Juara secara paripurna dicatatkan Babek SS di Liga Kompas U-14 2024-2025. Rayina Pamungkas, penyerang Babek, meraih trofi sepatu emas berkat koleksi 15 gol.
04 Mei 2025 16:27 WIB · Olahraga
TANGERANG, KOMPAS — Babek Soccer School, sekolah sepak bola asal Jakarta Utara, menjadi juara baru dalam perhelatan Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025. Sayangnya, perhelatan kompetisi usia dini musim ke-12 kali ini tidak menyertakan adanya peserta yang meraih trofi tim fair play.
Brace alias dua gol dari penyerang andalan, Rayina Pamungkas, ke gawang Oneway Soccer School memastikan Babek mengunci gelar juara pada pekan pamungkas, Minggu (4/5/2025), di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten. Babek menang mutlak atas Oneway dengan kedudukan akhir 3-0.
Meskipun menderita kekalahan pertama pada laga ke-14, pekan lalu, Babek mampu bermain lepas dan tidak mengalami gugup di pertandingan yang menentukan bagi mereka. Apalagi sebelum laga mereka, Persigawa, yang duduk di peringkat kedua, unggul 4-1 atas Serpong City.
Dengan kedudukan itu, Persigawa menyamai perolehan poin Babak dengan 39 poin. Namun, pemain-pemain Babek sudah siap tampil mati-matian. Mereka sudah unggul ketika laga baru berjalan empat menit melalui sepakan gelandang Muhammad Oezil Oasis.
Dua menit berselang, Rayina sudah memperlebar jarak keunggulan timnya. Babek memaksimalkan dengan baik dua kemenangan duel second ball yang mengawali dua gol awal itu. Raihan tiga poin dan gelar juara dikunci Babek melalui tembakan Rayina pada menit ke-53.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/6a4d5895e8f056e5e5590ec63b7199f7-YGA_1556.jpg)
Saya senang bisa memberikan kontribusi bagi kemenangan ini. Saya senang bisa juara dan prestasi ini menjadi bekal saya untuk terus berkembang di masa depan.
Babek menjadi juara Liga Kompas U-14 musim ini dengan perolehan akhir 42 poin. Mereka unggul tiga poin atas Persigawa. Kedua tim sejak awal musim menjadi duo kandidat terkuat untuk saling menggusur di puncak klasemen.
Pelatih Babek Abdul Gofur mengatakan, kekalahan dari Persigawa pada pekan lalu menjadi titik balik bagi anak asuhannya untuk tidak merasakan euforia berlebihan. Demi membenahi mentalitas pemain, Gofur mengungkapkan, dirinya menginisiasi rapat evaluasi yang dihadiri staf pelatih dan semua pemain yang dibantu oleh psikolog. Sesi itu berlangsung sekitar 30 menit.
Selain itu, tim pelatih juga memberikan edukasi kepada orangtua pemain untuk membantu mempersiapkan anak-anak menghadapi duel penentu menghadapi Oneway. Terlepas dari sesi khusus itu, Gofur tidak mengubah sistem dan metode latihan anak asuhannya dalam sepekan terakhir.
”Kami memberikan pemahaman kepada pemain bahwa sepak bola tidak berhenti dengan kekalahan kemarin, kami harus bangkit dan berlatih lagi. Alhamdulillah, kami diberi kelancaran dan kemenangan,” kata Gofur.
Ia menambahkan, ”Kami juga melihat pertandingan pertama (Persigawa melawan Serpong City) bermain dengan all out, tidak ada indikasi macam-macam. Ini adalah sebuah kemajuan yang kami alami di Liga Kompas.”
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/a8baa4a44eb91eb45cb900eee5320d38-YGA_1133.jpg)
Dimas Anggara, gelandang sayap Babek, bersyukur bisa mengakhiri kompetisi yang sengit di Liga Kompas musim ini dengan raihan trofi. Ia pun senang bisa memberikan sumbangan asis pada gol terakhir timnya di babak kedua.
”Saya senang bisa memberikan kontribusi bagi kemenangan ini. Saya senang bisa juara dan prestasi ini menjadi bekal saya untuk terus berkembang di masa depan,” ujar Dimas yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Ini Liga Kompas U-14 2024-2025 periode April.
Selain membawa pulang trofi juara dan medali peringkat pertama, Babek amat pantas menjadi tim terbaik Liga Kompas U-14 musim ini. Mereka tercatat sebagai tim paling produktif sekaligus paling kokoh dalam bertahan.
Babek mencetak 35 gol dan hanya kemasukan enam gol selama 15 pekan. Penyerang mereka, Rayina, juga merengkuh gelar sepatu emas alias pencetak gol terbanyak. Pemain bernomor punggung delapan itu mencetak 15 gol.
Tak hanya itu, dua pemain Babek, yakni Rayina dan Angga, juga menjadi Pemain Terbaik Bulan Ini Liga Kompas U-14 2024-2025. Dua pemain itu pun masuk dalam daftar 18 nama skuad LKG BRI Indonesia yang akan bertarung di Piala Gothia 2025, Juli mendatang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/29b12acbca427d091f25c9d1bffa68f0-20250504YGA42.jpg)
Sementara itu, Liga Kompas U-14 2024-2025 tidak mengukuhkan tim fair play kepada 16 peserta. Trofi fair play adalah salah satu dari dua trofi yang selalu diserahkan kepada tim berpenampilan menawan dalam satu musim kompetisi. Satu trofi lainnya diberikan untuk sang juara.
Tim dengan sikap paling fair ditandai dengan minimnya jumlah pelanggaran, paling sedikit menerima kartu kuning, hingga menaati aturan-aturan yang berlaku di Liga Kompas U-14. Sayangnya, trofi prestisius itu tidak diberikan pada musim ini.
Alasannya, terjadi insiden antarpemain pada salah satu laga pekan terakhir yang mempertemukan Bina Taruna dengan Salfas Soccer, Sabtu (3/5/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Pertandingan itu dimenangi oleh Bina Taruna, 4-0.
”Pada musim ini, sampai hari Jumat kami sudah memiliki calon tim peraih trofi fair play ini. Tetapi, tim yang seharusnya menerima trofi ini melakukan tindakan tidak terpuji pada laga terakhir,” kata Direktur Liga Kompas U-14 Emilius Caesar Alexey.
”Kami memutuskan tidak memberikan trofi ini kepada tim mana pun demi menjadi pelajaran bagi para pemain untuk bisa mengontrol diri di pertandingan,” lanjutnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/8d32a3f646488f0049d8752f5eb7848c-20250504YGA40.jpg)
Ketua Komite Liga Kompas U-14 Adi Prinantyo menambahkan, ”Sangat disayangkan tidak ada tim fair play. Padahal, fair play adalah prioritas dari Liga Kompas U-14. Peserta tidak sekadar adu gengsi untuk jadi tim terbaik, mereka juga berlomba-lomba untuk menjunjung sportivitas. Semoga ini menjadi catatan untuk seluruh kontestan di musim depan.”
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar