Amerika (Kembali) dalam Genggaman Donald Trump

Donald Trump akan dikukuhkan sebagai presiden ke-47 AS. Sederet miliarder teknologi jadi tamu VIP.  Akankah Trump tancap gas melaksanakan janji-janji kampanyenya?

19 Jan 2025 13:41 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, akan dikukuhkan menjadi presiden ke-47 Amerika Serikat pada Hari Pelantikan, Senin (20/1/2025) siang atau Selasa (21/1/2025) dini hari WIB.

Setiap empat tahun sekali, presiden AS dikukuhkan dan diambil sumpah jabatannya hanya pada Hari Pelantikan. Konstitusi Amerika Serikat mengamanatkan masa jabatan setiap presiden baru dimulai pada siang hari pada tanggal 20 Januari atau sehari setelahnya jika tanggal itu jatuh pada hari Minggu.

Dalam beberapa tahun terakhir, presiden dilantik dari panggung sementara di West Lawn di gedung Capitol yang menghadap ke National Mall. Namun, untuk pelantikan kali ini dalam 40 tahun terakhir ada perubahan. Pelantikan Trump akan dilakukan di dalam ruangan Rotunda atau aula bundar di bawah kubah kongres.

Alasannya, cuaca di Washington pada hari pelantikan diperkirakan akan jauh di bawah titik beku dengan angin kencang. Tindakan darurat memindah lokasi pelantikan di dalam ruangan ini pernah dilakukan saat Ronald Reagan dilantik pada 1985. Waktu itu alasannya juga karena cuaca dingin yang berbahaya.

Officials and visitors observe near a stand in the Rotunda, where President-elect Donald Trump is due to take the oath of office on Monday, at the Capitol in Washington, Friday, Jan. 17, 2025. (AP Photo/Ben Curtis)

Cuaca dingin ini bukan perkara main-main. Presiden ke-9 AS, William Henry Harrison (68), memutuskan mengabaikan peringatan cuaca buruk saat pelantikannya pada tahun 1841. Dia berharap dapat menunjukkan semangatnya kepada rakyat AS meski sudah berusia tua. Dia lalu keluar tanpa mengenakan mantel atau topi. Sebulan kemudian, dia meninggal karena pneumonia.

Karena cuaca dingin, rakyat AS diimbau untuk menonton prosesi pelantikan presiden melalui siaran langsung di televisi. Sebelum ada perubahan ini, lebih dari 220.000 tiket didistribusikan ke publik melalui kantor-kantor anggota parlemen.

Quote

Untuk pertama kali dalam 40 tahun terakhir, pelantikan presiden AS akan digelar di dalam ruangan Gedung Capitol.

Mereka yang tidak memperoleh tiket resmi masih dapat menyaksikan upacara tersebut bersama puluhan ribu penonton lainnya secara langsung dari National Mall melalui layar video besar. Setelah upacara, masyarakat biasanya dapat melihat sekilas presiden saat berjalan dalam parade di Pennsylvania Avenue dari Capitol ke Gedung Putih. Kali ini, prosesi itu pun ditiadakan.

Untuk pengambilan sumpah akan dilakukan kepala hakim Mahkamah Agung. Wakil Presiden James David Vance juga akan dilantik. Presiden baru kemudian menyampaikan pidato pelantikan yang memaparkan rencana empat tahun ke depan.

APTOPIX Trump Inauguration Vance

Upacara pelantikan Trump akan dihadiri oleh politisi dan milarder paling berpengaruh di AS serta sejumlah pemimpin dan selebritas asing. Politisi yang akan hadir, antara lain, adalah mantan Presiden AS Joe Biden dan mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris bersama dengan pasangan masing-masing, Ibu Negara Jill Biden dan Second Gentlemen Doug Emhoff. Mereka hadir demi menghidupkan kembali tradisi kandidat presiden yang kalah berada satu panggung pelantikan dengan pemenang pemilu.

Hal itu tidak dilakukan Trump pada Januari 2021. Trump tidak hadir pada pelantikan Biden dan memilih pergi ke Florida setelah gagal membalikkan kekalahannya dalam pemilu.

Mantan Presiden AS Barack Obama, George W Bush, dan Bill Clinton juga akan hadir meski tidak akan ikut jamuan makan siang yang menjadi tradisi pascapelantikan. Mantan Ibu Negara Hillary Clinton dan Laura Bush juga akan hadir, tetapi Michelle Obama absen.

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik juga akan hadir, tetapi mayoritas anggota Kongres dari Partai Demokrat berencana untuk tidak hadir, termasuk mantan Ketua DPR Nancy Pelosi.

Miliarder teknologi

Biden dalam pidato perpisahannya kepada rakyat AS, Jumat, memperingatkan bahwa demokrasi AS sedang tergelincir menjadi ”oligarki” para miliarder teknologi. Ini setidaknya terbukti dengan daftar miliarder teknologi yang akan hadir pada pelantikan Trump.

Tiga orang terkaya di dunia, yakni CEO Tesla dan X Elon Musk, pendiri Amazon dan pemilik harian The Washington Post Jeff Bezos, dan CEO Meta Mark Zuckerberg. CEO Tiktok Shou Zi Chew juga akan hadir.

Mereka akan duduk bersama di podium khusus undangan VIP bersama mantan presiden, keluarga Trump, dan calon anggota kabinet. Musk menyumbang lebih dari seperempat miliar dollar AS dalam bentuk dana kampanye untuk membantu Trump agar terpilih. Setelah Trump akhirnya terpilih, Musk ditunjuk untuk memimpin departemen baru, Departemen Efisiensi Pemerintah.

<p>(COMBO) This combination of file photos created on July 15, 2020 shows SpaceX founder Elon Musk (L) in Washington, DC, on March 09, 2020; and Blue Origin founder Jeff Bezos in Washington, DC, on October 22, 2019. – Even the Milky Way seems too small to keep the egos of tech billionaires Jeff Bezos and Elon Musk from colliding as they vie to conquer space. Musk aimed low on April 30, 2021, with a tweet saying “can’t get it up (to orbit)” in response to a post about Bezos-founded space company Blue Origin protesting NASA’s choice of Musk’s SpaceX team to build a module that will land the next US astronauts on the moon. (Photos by Brendan Smialowski and MANDEL NGAN / AFP)</p>

Eksekutif Big Tech lainnya yang akan hadir adalah CEO OpenAI Sam Altman, CEO Google Sundar Pichai, CEO Apple Tim Cook, dan CEO Uber Dara Khosrowshahi. Altman, Cook, Khosrowshahi, dan perusahaan Meta, Amazon, Google, serta Uber masing-masing menyumbang sedikitnya 1 juta dollar AS untuk dana pelantikan Trump.

Perusahaan teknologi dan para eksekutifnya memiliki kepentingan yang signifikan dalam masa jabatan kedua Trump ini karena adanya potensi perubahan dalam kebijakan pajak, perdagangan, dan penegakan hukum antimonopoli.

Dari daftar tamu undangan juga terlihat nama Presiden Argentina Javier Milei, Perdana Menteri Italia Giorgio Meloni, Presiden Ekuador Daniel Noboa, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, dan Menlu Jepang Takeshi Iwaya. Trump juga memberikan undangan kepada Presiden China Xi Jinping.

Sebagai pengganti Xi, China akan mengirimkan Wakil Presiden Han Zheng. Ada juga Ketua Partai Vlaams Belang dari Belgia Tom van Grieken, Éric Zemmour dari partai nasionalis Reconquête di Perancis, Tino Chrupalla dari Partai Alternatif untuk Jerman, Presiden Partai Vox dari Spanyol Santiago Abascal, dan Nigel Farage, pemimpin partai populis Reform UK.

Gedung Capitol, lokasi pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington DC, AS, seperti terlihat pada Sabtu (18/1/2025).

Keputusan hari pertama

Trump tidak akan membuang waktu. Trump akan langsung menandatangani beberapa perintah eksekutif dan diperkirakan akan membatalkan banyak kebijakan pemerintahan Presiden Biden.

Sehari setelah Trump dilantik, pemerintahan Trump akan mulai menutup perbatasan dan melakukan penggerebekan imigrasi besar-besaran sesuai janji kampanye Trump. Menurut Kepala Pengawas Perbatasan Negara Tom Homan, kebijakan itu akan dimulai dari Chicago, Illinois.

Quote

Kepala Anda akan pusing saat melihat apa saja yang akan terjadi.

Harian The Wall Street Journal, Jumat (17/1/2025), menyebutkan, penggerebekan dengan mengerahkan 100-200 petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS itu akan berlangsung selama setidaknya sepekan. Jika Wali Kota Chicago Brandon Johnson tak mau membantu, kata Homan, dia dapat mengundurkan diri.

Dan jika Johnson menghalangi pelaksanaannya atau secara sadar menyembunyikan dan melindungi imigran ilegal, Homan tak akan segan-segan menuntutnya. Kebijakan imigrasi menjadi salah satu inti kampanye Trump menjelang pemilihan presiden pada 5 November 2024.

FILE - Members of the Mexican National Guard review cars as they line up to cross the border into the United States at the San Ysidro Port of Entry, Dec. 3, 2024, in Tijuana, Mexico. (AP Photo/Gregory Bull, File)

Trump sendiri yang berjanji akan memulai operasi deportasi domestik terbesar dalam sejarah AS. Ia berjanji akan memobilisasi berbagai lembaga pemerintah untuk membantunya mendeportasi imigran.

CNN menyebutkan, pemerintahan Trump sudah mengirim lebih banyak sumber daya Departemen Pertahanan ke perbatasan selatan dan menerapkan pembatasan tambahan pada siapa saja yang memenuhi syarat untuk masuk AS.

Selain imigrasi dan deportasi, Trump berjanji akan memenuhi sebagian besar janji kampanyenya, bahkan sebelum hari Selasa berakhir. ”Kepala Anda akan pusing saat melihat apa saja yang akan terjadi,” kata Trump ketika ditanya tentang hari pertama dirinya berkantor.

Apa saja yang akan terjadi?

Pada H+1, Trump akan mengakhiri kewarganegaraan otomatis untuk semua orang yang lahir di AS. Ini dikenal sebagai kewarganegaraan berdasarkan kelahiran. Selain itu, ia akan menandatangani pengampunan untuk sebagian atau banyak dari mereka yang dihukum atau didakwa atas penyerangan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

APTOPIX Trump Inauguration

Tarif juga akan dinaikkan 25 persen untuk semua barang yang diimpor dari Meksiko dan Kanada dan tambahan tarif 10 persen untuk bea yang sudah dikenakan pada barang-barang dari China.

Trump juga akan mengakhiri ”mandat kendaraan listrik”, menyatakan keadaan darurat energi nasional untuk memacu persetujuan pengeboran, jaringan pipa, kilang, pembangkit listrik, dan reaktor yang lebih banyak. Di samping itu, ia juga memotong uang pemerintah federal untuk sekolah yang memaksakan ”teori ras kritis, kegilaan transjender, dan konten rasial, seksual, atau politik yang tidak pantas ke anak-anak”.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah janji akan mengakhiri perang Rusia dan Ukraina dalam waktu sehari.

Apakah semua bisa selesai dalam sehari? Tidak mungkin. Trump tidak dapat menyelesaikan semua janji pada hari pertamanya menjabat karena masih ada kongres dan Mahkamah Agung.

Keluarga Trump

Berbeda dengan saat jabatan pertama, keluarga Trump sekarang kemungkinan tidak akan terlalu terlibat secara formal dalam urusan Gedung Putih. Meski begitu, beberapa dari mereka akan tetap memegang peran penting dalam operasional politiknya dan menjadi penasihat tidak resmi Trump.

Melania akan tinggal di Gedung Putih mendampingi Trump. Dulu Melania tak tinggal lama di Gedung Putih karena harus menemani putra mereka, Barron, yang saat itu berusia 10 tahun di New York.

Putra tertua Trump yang dikenal sebagai Don Jr (47) memiliki pengaruh besar terhadap basis pendukung Trump. Namun, dia dilaporkan akan melepaskan peran resmi di Gedung Putih agar lebih fokus menjadi wakil presiden eksekutif Trump Organization.

APTOPIX Trump Inauguration

Anak kedua Trump, Ivanka Trump (43), mengundurkan diri dari dunia politik setelah meninggalkan Gedung Putih saat menjadi penasihat utama ayahnya. ”Saya tidak kembali bertugas sekarang karena risikonya terlalu besar dan saya tidak ingin anak-anak saya menanggungnya,” kata ibu tiga anak itu dalam podcast ”Him & Her Show” menjelang pelantikan Trump.

Anak ketiga Trump, Donald Trump Jr (41), akan tetap menjadi penasihat tidak resmi ayahnya. Dia juga seperti kakaknya menjadi Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization yang mengawasi portofolio real estat kelas atas.

Istrinya, Lara Trump, yang sedang mengejar karier musik pop, mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Komite Nasional Republik tahun 2024. Ia juga tidak lagi mempertimbangkan posisi sebagai pengganti Senator Florida Marco Rubio ketika Rubio bergabung dengan pemerintahan.

Tiffany Trump (31), anak keempat Trump, sejak awal tidak masuk politik dan cenderung menghindari sorotan publik. Menantu laki-laki Trump, Jared Kushner—seperti istrinya, Ivanka—adalah penasihat senior Gedung Putih dalam masa jabatan pertama Trump.

Kushner menjalin hubungan dengan para pemimpin Timur Tengah sambil menjadi perantara Perjanjian Abraham. Ia diperkirakan tidak akan bergabung kembali dengan pemerintahan Trump. Tetapi, menurut CNN, dia akan menjabat sebagai penasihat tidak resmi presiden untuk urusan Timur Tengah.

Ayah Kushner, Charles Kushner, dan ayah mertua Tiffany, Massad Boulos, akan menjadi duta besar AS untuk Perancis dan penasihat Timur Tengah.

Sementara Barron, anak Trump dan Melania, mulai masuk politik. Selama ini Melania berusaha keras melindungi Barron dari sorotan pers. Selama kampanye pilpres 2024, Barron justru menjadi roda penggerak penting sebagai penasihat tidak resmi Trump untuk menarik perhatian Gen Z.

(Reuters/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .