Kompas.id Brief

Apa yang Terjadi dengan Manchester City

Manchester City terus terpuruk pada awal tahun 2026. Setelah terjungkal pada laga derbi Manchester, mereka dipermalukan Bodo/Glimt di Liga Champions.

22 Jan 2026 17:00 WIB · Olahraga

AP

Oleh Redaksi

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Bagaimana City dipermalukan di Liga Champions?
  2. Mengapa City menjadi pecundang pada derbi Manchester?
  3. Apa upaya City untuk bangkit?
  4. Apa dampak terpuruknya City dalam persaingan liga?

Bagaimana City dipermalukan di Liga Champions?

copy title

Manchester City menjadi korban salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions, Rabu (21/1/2026). Nasib buruk juga dialami juara bertahan Paris Saint-Germain, sementara Arsenal masih mempertahankan rekor sempurna mereka.

Tiba di Norwegia sebagai tim raksasa menghadapi klub kecil Eropa, pasukan Pep Guardiola justru dipermalukan oleh Bodo/Glimt. City kalah 1-3 pada pertandingan yang berlangsung pada suhu sangat dingin, di stadion yang hanya berjarak sekitar 200 kilometer dari Lingkaran Arktik.

Dua gol Kasper Hogh pada babak pertama dan satu gol dari Jens Petter Hauge di babak kedua di Stadion Aspmyra yang penuh euforia memicu kejutan besar. Rayan Cherki membalas setelah gol Hauge, tetapi kartu merah Rodri karena dua kartu kuning membuat City hancur dan harus menempuh perjalanan pulang dengan memalukan.

Bermain di lapangan rumput buatan, kemenangan pertama Bodo/Glimt di babak penyisihan grup memberi mereka harapan untuk lolos ke babak playoff. ”Sejak awal tahun, semuanya mulai berbalik melawan kami dalam banyak hal,” kata Guardiola seusai pertandingan.

Mengapa City menjadi pecundang pada derbi Manchester?

copy title

Era kedua Pelatih Michael Carrick di Manchester United dibuka dengan sempurna. MU menaklukkan Manchester City berkat taktik sang pelatih interim yang sangat memprioritaskan keseimbangan di lapangan. Taktik itu dieksekusi dengan sempurna oleh Bruno Fernandes dan rekan-rekan.

MU menang 2-0 atas City lewat gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). Walaupun tampil di kandang sendiri, MU sebenarnya tidak diunggulkan atas City.

Situasi di kubu ”Si Setan Merah” sedang bergejolak seusai pemecatan Pelatih Ruben Amorim pada awal tahun. Mereka baru menunjuk Carrick sebagai pengganti sementara.

Namun, MU mampu menunjukkan hal sebaliknya di lapangan. Mereka mampu membuat tim asuhan Manajer Pep Guardiola tidak berdaya sepanjang laga. Tim tuan rumah memegang kendali dengan membatasi serangan City yang merupakan kandidat juara Liga Inggris musim ini. Lalu, mereka menghukum dengan serangan balik kilat.

Apa upaya City untuk bangkit?

copy title

City berupaya menambal lubang pada skuad mereka dengan mendatangkan bek tengah Crystal Palace Marc Guehi. City membeli Guehi dengan harga 20 juta pound sterling (Rp 452,7 miliar) pada Jumat (16/1/2026).

Situasi transfer itu tiba-tiba berbelok arah. Sebelumnya, Guehi yang akan habis kontrak pada musim panas dikabarkan akan tetap bersama Palace hingga akhir musim. Klub-klub besar, seperti Liverpool dan Arsenal, lebih memilih untuk menunggu sang pemain sampai berstatus bebas transfer.

Selain Guehi, City juga mendatangkan Antoine Semenyo. City merekrut Semenyo dari Bournemouth dengan total paket pembelian senilai 64 juta pound sterling (Rp 1,44 triliun) pada Jumat (9/1/2026). Penyerang sayap 26 tahun asal Ghana tersebut mendapatkan kontrak selama lima setengah tahun, sampai musim panas 2031.

Semenyo menjadi pembelian pertama City di jendela transfer Januari. Pembelian pemain depan mungkin semenstinya bukan prioritas City jika melihat kondisi skuad saat ini. Mereka sedang mengalami krisis pemain belakang setelah kehilangan dua bek tengah akibat cedera, yaitu Josko Gvardiola dan Ruben Dias.

Apa dampak terpuruknya City dalam persaingan liga?

copy title

Muncul fenomena unik di awal tahun 2026. Tim-tim ”Enam Besar” Liga Inggris, kecuali Arsenal, tersandung bersama-sama. Mulai dari tim raksasa Manchester City sampai juara bertahan Liverpool gagal menang dalam dua laga awal setelah pergantian tahun. Uniknya, pemuncak klasemen Arsenal tampak baik-baik saja.

City kian terpuruk setelah kalah pada derbi Manchester. Meskipun, Arsenal gagal memaksimalkan peluang setelah hanya bermain imbang 0-0 saat menghadapi Nottingham Forest.

Dengan hasil tersebut, Arsenal berhasil membuka jarak menjadi tujuh poin di puncak klasemen Liga Inggris, menjauh dari City di peringkat kedua. Kini, pasukan Mikel Arteta ini memiliki peluang besar untuk mengakhiri bertahun-tahun puasa gelar Liga Inggris.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti