Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana upaya klub-klub demi bersaing dengan Persib?
- Apa strategi yang paling cocok untuk Liga Super?
- Apa yang beda dari Liga Super dengan Liga 1?
- Mampukah pemain lokal bersaing dengan pemain impor?
Kompetisi sepak bola Indonesia akan kembali bergulir dengan nama baru, BRI Super League atau Liga Super. Sebelumnya, kompetisi ini bernama Liga 1. Pada hari pertama liga, Jumat (8/8/2025), Borneo FC akan menjamu Bhayangkara, kemudian PSM Makassar menjamu Persijap dan Persebaya meladeni PSIM Yogyakarta. Adapun juara bertahan Persib akan mulai mempertahankan gelarnya dengan menjamu Semen Padang, Sabtu (9/8/2025).
Persib berupaya untuk melanjutkan dominasi mereka setelah juara pada dua musim terakhir. Dengan merekrut sejumlah pemain anyar menggantikan punggawa lama, Maung Bandung ingin mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di Indonesia yang berhasil juara tiga kali beruntun.
Di sisi lain, klub-klub rival tak mau berdiam diri. Mereka berupaya memperkuat skuad untuk membendung dominasi tim asal Bandung. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Malut United, adalah merekrut para pemain yang sebelumnya menjadi tulang punggung Persib merebut juara.
Bagaimana upaya klub-klub demi bersaing dengan Persib?
BRI Super League alias Liga Super Indonesia musim 2025-2026 akan dimulai, Jumat (8/8/2025). Sorotan utama dari pergelaran edisi kali ini adalah upaya 17 tim kontestan untuk mengganggu hegemoni Persib Bandung yang menjadi penguasa Indonesia dalam dua tahun beruntun.
”Maung Bandung” berambisi menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi profesional Indonesia yang juara tiga musim berturut-turut. Untuk itu, Persib di bawah kendali Bojan Hodak menempuh jalan yang melawan arus utama. Mereka melakukan perombakan skuad dengan dalih peremajaan tim.
Bintang-bintang penting yang membantu Persib juara musim lalu, misalnya Kevin Ray Mendoza, Ciro Alves, Tyronne del Pino, Gustavo Franca, David da Silva, hingga Edo Febriansyah, berganti jersei pada musim 2025-2026. Sebagai gantinya, Persib mendatangkan sembilan pemain asing yang benar-benar baru.
Kemudian, tiga pemain lokal juga dihadirkan untuk memperkuat kedalaman tim, seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, dan Hamra Hehanussa. Langkah itu mampu menurunkan rerata umur skuad Persib dari 30 tahun menjadi kisaran 27 tahun.
Selain itu, Maung Bandung juga menunjukkan persiapan yang jauh lebih serius dibandingkan dua musim terdahulu. Setelah merampungkan hajatan Piala Presiden 2025, Hodak memboyong anak asuhannya untuk menjalani pemusatan latihan tertutup di Thailand selama 10 hari.
Apa strategi permainan yang paling cocok untuk Liga Super?
Tiga edisi terakhir kompetisi tertinggi Indonesia alias Liga 1 dikuasai tim yang diasuh pelatih berfilosofi pragmatis. PSM Makassar bersama Bernardo Tavares, lalu Bojan Hodak membawa Persib Bandung juara tanpa embel-embel tim bergaya menyerang yang ditandai superioritas penguasaan bola setiap laga.
PSM mengukuhkan diri sebagai juara Indonesia edisi 2022-2023 dengan rerata penguasaan bola hanya 43 persen per gim. Tim ”Juku Eja” dengan persentase penguasaan bola terendah bisa menjadi kampiun sekaligus mengukuhkan poin terbanyak dalam era Liga 1. Mereka koleksi 75 poin dalam 34 laga.
Adapun Persib bertransformasi menjadi tim dengan tujuan mengontrol permainan bersama Luis Milla menjadi utamakan menang di bawah kendali Hodak. Masing-masing koleksi 46 persen penguasaan bola per laga pada 2023-2024 serta 49 persen penguasaan bola per laga di edisi 2024-2025 cukup bagi Persib menjadi juara back-to-back alias beruntun.
Tavares dan Hodak masih akan terlihat di sisi lapangan bersama timnya masing-masing pada BRI Liga Super 2025-2026. Kedua pelatih itu bahkan menjadi pelatih dengan masa bakti terlama untuk sebuah klub pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia edisi kali ini.
Tercatat, Tavares yang berasal dari Portugal telah menangani PSM sekitar 3 tahun 3 bulan. Hodak bersama Persib juga sudah memasuki tahun kedua.
Apa yang beda dari Liga Super dengan Liga 1?
Kompetisi kasta tertinggi Indonesia memiliki tajuk baru. BRI Liga Super (Super League) namanya. Penamaan baru itu berimbas pada sejumlah perubahan yang dilakukan, mulai dari logo hingga trofi juara.
Ambisi I.League, operator kompetisi yang dahulu bernama PT Liga Indonesia Baru (LIB), ialah agar kehadiran jenama anyar kompetisi itu menjadi awal baru untuk menaikkan status liga di kawasan Asia.
Selain itu, Liga Super juga menunjukkan kembalinya kepercayaan sponsor asing. Hal itu dengan kehadiran Adidas menjadi penyedia perlengkapan kompetisi, seperti bola resmi pertandingan dan seragam perangkat pertandingan.
”Komitmen kami menciptakan liga yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif,” ujar Direktur Utama I.League Ferry Paulus di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Tiga pertandingan akan langsung membuka hari pertama Liga Super 2025-2026, Jumat (8/8/2025). Tiga tim promosi, yaitu PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung, dan Persijap Jepara, bakal menjalani laga tandang.
Bhayangkara akan bermain di kandang Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat pukul 15.30 WIB. Dua klub yang naik kasta dari Liga 2 musim lalu itu akan tampil pada Jumat pukul 19.00 WIB.
Mampukah pemain lokal bersaing dengan pemain impor?
Dominasi pemain asing asal Brasil berbanding lurus dengan kemampuan mereka mengunci gelar individu paling bergengsi di Liga 1 Indonesia. Trofi sepatu emas alias pencetak gol terbanyak selalu diberikan kepada ujung tombak asal ”Negeri Samba” dalam tiga musim terakhir.
Dalam tiga musim berturut-turut, tiga penyerang asal Brasil silih berganti memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Dominasi itu dimulai oleh Matheus Pato ketika membela Borneo FC pada musim 2022-2023. Ia mencetak 25 gol.
Kala itu, Pato mengukuhkan diri sebagai pemain Brasil pertama yang meraih sepatu emas di era Liga 1 Indonesia. Dalam sejarah liga profesional Indonesia yang terhitung sejak penyatuan Galatama dan Perserikatan sejak 1994-1995, Pato merupakan pemain Brasil kedua yang menyandang gelar top scorer. Ia menyamai catatan Jacksen F Tiago.
Jacksen mengukuhkan dirinya sebagai pemain Brasil pertama yang memimpin daftar gol di Indonesia pada kampanye kompetisi 1996-1997. Koleksi 26 gol untuk Persebaya Surabaya merupakan capaian Jacksen.
Setelah Pato, David da Silva menyempurnakan gelar juara Persib di musim 2023-2024 dengan gelar pencetak gol terbanyak. Penyerang bertubuh gempal itu menyumbang 30 gol yang menjadi salah satu penentu ”Maung Bandung” mengoleksi gelar Liga Indonesia ketiga.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana upaya klub-klub demi bersaing dengan Persib?
- Apa strategi yang paling cocok untuk Liga Super?
- Apa yang beda dari Liga Super dengan Liga 1?
- Mampukah pemain lokal bersaing dengan pemain impor?
Kompetisi sepak bola Indonesia akan kembali bergulir dengan nama baru, BRI Super League atau Liga Super. Sebelumnya, kompetisi ini bernama Liga 1. Pada hari pertama liga, Jumat (8/8/2025), Borneo FC akan menjamu Bhayangkara, kemudian PSM Makassar menjamu Persijap dan Persebaya meladeni PSIM Yogyakarta. Adapun juara bertahan Persib akan mulai mempertahankan gelarnya dengan menjamu Semen Padang, Sabtu (9/8/2025).
Persib berupaya untuk melanjutkan dominasi mereka setelah juara pada dua musim terakhir. Dengan merekrut sejumlah pemain anyar menggantikan punggawa lama, Maung Bandung ingin mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di Indonesia yang berhasil juara tiga kali beruntun.
Di sisi lain, klub-klub rival tak mau berdiam diri. Mereka berupaya memperkuat skuad untuk membendung dominasi tim asal Bandung. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Malut United, adalah merekrut para pemain yang sebelumnya menjadi tulang punggung Persib merebut juara.
Bagaimana upaya klub-klub demi bersaing dengan Persib?
BRI Super League alias Liga Super Indonesia musim 2025-2026 akan dimulai, Jumat (8/8/2025). Sorotan utama dari pergelaran edisi kali ini adalah upaya 17 tim kontestan untuk mengganggu hegemoni Persib Bandung yang menjadi penguasa Indonesia dalam dua tahun beruntun.
”Maung Bandung” berambisi menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi profesional Indonesia yang juara tiga musim berturut-turut. Untuk itu, Persib di bawah kendali Bojan Hodak menempuh jalan yang melawan arus utama. Mereka melakukan perombakan skuad dengan dalih peremajaan tim.
Bintang-bintang penting yang membantu Persib juara musim lalu, misalnya Kevin Ray Mendoza, Ciro Alves, Tyronne del Pino, Gustavo Franca, David da Silva, hingga Edo Febriansyah, berganti jersei pada musim 2025-2026. Sebagai gantinya, Persib mendatangkan sembilan pemain asing yang benar-benar baru.
Kemudian, tiga pemain lokal juga dihadirkan untuk memperkuat kedalaman tim, seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, dan Hamra Hehanussa. Langkah itu mampu menurunkan rerata umur skuad Persib dari 30 tahun menjadi kisaran 27 tahun.
Selain itu, Maung Bandung juga menunjukkan persiapan yang jauh lebih serius dibandingkan dua musim terdahulu. Setelah merampungkan hajatan Piala Presiden 2025, Hodak memboyong anak asuhannya untuk menjalani pemusatan latihan tertutup di Thailand selama 10 hari.
Apa strategi permainan yang paling cocok untuk Liga Super?
Tiga edisi terakhir kompetisi tertinggi Indonesia alias Liga 1 dikuasai tim yang diasuh pelatih berfilosofi pragmatis. PSM Makassar bersama Bernardo Tavares, lalu Bojan Hodak membawa Persib Bandung juara tanpa embel-embel tim bergaya menyerang yang ditandai superioritas penguasaan bola setiap laga.
PSM mengukuhkan diri sebagai juara Indonesia edisi 2022-2023 dengan rerata penguasaan bola hanya 43 persen per gim. Tim ”Juku Eja” dengan persentase penguasaan bola terendah bisa menjadi kampiun sekaligus mengukuhkan poin terbanyak dalam era Liga 1. Mereka koleksi 75 poin dalam 34 laga.
Adapun Persib bertransformasi menjadi tim dengan tujuan mengontrol permainan bersama Luis Milla menjadi utamakan menang di bawah kendali Hodak. Masing-masing koleksi 46 persen penguasaan bola per laga pada 2023-2024 serta 49 persen penguasaan bola per laga di edisi 2024-2025 cukup bagi Persib menjadi juara back-to-back alias beruntun.
Tavares dan Hodak masih akan terlihat di sisi lapangan bersama timnya masing-masing pada BRI Liga Super 2025-2026. Kedua pelatih itu bahkan menjadi pelatih dengan masa bakti terlama untuk sebuah klub pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia edisi kali ini.
Tercatat, Tavares yang berasal dari Portugal telah menangani PSM sekitar 3 tahun 3 bulan. Hodak bersama Persib juga sudah memasuki tahun kedua.
Apa yang beda dari Liga Super dengan Liga 1?
Kompetisi kasta tertinggi Indonesia memiliki tajuk baru. BRI Liga Super (Super League) namanya. Penamaan baru itu berimbas pada sejumlah perubahan yang dilakukan, mulai dari logo hingga trofi juara.
Ambisi I.League, operator kompetisi yang dahulu bernama PT Liga Indonesia Baru (LIB), ialah agar kehadiran jenama anyar kompetisi itu menjadi awal baru untuk menaikkan status liga di kawasan Asia.
Selain itu, Liga Super juga menunjukkan kembalinya kepercayaan sponsor asing. Hal itu dengan kehadiran Adidas menjadi penyedia perlengkapan kompetisi, seperti bola resmi pertandingan dan seragam perangkat pertandingan.
”Komitmen kami menciptakan liga yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif,” ujar Direktur Utama I.League Ferry Paulus di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Tiga pertandingan akan langsung membuka hari pertama Liga Super 2025-2026, Jumat (8/8/2025). Tiga tim promosi, yaitu PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung, dan Persijap Jepara, bakal menjalani laga tandang.
Bhayangkara akan bermain di kandang Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat pukul 15.30 WIB. Dua klub yang naik kasta dari Liga 2 musim lalu itu akan tampil pada Jumat pukul 19.00 WIB.
Mampukah pemain lokal bersaing dengan pemain impor?
Dominasi pemain asing asal Brasil berbanding lurus dengan kemampuan mereka mengunci gelar individu paling bergengsi di Liga 1 Indonesia. Trofi sepatu emas alias pencetak gol terbanyak selalu diberikan kepada ujung tombak asal ”Negeri Samba” dalam tiga musim terakhir.
Dalam tiga musim berturut-turut, tiga penyerang asal Brasil silih berganti memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Dominasi itu dimulai oleh Matheus Pato ketika membela Borneo FC pada musim 2022-2023. Ia mencetak 25 gol.
Kala itu, Pato mengukuhkan diri sebagai pemain Brasil pertama yang meraih sepatu emas di era Liga 1 Indonesia. Dalam sejarah liga profesional Indonesia yang terhitung sejak penyatuan Galatama dan Perserikatan sejak 1994-1995, Pato merupakan pemain Brasil kedua yang menyandang gelar top scorer. Ia menyamai catatan Jacksen F Tiago.
Jacksen mengukuhkan dirinya sebagai pemain Brasil pertama yang memimpin daftar gol di Indonesia pada kampanye kompetisi 1996-1997. Koleksi 26 gol untuk Persebaya Surabaya merupakan capaian Jacksen.
Setelah Pato, David da Silva menyempurnakan gelar juara Persib di musim 2023-2024 dengan gelar pencetak gol terbanyak. Penyerang bertubuh gempal itu menyumbang 30 gol yang menjadi salah satu penentu ”Maung Bandung” mengoleksi gelar Liga Indonesia ketiga.