PERANG TIMUR TENGAH

Pakistan: Kesepakatan Awal AS-Iran Diteken dalam 24 Jam

Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran secara elektronik. Namun, Iran menyatakan kesepakatan tidak akan ditandatangani pada Minggu.

13 Jun 2026 20:48 WIB · Internasional

AFP/ATTA KENARE

Oleh Helena Fransisca Nababan

ISLAMABAD, SABTU — Pakistan mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka kerja untuk kesepakatan perdamaian guna mengakhiri perang. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Sabtu (13/6/2026), mengatakan, kesepakatan awal diperkirakan ditandatangani dalam 24 jam ke depan.

Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan secara digital untuk kesepakatan AS-Iran. Penandatanganan akan diikuti pembicaraan teknis pekan depan.

Pada hari yang sama, Iran mengumumkan rangkaian pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dimulai pada 4 Juli. Jenazah Khamenei akan dimakamkan pada 9 Juli di kota kelahirannya, Mashhad di timur laut Iran.

”Kita semakin dekat dengan kesepakatan perdamaian dibandingkan sebelumnya. Dengan finalisasi yang kemungkinan besar terjadi dalam 24 jam ke depan, Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik kesepakatan perdamaian segera setelahnya,” tulis Sharif di X.

”Kami yakin kesepakatan perdamaian bersejarah ini akan membentuk fondasi yang kuat untuk perdamaian abadi,” imbuhnya.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, kesepakatan awal itu tidak akan ditandatangani pada Minggu. ”Kami harus menunggu dan melihat waktu pasti penandatanganannya meski bukan besok,” kata juru bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baqaei, menurut kantor berita IRNA.

In this photo released by the Pakistan Prime Minister Office, Prime Minister Shehbaz Sharif, left, greets Iran's Foreign Minister Abbas Araghchi before their meeting in Islamabad, Pakistan, Saturday, April 25, 2026. (Pakistan Prime Minister Office via AP)

Pada Jumat, AS dan Iran memberi sinyal bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah dekat. Seorang pejabat senior Pemerintah AS mengatakan, kedua belah pihak telah menyepakati teks tersebut. Washington berharap aka itun menandatangani kesepakatan awal dalam beberapa hari mendatang.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Jumat, mengatakan, meskipun perubahan dalam kesepakatan masih mungkin terjadi, perjanjian sementara menunjukkan bahwa negaranya telah muncul lebih kuat dari konflik tersebut. ”Iran adalah pemenang perang dengan AS,” katanya dalam siaran televisi pemerintah.

Sumber-sumber yang terlibat dalam pembicaraan mengungkapkan, nota kesepahaman yang diusulkan berisi seruan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Negosiasi mengenai program nuklir Iran akan dilakukan setelah itu selama periode 60 hari.

Seorang pejabat AS lainnya yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada wartawan, kesepakatan tersebut memenuhi tujuan inti Donald Trump. Pejabat itu juga mengatakan, ”Kesepakatan juga menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat, sangat baik.”

Dalam rancangan kesepakatan yang dijelaskan kepada Reuters oleh beberapa sumber terungkap, sebagai imbalan atas pembukaan Selat Hormuz, AS akan mulai melepaskan aset Iran senilai miliaran dolar AS yang dibekukan. AS juga akan mencabut sanksi atas ekspor minyaknya.

A person stands on shallow water as cargo and commercial vessels are anchored in the Strait of Hormuz off Bandar Abbas, Iran, Monday, June 8, 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Araghchi mengatakan, Iran bersama Oman akan mempertahankan kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Sebelum perang, selat itu melayani pengiriman seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis menyambut baik kemajuan pembicaraan AS dan Iran yang dimediasi Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan, Pakistan dan Swiss sepakat untuk tetap menjalin kontak erat.

Pemakaman Ali Khamenei

Di Teheran, pengumuman tanggal pemakaman mendiang Ali Khamenei disiarkan melalui stasiun televisi milik Pemerintah Iran, IRIB. Ali Khamenei gugur dalam serangan udara gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Awalnya, pemakaman Ali Khamenei dijadwalkan pada Maret. Namun, pemakaman kemudian ditunda tanpa batas waktu karena perang yang terus berkecamuk. Menurut pejabat Iran, pemakaman Ali Khamenei terkendala logistik untuk menangani sejumlah besar orang yang diperkirakan akan hadir.

Pada Selasa (2/6/2026), Wakil Wali Kota Teheran Mohammad Amin Tavakoli-Zadeh mengatakan, pemakaman akan diawali dengan tiga hari upacara publik. Rangkaian acara pemakaman akan dimulai di Teheran pada 4 Juli, kemudian di kota suci Qom pada 7 Juli, dan diakhiri pemakaman di kota suci Mashhad pada 9 Juli.

Tavakoli-Zadeh menambahkan, upacara pemakaman di Teheran akan berlangsung setidaknya 24 jam. Di ibu kota, pihak berwenang sedang mempersiapkan kehadiran hingga jutaan orang.

Sepeninggal Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai penggantinya. Namun, sampai hari ini Mojtaba belum terlihat di depan umum sejak mengambil alih peran ayahnya.

Gadis-gadis memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dan mendiang ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, saat mereka menyaksikan upacara pernikahan massal di Teheran, Iran, Senin (18/5/2026).

AP/Vahid Salemi

Skeptis

Terlepas dari perkembangan terbaru kesepakatan damai AS-Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan terlibat. Netanyahu telah berselisih dengan Trump dalam beberapa pekan terakhir soal perang di Iran. AS menuntut Israel membatasi aksi militer di Lebanon untuk memungkinkan Washington mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Di jalan-jalan Teheran muncul keraguan warga bahwa kesepakatan itu akan mencapai garis akhir. ”Saya rasa tidak akan ada kesepakatan dalam waktu dekat. Saya tidak percaya kata-kata mereka,” kata Saeed Sadeghi, warga Teheran.

Warga di Tobekabon bernama Ali, yang hanya memberikan satu nama, menuturkan, ada atau tidak ada kesepakatan, rakyat Iran akan menderita. ”Kedua hasil tersebut tidak menguntungkan rakyat,” katanya.

Adapun kemajuan atas perundingan kesepakatan diikuti dengan peningkatan tajam permusuhan di kawasan Teluk sepanjang akhir pekan ini. Israel-Iran baku tembak. AS menyerang target di Iran dan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Setelah berita tentang kemajuan perundingan, pasar saham global naik dan harga minyak turun. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 3 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji