Kompas.id Brief

Bagaimana Penampilan Tim Elite pada Pekan Pertama Liga Inggris?

Arsenal, Manchester United, Manchester City, dan Liverpool telah menjalani pekan pertama Liga Inggris. Mereka tampil menawan, namun juga menyingkap kelemahan.

18 Agt 2025 16:29 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Musim baru Liga Inggris, liga sepak bola paling kompetitif di dunia, telah bergulir. Arsenal, Manchester City, dan Liverpool meraih poin penuh pada pekan pembuka.

Sejarah Liga Inggris sering berulang. Hasil pada pekan pertama sama sekali tidak dapat menjadi patokan karena ketatnya persaingan. Tim dengan performa mengesankan di awal musim belum tentu dapat mempertahankannya hingga pertengahan atau akhir musim.

Dari beberapa pertandingan pekan pertama, terlihat potensi sekaligus kelemahan para pemain baru yang didatangkan pada awal musim. Pemain lama pergi atau tersingkir karena digantikan pemain baru. Begitulah hukum alam yang juga berlaku dalam sepak bola. Liga Inggris selalu menarik karena ketidakpastiannya hingga mendekati akhir.

Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?

1.       Apa kunci kemenangan Manchester City atas Wolverhampton Wanderers?

2.       Apa yang menyebabkan kemenangan Liverpool atas Bournemouth?

3.       Mengapa Arsenal dapat mengatasi Manchester United?

1. Apa kunci kemenangan Manchester City atas Wolverhampton Wanderers?

copy title

Gelandang baru Manchester City, Tijjani Reijnders, mematahkan anggapan negatif tentang dirinya dalam debutnya di Liga Inggris dengan mencetak satu gol dan satu asis. Performanya membantu City menang telak 4-0 atas Wolverhampton Wanderers di pekan pembuka liga.

Meski Kevin de Bruyne telah pergi, Reijnders menunjukkan potensi sebagai jagoan baru City. Dia berkontribusi dalam tiga gol pertama tim. Hal itu membuktikan Reijnders cepat menyesuaikan diri dari Liga Italia ke Liga Inggris.

Manajer City, Pep Guardiola, memuji Reijnders sebagai pemain berpengaruh sejak hari pertama kedatangannya. Guardiola menyebutnya sebagai pembelian yang brilian berkat daya jelajah, kemampuan membaca permainan, dan penyelesaian akhir yang baik.

Manchester City's Erling Haaland, right, celebrates with Manchester City's Tijjani Reijnders after scoring his sides third goal during the English Premier League soccer match between Wolverhampton Wanderers and Manchester City at Molineux Stadium, Wolverhampton, England, Saturday, Aug. 16, 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Adapun Erling Haaland mencetak brace, tetapi kedua golnya tercipta berkat umpan akurat Reijnders. Kekompakan antara keduanya menimbulkan harapan munculnya dua ujung tombak yang menakutkan di musim ini.

Reijnders juga berhasil mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rodri, bekerja sama dengan Nico Gonzales sebagai pivot ganda. Mereka mengunci Wolves sehingga tidak mampu menciptakan peluang berbahaya.

Selain Reijnders, pemain debutan lain tidak kalah apik, yaitu kiper James Trafford dan bek sayap Rayan Ait-Nour. Pemain pengganti Rayan Cherki bahkan langsung mencetak gol dalam waktu singkat

2. Apa yang menyebabkan kemenangan Liverpool atas Bournemouth?

copy title

Liverpool menang secara dramatis atas Bournemouth dengan skor 4-2 dalam laga pembuka Liga Inggris di Anfield. ”Si Merah” bangkit setelah sempat unggul 2-0, tetapi dapat disamakan oleh Bournemouth menjadi 2-2.

Federico Chiesa, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-82, menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu di menit ke-88. Gol ini mengembalikan keunggulan Liverpool menjadi 3-2 dan menjadi momen spesial bagi Chiesa. Gol ini mungkin akan mengubah masa depannya di Liverpool. Chiesa dirumorkan akan pergi karena kurang menit bermain.

Pertandingan ini kian dramatis karena dipersembahkan untuk menghormati Diogo Jota, yang meninggalkan Anfield untuk selamanya karena kecelakaan tragis. Chiesa menyatakan golnya sebagai persembahan untuk sang rekan.

Liverpool's Milos Kerkez challenges Bournemouth's Adam Smith, top, during the English Premier League soccer match between Liverpool and Bournemouth at Anfield, Liverpool, England, Friday Aug. 15, 2025. (Peter Byrne/PA via AP)

Manajer Liverpool Arne Slot memuji Chiesa atas kontribusinya yang langsung berdampak. Dia juga menyebutkan bahwa Chiesa masih memiliki posisi yang penting dalam tim.

Hugo Ekitike, penyerang baru Liverpool, tampil impresif dengan mencetak satu gol dan memberikan satu asis dengan instingnya yang tajam. Ekitike menunjukkan kemampuan terbaiknya pada laga debutnya bersama Liverpool. Tubuh yang tinggi menjulang adalah rahasia keperkasaan Ekitike.

Adapun Florian Wirtz, gelandang baru Liverpool, masih beradaptasi dengan gaya permainan Liga Inggris. Performanya belum maksimal dengan banyak kehilangan bola dan sedikit berkontribusi dalam serangan.

Meskipun menang, pertahanan Liverpool belum sempurna dengan kebobolan dua gol dari serangan balik Bournemouth.

3. Mengapa Arsenal dapat mengatasi Manchester United?

copy title

Arsenal dikejutkan oleh Manchester United yang menguasai jalannya pertandingan. Tim tuan rumah hanya mandul pada sentuhan akhir. Namun, laga pembuka musim itu menunjukkan Arsenal masih bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.

Pada laga antara MU dan Arsenal di Stadion Old Trafford pada Minggu (17/8/2025) WIB, ”Meriam London” menang 1-0 berkat gol cepat bek sayap Ricardo Calafiori dari tendangan sudut. 

Jika ingin mendapat trofi pada musim ini, Arsenal tidak boleh lagi terlalu mengandalkan bola mati. Permainan terbuka harus dijalani. Malam itu Arsenal beruntung karena diselamatkan oleh kecemerlangan kiper David Raya dan susunan empat bek yang kokoh menahan gempuran MU.

Manchester United's Matheus Cunha (right) appears dejected as Arsenal's Gabriel celebrates after the English Premier League soccer match between Manchester United and Arsenal at Old Trafford stadium in Manchester, England, Sunday, Aug. 17, 2025. (Nick Potts/PA via AP)

Debut penyerang Viktor Gyokeres mendapat kritik. Penampilan pemain asal Swedia itu amat minimalis karena jarang menyentuh bola. Bukan hanya Gyokeres, pemain depan Arsenal lainnya juga tampil di bawah standar.

Kekalahan itu sulit diterima ”Setan Merah” yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Secara statistik, MU lebih unggul jumlah tembakan 22-9 dan penguasaan bola 61,2 persen.

MU mampu meredam permainan Arsenal karena agresivitas. Musim lalu, jarak di antara pemain MU terlalu melebar ketika melancarkan serangan. Musim ini formasi 3-4-2-1 ala pelatih Ruben Amorim dijalankan secara sempurna dengan jarak pemain yang lebih berdekatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul