Bola Mati Arsenal Satu, Manchester United Kosong

Permainan Arsenal di pekan pembuka tak seindah jersei mereka. ”Si Meriam” cukup beruntung bisa mencuri poin penuh dari Old Trafford hanya berkat eksekusi bola mati.

18 Agt 2025 05:02 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, MINGGU — Kehadiran striker Viktor Gyokeres belum cukup membuat Arsenal untuk tidak bergantung lagi dengan bola mati. Mirisnya, nyaris hanya bola mati yang bisa dibanggakan mereka saat bertemu Manchester United. Arsenal dikejutkan MU yang dominan di seluruh aspek, kecuali sentuhan akhir.

Sepak bola sering kali tidak adil, seperti yang tersaji di Stadion Old Trafford pada Minggu (17/8/2025) WIB. Arsenal mencuri kemenangan 1-0 di pekan pembuka berkat gol cepat bek sayap Ricardo Calafiori dari tendangan sudut. Tim tuan rumah yang jauh lebih unggul saat dengan ataupun tanpa penguasaan bola justru kalah.

Statisik terkadang bohong, tidak mencerminkan situasi pertandingan seutuhnya. Namun, tidak dengan Minggu malam tadi. MU superior di atas kertas dengan unggul jumlah tembakan 22-9 dan penguasaan bola 61,2 persen. Dominasi itu pula yang terlihat sepanjang 90 menit di stadion berjuluk ”Teater Impian” tersebut.

Wajar jika Pelatih MU Ruben Amorim sukar berdamai dengan hasil akhir. ”Itu sangat sulit diterima karena saya berpikir kami adalah tim yang lebih baik hari ini. Kami bermain lebih baik daripada Arsenal. Kami tinggal butuh detail kecil yang bisa menjadi pembeda di masa depan. Saya bangga dengan para pemain,” ujarnya.

Arsenal kesulitan keluar dari tekanan agresif blok tinggi ”Setan Merah”. Di sisi lain, skuad MU mampu dengan mudah memecahkan jebakan blok tinggi lawan. Alhasil, MU berhasil memaksa Arsenal untuk bertahan lebih dalam di separuh lapangan sendiri. Situasi itu terbalik dengan apa yang terjadi dalam dua pertemuan terakhir.

Apakah kunci keberhasilan MU dalam menghentikan permainan ”cair” Arsenal? Jawabannya hanya satu kata, agresivitas. Musim lalu, jarak di antara pemain MU sering terlalu jauh saat menekan lawan. Berbeda dengan kali ini. Formasi 3-4-2-1 ala Amorim dijalankan lebih baik dengan jarak pemain yang rapat dan pendekatan superagresif.

Bek Arsenal Ricardo Calafiori (33) mencetak gol sundulan ke gawang Manchester United dalam pertandingan pekan pembuka Liga Inggris di Stadion Old Trafford pada Minggu (17/8/2025) WIB. Gol pada menit ke-13 itu cukup untuk membawa Arsenal pulang dari Old Trafford dengan kemenangan 1-0.

Para pemain Arsenal tidak pernah dibiarkan tenang menguasai bola. Selalu ada pemain MU yang sudah siap untuk menjegal, salah satu yang paling aktif adalah bek sayap Patrick Dorgu. Saking agresif, Setan Merah unggul mutlak dalam duel di tanah (58 persen) dan udara (57 persen). Alhasil, permainan tim tamu tidak berkembang dengan umpan sukses jauh di bawah standar, hanya 75 persen.

”Intensitas, bagaimana cara mereka berlari (mengejar bola). Mereka bertarung untuk setiap duel. Mereka sangat berani dalam duel satu lawan satu. Saya sangat sedang dengan keberanian itu. Dari sisi pertahanan, saya seperti melihat tim yang berbeda. Itu adalah hal yang baik, tetapi kami tentunya butuh kemenangan,” jelas Amorim.

Serangan MU selalu mengancam dengan tusukan tajam dari dua sisi sayap. Penyerang debutan, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, sukses merepotkan Arsenal. Hanya saja, Setan Merah belum optimal dalam penyelesaian akhir. Pembelian teranyar MU Benjamin Sesko masuk sebagai pengganti, tetapi belum bisa menjadi solusi.

Arsenal patut berterima kasih kepada kiper David Raya dan empat bek sejajar yang tampil cemerlang. Mereka bermain sangat tenang mengatasi gempuran bertubi-tubi dan banyak kemelut yang terjadi di kotak penalti. ”Si Meriam” menunjukkan kualitas sebagai tim dengan benteng pertahanan terbaik selama dua musim terakhir.

Jersei Arsenal

Arsenal langsung menggunakan jersei ketiga dalam laga pembuka. Jersei berkerah dengan warna putih itu terlihat klasik dan mewah. Masalahnya, keindahan di seragam itu tidak tecermin dalam permainan tim asuhan Pelatih Mikel Arteta. Arsenal ingin mengandalkan transisi serangan balik cepat, tetapi justru terkesan terburu-buru.

Gyokeres mendapat banyak kritikan dalam debutnya. Warganet sampai berkomentar, penyerang tim nasional Swedia itu lebih banyak merapikan rambut dibandingkan menyentuh bola. Adapun dia hanya mencatatkan empat umpan sukses, serta tanpa tembakan dan kreasi peluang, sebelum digantikan Kai Havertz pada menit ke-60.

Penyerang Manchester United Benjamin Sesko (kiri) berupaya mengontrol bola di tengah bayang-bayang gelandang Arsenal Martin Zubimendi dalam pertandingan pekan pembuka Liga Inggris di Stadion Old Trafford pada Minggu (17/8/2025) WIB. Kedua pemain itu menjalani debut Liga Inggris bersama tim masing-masing.

Gyokeres memang tampil buruk. Namun, kenyataannya, tidak ada pemain di lini serang Arsenal yang bermain baik. Bintang utama Si Meriam saja, Bukayo Saka, nyaris tidak terlihat sepanjang laga. Dijaga Dorgu, dia hanya sukses menciptakan satu dribel dari lima percobaan. Adapun tembakan tepat sasaran terakhir Arsenal dihasilkan pada menit ke-35.

Artinya, sistem serangan tim memang bermasalah. Arteta mengakui problem tersebut. ”Jelas, kami tidak dalam penampilan terbaik. Namun, kami menunjukkan ketangguhan dan tekad untuk menang. Mereka membuat kami terpojok. Anda harus mengalami situasi sulit dan menemukan cara menang. Kami berhasil melakukan itu,” ujar Arteta.

Bola mati kembali menjadi penyelamat Arsenal. Mereka sudah mencetak 21 gol dari skema tersebut sejak awal musim lalu. Tidak ada satu tim pun di liga yang menyandingi pencapaian itu. Arsenal masih menggunakan skema sama saat tendangan sudut, yaitu umpan ke arah dalam atau inswinger dan mengerubuni kiper lawan.

Jika ingin menyudahi paceklik gelar juara, Martin Odegaard dan rekan-rekan tentu harus lebih baik dalam kreasi di permainan terbuka. Mereka sangat lemah di sisi itu pada musim lalu. Adapun Arsenal hanya mampu mencatatkan 0,29 xG (expected goals) dari permainan terbuka di Old Trafford. Jauh di bawah MU (1,35 xG).

Di sisi lain, hasil laga juga dipersembahkan oleh MU yang tidak belajar dari kesalahan. Tiga dari empat gol terakhir Arsenal ke gawang mereka selalu dicetak lewat tendangan sudut. Bahkan, keledai saja tidak jatuh dua kali ke lubang yang sama. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan