Aparat Ungkap 15 Anggota KKB Serang Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo dengan Senjata Tajam

Berdasarkan olah TKP, penyerangan di Yahukimo terjadi selama dua hari. KKB menganiaya guru dan tenaga kesehatan serta membakar rumah dan merusak gedung sekolah.

24 Mar 2025 19:30 WIB · Nusantara

Oleh Nasrun Katingka

JAYAPURA, KOMPAS — Aparat keamanan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penyerangan guru dan tenaga kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (24/3/2025). Dari hasil penyelidikan, penyerangan itu diduga dilakukan oleh 15 orang dengan menggunakan senjata tajam.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) itu dilaksanakan di tiga tempat, yakni di sekolah dasar Distrik Anggruk, kompleks perumahan guru SD Advent Anggruk, dan gedung Rumah Sakit GKI Efata Anggruk. Beberapa saksi juga dimintai keterangan guna memperkuat penyelidikan.

”(Olah TKP) Ini sebagai bagian dari scientific crime investigation sehingga kami dapat mengumpulkan barang bukti, keterangan saksi di lapangan, untuk dapat mengetahui bagaimana peristiwanya dan siapa pelaku,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani.

Faizal menuturkan, berdasarkan olah TKP itu, penyerangan tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Jumat dan Sabtu (21-22/3/2025). Diperkirakan ada 15 orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang guru honorer dengan menggunakan senjata tajam.

Aparat keamanan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penyerangan guru dan tenaga kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (24/3/2025).

Akibat serangan tersebut, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen (29) meninggal. Rosalia ditemukan dengan sejumlah luka parah, di antaranya luka robek di leher, luka tusuk di pinggang, dan patah tulang terbuka di tangan.

Adapun tujuh korban lainnya mengalami luka-luka akibat penganiayaan dengan senjata tajam. Para korban ini dievakuasi di RS GKI Efata sebelum dibawa ke Dekai, ibu kota Yahukimo, pada Minggu (23/3/2025).

Selain itu, komplotan KKB juga membakar dua rumah dinas guru serta merusak tujuh ruang kelas sekolah. Dalam olah TKP, tim gabungan berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya serpihan kaca, parang dan pisau terbakar, serta sampel material bangunan yang hangus.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan pemantauan intensif di Distrik Anggruk untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan. Berdasarkan informasi dari aparat, sebagian besar warga asli juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Proses evakuasi korban serangan kelompok Organisasi Papua Merdeka di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang terjadi Jumat (21/3/2025).

Dalam keterangannya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyampaikan, serangan ini merupakan peringatan bagi pihak lain yang memasuki wilayah mereka. Sebby menyebut, TPNB-OPM juga menganggap guru dan tenaga kesehatan sebagai agen intelijen militer Indonesia.

Sebby menuturkan, Elkius Kobak, pemimpin TPNPB-OPM wilayah Yahukimo, bertanggung jawab dalam operasi tersebut. Elkius memerintahkan Ohyon Elambu, komandan Batalyon Anggruk, dan Yosua Sobolim, komandan Batalyon Sisipia, serta pasukan dari Batalyon Eden Sawi, dalam penyerangan ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengklaim Distrik Anggruk sebagai daerah yang aman. ”Daerah di sana (Distrik Anggruk) adalah daerah paling aman. Sejak 1961, Injil masuk sampai hari ini tidak ada pergerakan dari oknum (KKB). (Selama ini) Kami pastikan aman sehingga kami tidak menempatkan anggota (aparat keamanan) di sana,” ujar Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram.

Aparat keamanan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penyerangan guru dan tenaga kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (24/3/2025).

Akibat kejadian ini, yayasan yang menyalurkan guru kontrak di pedalaman Yahukimo menyatakan akan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di wilayah tersebut. Saat ini, guru-guru yang berada di distrik yang berdekatan dengan lokasi kejadian telah dievakuasi ke Dekai, ibu kota Yahukimo, dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

”Korbannya adalah anak-anak (sekolah). Ada ribuan anak sekolah yang mendapatkan manfaat dari program ini. (Kami) Tidak bisa berhenti karena kami punya tanggung jawab sebagai manusia dan makhluk ciptaan Tuhan,” ucap Nehes Jon Fallo, Ketua Yayasan Serafim.

Quote

Rosalia ditemukan dengan sejumlah luka parah, di antaranya luka robek di leher, luka tusuk di pinggang, dan patah tulang terbuka di tangan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti