Kejuaraan Asia menjadi agenda besar pebulu tangkis Indonesia pada April. Meski hanya berlevel Asia, persaingan sama beratnya dengan level dunia.
01 Apr 2026 20:26 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
JAKARTA, KOMPAS – Alwi Farhan tampil konsisten pada tiga bulan pertama 2026. Performa dari turnamen BWF World Tour level Super 300 hingga 1000 menjadi bekal pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu untuk mencapai target meraih medali dari Kejuaraan Asia.
Kejuaraan Asia kategori individu, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan pada 1962, akan digelar di Ningbo, China, 7-12 April pada tahun ini. Sama seperti Kejuaraan Dunia, peserta salah satu kejuaraan kontinental ini ditentukan berdasarkan peringkat. Maka, ada kuota dari masing-masing nomor untuk setiap negara berdasarkan posisi atlet-atletnya dalam daftar peringkat Asia.
Indonesia meloloskan 17 wakil dari lima nomor, termasuk tiga wakil tunggal putra. Mereka adalah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Mohammad Zaki Ubaidillah.
Jonatan lolos untuk kedelapan kali sejak pertama kali tampil dalam Kejuaraan Asia 2016. Hasil terbaiknya adalah ketika menjadi juara pada 2024. Alwi akan tampil untuk kedua kali setelah 2025, adapun Zaki akan menjalani debut. Berbeda dengan kedua seniornya, Zaki akan memulai penampilan dari babak kualifikasi dalam format round robin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/cd8517824f22de82d188962c511e143e-IMG_3259.JPG)
Selain atlet yang langsung tampil di babak utama dalam sistem gugur, Kejuaraan Asia menggelar fase kualifikasi dengan format berbeda. Peserta kualifikasi dibagi dalam empat grup dan harus menjadi juara grup untuk bersaing pada babak utama. Selain Zaki, atlet Indonesia lain yang akan memulai perjalanan dari fase ini adalah tunggal putri, Thalita Ramadhani Wirjawan.
Alwi akan bermain di Ningbo setelah tampil dalam lima turnamen BWF World Tour pada Januar-Maret. Atlet berusia 20 tahun itu memulai kompetisi 2026 dengan kekalahan pada babak pertama Malaysia Terbuka Super 1000, tetapi, setelah itu performanya naik dan konsisten.
Juara dunia yunior 2023 tersebut menjuarai Indonesia Masters Super 500, mencapai semifinal Thailand Masters Super 300, perempat final All England Super 1000, dan menjadi finalis Swiss Terbuka Super 300. Alwi mengatakan, kunci performa konsistennya adalah selalu percaya diri dan membawa pola pikir positif setiap bertanding.
Faktor nonteknis tersebut, ditambah dengan kemampuan teknis dan kondisi fisik yang baik, akan menjadi modal Alwi untuk bermain di Kejuaraan Asia. Alwi menargetkan meraih medali yang artinya dia harus mencapai hasil, minimal, semifinal.
“Targetnya meraih medali. Tidak terlalu muluk, tetapi bisa dikejar, bisa diusahakan meski tidak akan mudah,” kata Alwi setelah berlatih di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan pengalamannya tampil dalam Kejuaraan Asia 2025 dan ajang BWF World Tour, Alwi menilai, persaingan di Ningbo akan berlangsung menarik. Apalagi, Kejuaraan Asia memperebutkan poin ranking setara dengan turnamen Super 1000.
Meski kompetisi di antara atlet tunggal putra semakin merata, di antaranya dengan kehadiran atlet-atlet Perancis, yaitu Alex Lanier dan Christo Popov pada peringkat sepuluh besar dunia, Asia tetaplah menjadi kiblat persaingan bulu tangkis level dunia. Maka dari itu, Alwi mengatakan, persaingan akan tetap sulit.
Pelatih tunggal putra, Indra Widjaja, juga menilai bahwa persaingan tunggal putra semakin merata. Salah satu indikatornya adalah lahirnya tujuh juara dari delapan turnamen Super 300 hingga Super 1000 yang telah diselenggarakan dalam rentang Januari-Maret.
Satu-satunya atlet yang meraih dua gelar bukanlah atlet peringkat tiga besar dunia, yaitu Kunlavut Vitidsarn, Shi Yu Qi, atau Anders Antonsen, melainkan atlet Taiwan, Lin Chun Yi. Dia menjadi juara di India Terbuka dan All England.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/22/abb9ab68-26dd-4146-921d-3182469c9ed5.jpg)
Dengan peluang terbuka tersebut, Indra menilai, Alwi dan Zaki bisa memanfaatkannya. “Performa mereka pada tahun ini sudah ‘on the track’. Alwi bermain konsisten, Zaki juga bermain baik, tetapi memang masih kurang jam terbang,” kata Indra.
Dari rekam jejak dua atlet tersebut, Indra menargetkan tunggal putra meraih medali di Kejuaraan Asia. Tunggal putra menjadi nomor terakhir yang memberi gelar juara Asia bagi Indonesia, yaitu dari Anthony Sinisuka Ginting pada 2023 dan Jonatan pada tahun berikutnya. Adapun pada 2025, hasil terbaik tunggal putra didapat Jonatan ketika mencapai perempat final.
Tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, juga mengatakan, persaingan di Asia tak ubah seperti di level dunia karena sebagian besar atlet-atlet terbaik berasal dari Asia. “Saya akan berusaha yang terbaik dan harus bisa lebih baik dari turnamen-turnamen sebelumnya,” kata Putri.
Putri akan tampil di Kejuaraan Asia untuk kelima kali sejak debut pada 2022. Dia hanya bisa melewati babak pertama pada tahun tersebut, lalu selalu tersingkir pada laga awal dalam tiga tahun berikutnya. Untuk itulah, Putri menyatakan tekad untuk mendapat hasil lebih baik dibandingkan pengalaman sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/12/ef4123467088d62dc1bb1490287f7fb6-WhatsApp_Image_2026_03_11_at_17.54.57.jpeg)
Atlet berusia 23 tahun itu akan menjadi andalan tunggal putri meski nomor ini meloloskan juga Thalita. Ini karena Putri menjadi tunggal putri terbaik Indonesia saat ini dengan menempati ranking keenam dunia. Dalam lima turnamen sebelum Kejuaraan Asia, Putri tiga kali terhenti di perempat final dan sekali mencapai final, yaitu di Swiss Terbuka.
Di Ningbo, Putri yang menjadi unggulan keenam akan berhadapan dengan pemain kualifikasi pada babak pertama. Dia berada pada paruh bawah undian bersama unggulan lain, yaitu Ratchanok Intanon (7), Akane Yamaguchi (4), dan Wang Zhi Yi (2) yang mengalahkannya pada babak pertama Kejuaraan Asia 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim