik, tinggalkan praktik-praktik zaman dulu. Mungkin yang kurang efisien atau ada praktik-praktik yang enggak benar harus ditinggalkan,” kata Presiden saat wartawan menanyakan apa arahan yang disampaikan kepada pimpinan BUMN yang hadir.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kiri), Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ketiga kiri), dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menghadiri Pertemuan Terbuka Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara yang awalnya terbuka berlangsung tertutup saat presiden akan memberikan arahannya. Danantara Indonesia adalah suoerholding yang mengelola aset badan usaha milik negara senilai Rp 14.700 triliun demi membiayai proyek strategis tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kompas/Hendra A Setyawan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan tugas evaluasi kinerja direksi BUMN kepada manajemen Danantara.

”Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya. Wataknya, akhlaknya, dan prestasinya. Kalau dia tidak berprestasi, malas-malasan, melakukan praktik-praktik yang enggak benar, menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti,” kata Presiden dalam wawancara cegat seusai acara.

Penggantian direksi, menurut Presiden, bisa dilakukan dengan mempromosikan para pegawai yang ada di dalam BUMN sepanjang mereka berprestasi. Namun, bila tidak ada, manajemen Danantara bisa memilih para ahli. ”Tetapi, tidak boleh yang tidak profesional,” ujarnya.

Selain itu, Presiden meminta supaya pemilihan direksi baru tidak menggunakan pertimbangan suku, agama, ras, dan latar belakang partai politik. ”Tidak. Ini harus anak-anak Indonesia yang bekerja sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia,” katanya.

Infografik Profil Danantara

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa Danantara adalah kekayaan bangsa Indonesia dan harus dikelola sebaik-baiknya dengan sistem yang transparan dan sangat ketat. Danantara pun disebutnya bisa mendorong kebangkitan Indonesia.

Presiden menyebut aset Danantara akan segera menembus 1 triliun dollar AS. ”Kita hitung aset-aset kita, ternyata kita kaya, mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dollar AS dan kalau dikelola dengan baik, ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita. Pendekatan saya seperti itu,” katanya.

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa angka 1 triliun dollar AS berasal dari total nilai aset dan valuasi 844 perusahaan yang merupakan BUMN, anak usaha, cucu usaha, hingga cicit usaha, senilai sekitar 980 miliar dollar AS, serta nilai aset Kementerian Sekretariat Negara di kawasan Senayan, Jakarta, yang delapan tahun lalu mencapai sekitar 25 miliar dollar AS.

Ia mengungkapkan arahan Presiden untuk meningkatkan kompetensi, kepatutan, dan komitmen lembaga pengelola investasi tersebut. Arahan ini muncul seiring dengan target besar Danantara untuk meningkatkan imbal hasil dari investasi yang dikelola. Rosan menekankan pentingnya penerapan prinsip good governance, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan dalam setiap langkah Danantara ke depan.

Warga melintas di depan Gedung Danantara yang berada di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara merupakan lembaga superholding yang akan mengelola kekayaan negara hingga ribuan triliun rupiah. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO 25-02-2025

Selain itu, Rosan juga menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya integritas di dalam lembaga ini. ”Orang-orang di dalam Danantara harus bersih. Hal-hal tidak patut di masa lalu tidak akan terulang kembali. Harus dipilih benar-benar orang yang profesional, orang yang bersih,” ujar Rosan.

Ia menambahkan, Danantara memiliki target jelas untuk mendorong perekonomian yang dapat menyejahterakan rakyat. ”Kita sudah sampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa tidak ada toleransi terhadap korupsi,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari