Dua final dan dua kali kalah dialami Rehan/Gloria dalam turnamen di Jerman Terbuka dan Orleans Masters. Kini, mereka harus memulihkan diri untuk All England.
09 Mar 2025 20:59 WIB · Olahraga
ORLEANS, MINGGU — Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja kalah dalam dua final beruntun pada masa awal duet mereka dalam turnamen bulu tangkis internasional. Tantangan selanjutnya adalah bersaing di arena All England.
Kesempatan yang kedua itu mereka dapat dalam final turnamen Orleans Masters di Palais des sports Jean Ros, Orleans, Perancis, Minggu (9/3/2025), setelah mencapai laga puncak Jerman Terbuka sepekan sebelumnya. Dalam final di Orleans, Rehan/Gloria kalah dari Jesper Toft/Amelie Magelund dengan skor 17-21, 13-21. Pasangan Denmark itu juga mengalahkan pemain Indonesia lainnya, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, pada babak kedua.
Dalam final yang berlangsung pada partai pertama, Rehan/Gloria kerap kesulitan menghadapi serangan lawan. Apalagi dengan tinggi tubuh sekitar 2 meter, Toft bisa menyerang dengan smes yang tak hanya sangat kencang, tetapi juga dengan sudut tajam. Beberapa kali kok dari smes Toft memantul di lapangan Rehan/Gloria dengan deras.
Rehan/Gloria sebenarnya berusaha membuat lawan tak banyak menyerang dengan jarang melakukan pukulan tinggi ke arah Toft. Akan tetapi, taktik ini sulit dilakukan konsisten sepanjang pertandingan. Sebelum permainan berkembang, Toft/Magelund berkali-kali menghentikan adu pukulan pada awal perebutan poin.
Hasil dua minggu ini menjadi modal yang baik untuk ke All England. Semoga kami bisa kembali fit dan bermain dengan maksimal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/18ca08206ebe56e0b8a407bf13bd4346-WhatsApp_Image_2025_03_09_at_19.04.53_1_.jpeg)
Meski kalah dalam dua final, perjalanan Rehan/Gloria pada awal kerja sama mereka cukup baik. Mereka menjalani debut dalam turnamen Thailand Masters, 28 Februari-2 Maret, dan tersingkir pada babak kedua. Setelah itu, mencapai dua final dalam Tur Eropa walaupun pada turnamen Super 300.
Hasil tersebut setidaknya bisa menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk bersaing pada ajang lebih besar, yaitu All England, di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, 11-16 Maret. Apalagi, atlet-atlet terbaik dunia dari semua nomor akan bersaing pada turnamen Super 1000 tersebut dan Rehan/Gloria menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada nomor ganda campuran.
Dengan level tersebut dan status sebagai turnamen bulu tangkis tertua di dunia—digelar sejak 1899—All England menjadi ajang paling prestius. Gelar juara dari All England biasanya menjadi tolok ukur prestasi pebulu tangkis selain dari Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
”Hasil dua minggu ini menjadi modal yang baik untuk ke All England. Semoga kami bisa kembali fit dan bermain dengan maksimal,” komentar Rehan.
Pemulihan yang tepat menjadi pekerjaan rumah Rehan/Gloria setelah bertanding hingga ke final dalam dua turnamen beruntun. Meskipun hasil akhir dalam kejuaraan besar sering kali tak menjadi patokan bagi pasangan baru, Rehan/Gloria tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tampil di All England. Untuk itu, mereka harus mengatur waktu istirahat dan asupan makanan sebagai bagian dari pemulihan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/3546c671c5c4509691c0434d435d942a-WhatsApp_Image_2025_03_09_at_19.04.52.jpeg)
Rehan/Gloria dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang juga bermain di Orleans Masters, akan menyusul pemain Indonesia lainnya yang telah tiba di Birmingham pada Sabtu malam waktu setempat.
Berdasarkan undian yang dirilis pada 3 Maret, Rehan/Gloria akan berhadapan dengan unggulan kedua, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, pada babak pertama. Jika menang, mereka berpeluang bertemu kembali dengan Toft/Magelund. Sebagai bekal untuk All England, Rehan/Gloria bertemu kedua pasangan itu di Orleans. Mereka mengalahkan Chen/Toh pada babak kedua.
Pada nomor lain, pemain-pemain Korea Selatan mendapatkan gelar juara dari An Se-young dan Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (ganda putri). Gelar juara ganda putri bahkan didapat melalui final sesama pemain Korea Selatan.
Negara yang mempunyai kekuatan dari tunggal putri dan nomor-nomor ganda ini juga memiliki wakil pada final ganda putra. Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju berhadapan dengan wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Adapun gelar juara tunggal putra diperebutkan Lin Chun Yi dan wakil tuan rumah, Alex Lanier.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti