Kompas.id Brief

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Berangkat Mudik Lebaran?

Sederet persiapan harus diperhatikan pemudik sebelum berangkat ke kampung halaman. Persiapan matang akan membuat perjalanan aman dan menyenangkan.

25 Mar 2025 13:00 WIB · Nusantara

Oleh Iqbal Basyari

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Sejak kapan gelombang arus mudik Lebaran 2025 dimulai?
  2. Bagaimana antusiasme penjualan tiket mudik lebaran?
  3. Apa saja rekayasa lalu-lintas untuk mengurai kemacetan saat puncak arus mudik?
  4. Berapa saldo e-Toll yang harus disiapkan pemudik?
  5. Bagaimana menyiapkan mobil sebelum digunakan mudik lewat tol?
  6. Apa saja tips berkendara saat musim hujan?

1. Sejak kapan gelombang arus mudik Lebaran 2025 dimulai?

copy title

Lebaran 2025 semakin dekat, gelombang arus mudik dimulai. Sebagian masyarakat mulai mudik lebih awal ke kampung halaman sejak Jumat (21/3/2025). Kelonggaran bagi aparatur sipil negara, pegawai badan usaha milik negara, dan imbauan untuk pegawai swasta untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere membuat gelombang mudik terjadi lebih awal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi, sebagian pemudik yang mulai pulang kampung lebih awal merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan izin bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA). Kebijakan yang berlaku pada Senin-Kamis (24-27/3/2025) bertujuan agar pemudik tidak menumpuk pada beberapa hari menjelang Lebaran.

Para ASN dan pegawai BUMN diharapkan mengoptimalkan kebijakan yang diberikan pemerintah tersebut. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan saat puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada Jumat-Minggu (28-30/3/2025).

”Kami memprediksi Jumat malam mungkin akan terjadi peningkatan dari masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” kata Dudy.

2. Bagaimana antusiasme penjualan tiket mudik lebaran?

copy title

Hingga Sabtu (22/3/2025) atau H-9 Lebaran, tiket mudik menggunakan sejumlah transportasi umum masih banyak tersedia. Hal ini terutama bisa dilihat dari kereta api dan bus. 

Dari total 4.591.510 kursi yang disediakan KAI, sudah terjual 2.517.296 tiket. Rinciannya, sebanyak 2.388.488 tiket untuk kereta api jarak jauh dan 128.808 tiket untuk kereta api lokal telah terjual.

Sedangkan terkait bus untuk dipakai mudik, Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengatakan, per 22 Maret 2025 atau H-9 Lebaran, tingkat keterisian baru sekitar 60 persen. Ini serupa pada masa normal.

”Jika dibandingkan dengan periode mudik yang sama tahun-tahun sebelumnya, tingkat keterisian bus biasanya dapat mencapai 80-90 persen,” ucapnya.

3. Apa saja rekayasa lalu-lintas untuk mengurai kemacetan saat puncak arus mudik?

copy title

Puncak arus mudik di jalan tol diprediksi terjadi pada Jumat (28/3/2025). Pemerintah telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk memperlancar arus mudik Lebaran. Sejumlah skenario disiapkan, mulai dari lawan arus (contraflow), satu arah (one way), hingga skema ganjil genap, yang akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan tol untuk mencegah kemacetan.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/3/2024), mengatakan, berbagai rekayasa lalu lintas dirancang untuk memastikan perjalanan yang lebih lancar dan aman bagi masyarakat. Namun, implementasi rekayasa lalu lintas bakal disesuaikan dengan situasi yang berkembang.

Pertama, contraflow akan diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dari Kilometer 40 sampai Kilometer 70. Penerapannya akan dilaksanakan mulai Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Sabtu, 29 Maret, pukul 24.00. Adapun pada Minggu, 30 Maret, tidak ada contraflow di jalur tersebut. Penerapan lawan arus kemudian berlanjut di ruas jalan tol yang sama pada Senin, 31 Maret, pukul 11.00 hingga Selasa, 1 April, pukul 18.00.

Sementara itu, skema one way menurut rencana akan diberlakukan mulai dari Tol Jakarta-Cikampek Km 70 sampai Km 414 di ruas Tol Semarang-Batang. Skema satu arah di dua jalur ini diberlakukan pada Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Sabtu, 29 Maret, pukul 24.00.

Adapun skema ganjil genap menurut rencana akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Km 47 sampai Tol Semarang-Batang Km 414. Rekayasa ganjil-genap juga akan diberlakukan di Tol Tangerang-Merak Km 31 sampai Km 98. Kebijakan ini akan berlaku mulai Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Minggu, 30 Maret, pukul 24.00.

4. Berapa saldo e-Toll yang harus disiapkan pemudik?

copy title

Selain menyiapkan kendaraan, pemudik juga harus membawa uang elektronik dengan saldo yang mencukupi. Saldo setidaknya harus cukup untuk membayar tol dari pintu tol pertama hingga pintu keluar tol terdekat tempat tujuan.

Untuk mengetahui tarif tol dari Jakarta hingga Surabaya, tim Kompasmenyusuri Tol Trans-Jawa pada Rabu (12/3/2025). Setelah memastikan kendaraan dalam kondisi prima, kami mengisi e-Toll sebesar Rp 1 juta.

Setiba di tujuan akhir, kami kembali mengecek saldo e-Toll yang kami bawa. Hasilnya, saldo tersisa sebesar Rp 120.500. Dengan demikian, total tarif tol dari Jakarta ke Surabaya yang kami lewati pada dua pekan sebelum Lebaran adalah Rp 879.500. Adapun gardu pembayaran untuk tol sebanyak lima kali.

Kabar baiknya, pemudik yang melintas di Tol Trans-Jawa akan mendapatkan diskon tarif tol sebesar 20 persen saat melintas mendekati hari Lebaran. Diskon tarif tol tersebut berlaku bagi pemudik yang melintas dari Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Gerbang Tol Kalikangkung sepanjang 341 kilometerKebijakan itu berlaku mulai 24 Maret 2025 pukul 05.00 WIB hingga 28 Maret 2025 pukul 05.00 WIB, sementara saat arus balik berlaku pada 8 April hingga 9 April.

5. Bagaimana menyiapkan mobil sebelum digunakan mudik lewat tol?

copy title

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, perjalanan panjang di jalan tol membutuhkan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi yang prima.

Sebelum memulai perjalanan, hendaknya dua hal tersebut sudah dipersiapkan dengan matang.Sebelum membawa kendaraan melibas jalan tol, pastikan mobil dalam kondisi laik jalan. Pemudik sangat disarankan untuk membawa mobil ke bengkel resmi untuk general check up untuk pemeriksaan yang lebih detail.

”Pastikan oli mesin dalam keadaan baik. Periksa juga tekanan dan kondisi ban, termasuk ban cadangan. Lalu, pastikan rem, lampu, klakson, dan wiper berfungsi dengan baik,” kata Jusri saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (23/3/2025).

6. Apa saja tips berkendara saat musim hujan?

copy title

Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, Senin (24/3/2025), di Jakarta mengatakan, prakiraan cuaca dari BMKG perlu diperhatikan serius oleh para pengendara mobil. Masyarakat harus memahami tips-tips berkendara ketika jalanan basah karena itu kerap menjadi faktor ban selip.

Tekanan ban juga perlu dipastikan jangan sampai kurang. Tekanan ban yang kurang akan memperbesar gejala aqua planning saat ada genangan air di jalan, apalagi jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi ditambah ban yang gundul. 

Aqua planning adalah kondisi di mana ban mobil kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air sehingga menyebabkan mobil terasa mengambang dan sulit dikendalikan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Iqbal Basyari
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari