TENIS

Juara Perancis Terbuka, Alexander Zverev Melepas Beban

Alexander Zverev akhirnya menjuarai Grand Slam pertama dalam usia 29 tahun. Dia meraih gelar dari turnamen Perancis Terbuka.

08 Jun 2026 07:56 WIB · Olahraga

AP Photo/Christophe Ena

Oleh Yulia Sapthiani

Begitu memenangi poin terakhir, Alexander Zverev telentang di atas lapangan tanah liat oranye Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis, Minggu (7/6/2026). Beban berat bagai lepas dari bahunya dengan gelar juara dari turnamen tenis Perancis Terbuka.

Saking lamanya telentang sambil terisak menangis, lawan yang dikalahkannya, Flavio Cobolli, menghampiri untuk memeluknya. Cobolli memberi ucapan selamat setelah Zverev memenangi final tunggal putra itu dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5), 6-1 dalam pertandingan selama 4 jam 16 menit.

Kenangan beberapa tahun sebelumnya kembali ke ingatan Zverev saat dia telentang dengan status juara Grand Slam. Butuh 44 turnamen—Zverev bermain sejak babak kualifikasi pada tiga turnamen awal—sejak debut di Amerika Serikat Terbuka 2014 hingga ia akhirnya menjuarai turnamen level tertinggi dalam persaingan tenis profesional.

Sebelum Zverev, hanya ada Goran Ivanisevic yang harus menunggu lebih lama untuk meraih gelar pertama Grand Slam. Butuh usaha dalam 48 turnamen hingga akhirnya menjuarai Wimbledon 2001 dalam usia 29 tahun 299 hari. Adapun Zverev menjuarai Perancis Terbuka pada usia 29 tahun 48 hari.

APTOPIX French Open Tennis

Di antara 43 turnamen sebelumnya, ada momen di Perancis Terbuka 2022 dan 2024 yang paling melekat dalam ingatan.

Saat itu, di lapangan yang sama saat juara, dia mengalami cedera pergelangan kaki kanan, terjatuh ke tanah, merintih kesakitan sebelum didorong keluar lapangan dengan kursi roda dalam semifinal melawan Rafael Nadal pada 2022. Zverev tak dapat melanjutkan pertandingan pada set kedua.

Dua tahun kemudian, dia menyia-nyiakan kesempatan terbesar ketika berhadapan dengan Carlos Alcaraz di final. Zverev merebut dua set, tetapi kehilangan tiga set berikutnya.

”Semua emosi keluar karena lapangan ini sangat istimewa bagi saya. Istimewa dalam arti yang sangat positif, tetapi juga istimewa dalam arti negatif. Saya mengalami beberapa momen terberat dalam hidup saya di sini,” kata Zverev.

French Open Tennis

”Saya terbaring di lapangan ini dengan cedera yang saya tidak tahu apakah saya akan pulih sepenuhnya. Saya kalah di final Grand Slam di sini. Jadi, semua kenangan itu bagi saya tidak terhapus. Kenangan itu masih bersama saya, tetapi kemenangan ini akan mengalahkan semuanya,” lanjutnya.

Saat melawan Cobolli, Zverev bahkan tetap kesulitan. Setelah Zverev unggul dua set, Cobolli, yang bahkan belum pernah memenangi perempat final Grand Slam sebelumnya, membawa pertandingan berjalan hingga lima set.

Quote

Potensi Zverev menjadi nama berikutnya dalam daftar juara Grand Slam setelah era Djokovic dan Nadal sudah terlihat sejak delapan tahun lalu.

Namun, pada akhirnya, Zverev bisa mendominasi permainan pada set kelima karena Cobolli kehabisan tenaga.

”Dia pantas mendapatkannya lebih dari saya di akhir pertandingan,” kata Cobolli, menambahkan bahwa dia diperlambat oleh keram.

French Open Tennis

Selain final 2024, momen tahun ini adalah peluang terbaik bagi Zverev untuk juara. Tak ada petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, sejak babak ketiga, diikuti oleh tersingkirnya Noak Djokovic pada babak ketiga. Tidak ada pula Alcaraz yang merebut kesempatan besar baginya pada final 2024. Alcaraz absen karena cedera pergelangan tangan kanan.

Ketika Cobolli gagal melakukan pukulan overhead pada match point kedua lawannya, Zverev bergabung dengan beberapa nama yang merebut gelar pertama Grand Slam dalam final keempat. Mereka adalah Andre Agassi, Goran Ivanisevic, dan Dominic Thiem yang mengalahkan Zverev di final AS Terbuka 2020. Kekalahan lain di final bagi Zverev dialami di Australia Terbuka 2025.

Atlet muda terbaik

Potensi Zverev menjadi nama berikutnya dalam daftar juara Grand Slam setelah era Djokovic dan Nadal sudah terlihat sejak delapan tahun lalu. Di antara rekan-rekan seangkatannya, seperti Stefanos Tsitsipas dan Andrey Rublev, Zverev adalah yang terbaik.

Petenis Jerman ini bahkan bisa menembus turnamen Final ATP 2017 pada usia 20 tahun dan menjuarainya pada 2018 dan 2021. Padahal, Final ATP hanya diikuti delapan petenis dengan penampilan terbaik sepanjang tahun. Pada Final ATP 2018, Zverev mengalahkan Roger Federer di semifinal, lalu Djokovic pada partai puncak.

Alexander Zverev melancarkan servis dalam final tunggal putra Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Minggu (7/6/2026). Zverev meraih gelar pertama Grand Slam setelah mengalahkan Flavio Cobolli.

Kemampuan itu seharusnya bisa membawa dia ke podium Grand Slam lebih cepat, apalagi Zverev mempunyai 24 gelar juara, termasuk tujuh (dari 13 final) dari ATP Masters 1000.

Zverev berkali-kali mengatakan bahwa dia akan menjuarai Grand Slam. Ketika Federer pensiun pada 2022, dia bahkan berani menyebut akan menjadi bagian dari ”Big Three” bersama Nadal dan Djokovic, untuk menggantikan Federer.

Kekuatan baru

Namun, alih-alih mewujudkan ucapannya itu, kekuatan baru datang. Alcaraz dan Sinner menyalipnya dengan mendominasi Grand Slam sejak 2024. Saat ini, Alcaraz memiliki tujuh gelar Grand Slam dan Sinner dengan empat gelar.

Zverev juga dirundung masalah hukum karena melakukan kekerasan pada mantan kekasihnya. Pada momen final Australia Terbuka 2025, seorang penonton di stadion meneriakkan nama dua mantan pacar yang menuduhnya melakukan kekerasan fisik.

French Open Tennis

Satu kasus diselesaikan berdasarkan kesepakatan antara jaksa Jerman, pengacara Zverev, dan mantan rekannya. ATP Tour menyelidiki kasus lain dan menyimpulkan tidak ada cukup bukti.

Maka, trofi The Musketeers yang didapatnya di Roland Garros bagai membayar semua perjalanan pahitnya. ”Trofi ini bagi saya sangat penting karena jika saya kalah, kepercayaan diri saya akan turun drastis. Namun, sekarang setelah saya memenanginya. Saya merasa bisa melakukannya lagi,” katanya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan