Angka-angka Arsenal, Penolak ”Remontada” Real Madrid

Arsenal menggunakan keunggulan angka-angka di atas kertas untuk menolak mantra ”remontada” Real Madrid di lapangan. Dari statistik dan sejarah, Madrid sulit bangkit.

15 Apr 2025 19:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Remontada, istilah bahasa Spanyol yang berarti memutar balik keadaan. Kata itu berkali-kali muncul setelah kemenangan 3-0 Arsenal atas Real Madrid. Bagi kebanyakan klub, kalah tiga gol di laga pertama dalam format duel kandang dan tandang terasa bagai vonis mati, tetapi itu tidak berlaku untuk Madrid yang memiliki mantra remontada.

Wajar jika skuad Arsenal tidak berani terlalu percaya diri seusai meraih kemenangan terbesar di Stadion Emirates. Mereka menjaga ekspektasi agar tidak terkejut ketika berkunjung ke markas Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, untuk laga kedua perempat final Liga Champions, Kamis (17/4/2025) pukul 02.00 WIB.

Gelandang Arsenal, Mikel Merino, menjalani nyaris seluruh kariernya di Spanyol. Dia begitu mengenal dan sering berhadapan dengan Madrid, termasuk berkunjung ke Bernabeu. Dia berkata, ”El Real” seperti memiliki aura untuk memenangi laga dalam kondisi apa pun ketika bermain di depan pendukung sendiri.

”Aura itu dihasilkan sendiri oleh mereka yang mampu membalikkan keadaan berkali-kali. Aspek psikologis penting di semua laga. Itu lebih penting lagi saat bertemu Madrid karena selalu jadi pembeda untuk mereka. Apakah Madrid bisa bangkit? Mereka pernah melakukan itu. Kami harus mengantisipasi,” kata Merino kepada Marca.

Tidak mau kalah dengan mantra remontada, Arsenal datang dengan ”jimat” berupa angka-angka dari catatan statistik ataupun sejarah yang memberikan kepercayaan diri di atas kertas. Tim asuhan manajer Mikel Arteta itu nyaris mustahil dikalahkan tiga gol atau lebih jika berkaca dari catatan tersebut.

Real Madrid's Kylian Mbappe, center, reacts after Arsenal's Declan Rice scored his side's second goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Arsenal and Real Madrid at the Emirates Stadium in London, Tuesday, April 8, 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Terakhir kali ”Si Meriam” kemasukan tiga gol dalam sebuah pertandingan adalah ketika berhadapan dengan Luton Town pada Desember 2023. Itu pun mereka menang 4-3. Setelah itu, Arsenal tidak pernah lagi kemasukan lebih dari dua gol dalam 78 pertandingan beruntun di seluruh kompetisi.

Menariknya, William Saliba dan rekan-rekan baru kemasukan tiga gol sepanjang Liga Champions musim ini yang sudah berlangsung delapan laga. Madrid harus menciptakan jumlah serupa hanya dalam 90 menit dan tidak kebobolan. Itu pun hanya akan membawa Madrid ke babak tambahan waktu, belum lolos ke semifinal.

Pertahanan semakin menjadi kekuatan terbesar Arsenal pada musim ini. Di Liga Inggris, mereka tercatat sebagai tim dengan kemasukan paling sedikit (27 gol). Catatan itu kebanyakan diraih dengan permainan terbuka untuk meraih kemenangan. Bayangkan jika mereka hanya ditugaskan untuk menjaga keunggulan sepanjang laga.

Benteng kokoh Arsenal memang diinspirasi oleh duet bek Gabriel Magalhaes dan Saliba. Seperti diketahui, Gabriel akan kembali absen karena cedera paha. Penggantinya adalah bek pelapis Jakub Kiwior yang sempat diragukan karena minim menit bermain. Akan tetapi, Kiwior sudah menjawab keraguan itu di laga pertama.

Kiwior ternyata juga memiliki catatan impresif ketika berduet dengan Saliba sejak awal laga. Arsenal tidak terkalahkan dalam delapan laga beruntun saat mereka menjadi starter. Sebanyak lima laga berujung tanpa kebobolan, termasuk ketika menghadapi Kylian Mbappe dan kawan-kawan pada pekan lalu.

Arsenal's Declan Rice, left, celebrates after scoring his side's second goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Arsenal and Real Madrid at the Emirates Stadium in London, Tuesday, April 8, 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

”Saya tidak merasa gugup,” kata Kiwior menjelang laga kedua. ”Pasti, itu akan menjadi laga terbesar dalam karier saya. Namun, saya pernah menghadapi laga besar juga (lawan Mbappe) di tim nasional. Saya siap untuk semuanya. Saya juga merasa sangat baik saat ini,” lanjut pemain timnas Polandia tersebut.

Sejarah turut memihak Arsenal. Kedua tim sudah bertemu tiga kali di Liga Champions, termasuk pada pekan lalu. Madrid sama sekali belum pernah mencetak gol ke gawang Arsenal. Bahkan, terakhir kali berkunjung ke Bernabeu pada 2006 lalu, Si Meriam sukses pulang dengan kemenangan 1-0.

Peluang Madrid

Sepanjang sejarah Liga Champions, sejak turnamen berganti nama pada musim 1992-1993, terdapat 47 kali kejadian saat tim membawa keunggulan tiga gol atau lebih ke laga kedua. Menurut data The Analyst, tim yang tertinggal hanya mampu membalikkan keadaan empat kali atau sekitar 8,5 persen.

Hanya saja, tidak ada Madrid dalam daftar tim yang sukses melakukan remontada. Terakhir kali Madrid tertinggal tiga gol lebih dulu adalah pada musim 2012-2013, saat kalah 1-4 dari Borussia Dortmund dalam laga pertama semifinal. Madrid hanya mampu membalas dengan kemenangan 2-0 di Bernabeu.

Semua catatan statistik dan sejarah tersebut membuat Madrid tidak difavoritkan dalam duel nanti. Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, peluang tim asuhan pelatih Carlo Ancelotti itu hanya 8,9 persen untuk lolos ke semifinal. Arsenal jauh lebih diunggulkan untuk melewati hadangan juara bertahan.

Namun, lagi-lagi, semua catatan hanya di atas kertas. Pemenang Madrid versus Arsenal ditentukan di lapangan. Logika ataupun teori fisika sering kali tidak bekerja di Bernabeu. Stadion itu penuh dengan misteri. Hal tersebut pula yang menjadikan El Real sebagai tim tersukses sepanjang sejarah turnamen dengan 15 gelar.

TOPSHOT - Real Madrid's Italian coach Carlo Ancelotti controls the ball during the UEFA Champions League Quarter final first leg football match between Arsenal and Real Madrid, at the Emirates Stadium, in London, on April 8, 2025. (Photo by Adrian Dennis / AFP)

Bukti terbaru adalah momen ajaib musim lalu, di semifinal. Madrid sudah tertinggal agregat 2-3 dari Bayern Muenchen saat waktu normal tersisa 2 menit di Santiago Bernabeu. Lalu, mereka mencetak dua gol beruntun pada menit ke-88 dan menit pertama injury time. Madrid lolos ke partai puncak dan keluar sebagai juara.

Peraduan antara peluang tipis dan optimisme tinggi Madrid diwakili oleh ucapan Ancelotti. ”Cukup rendah (kemungkinan lolos), tetapi kami harus melakukan segala yang kami bisa. Itu kesempatan untuk merespons penampilan buruk sebelumnya. Kami harus percaya karena terkadang, beberapa kali, itu (keajaiban) terjadi di Bernabeu,” jelasnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto