Kompas.id Brief

Bagaimana Penampilan Pebulu Tangkis Indonesia di All England?

Sejumlah pebulu tangkis Indonesia memastikan lolos ke perempat final All England. Apakah ada yang berpeluang menjadi juara?

06 Mar 2026 17:00 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Redaksi

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Hingga babak perempat final, berapa pemain Indonesia yang lolos?
  2. Mengapa All England kali ini banyak kejutan?
  3. Bagaimana penampilan tunggal putra Indonesia Alwi Farhan?
  4. Apa target para pemain Indonesia di All England tahun ini?

Hingga babak perempat final, berapa pemain Indonesia yang lolos?

copy title

Sebelum babak kedua digelar, Indonesia sudah mengantongi dua tiket perempat final All England. Tiket itu bertambah dengan lolosnya Putri Kusuma Wardani.

Putri mencapai perempat final pertamanya di All England setelah tersingkir pada babak kedua, setahun lalu. Di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026), satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu mengalahkan Kim Ga-eun (Korea Selatan) dengan skor 25-23, 21-15.

Lawannya pada perempat final, Jumat, adalah pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan yang juga juara bertahan, An Se-young. Di babak kedua, An menang atas Lin Hsiang Ti (Taiwan), 21-15, 21-11.

Pada waktu yang sama dengan tampilnya Putri, Jonatan Christie tampil pada babak kedua melawan Lin Chun Yi. Namun, Jonatan tak bisa mengikuti langkah Putri setelah dikalahkan pemain Taiwan tersebut, 19-21, 12-21.

Mengapa All England kali ini banyak kejutan?

copy title

Ranking dunia dan unggulan yang tinggi tak menjamin kemenangan. Banyak pebulu tangkis dengan status tersebut tersingkir pada fase awal All England karena kalah siap dari lawan saat di lapangan.

Setelah sepuluh unggulan dari lima nomor tersisih pada babak pertama, lima lainnya kalah pada babak kedua yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026).

Situasi ini memperlihatkan ketatnya persaingan All England sejak babak-babak awal. Setiap peserta punya motivasi lebih besar untuk menang dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini, termasuk mereka yang baru pertama kali tampil.

Di antara debutan yang melaju ke perempat final ada pemain-pemain Indonesia. Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bahkan menyingkirkan unggulan pada babak kedua.

Bagaimana penampilan tunggal putra Indonesia Alwi Farhan?

copy title

Di antara berbagai mimpi dan target Alwi Farhan, salah satunya dia wujudkan pada Rabu (4/3/2026) di Inggris. Alwi tampil di All England untuk pertama kalinya dan memenangi babak pertama.

Atlet berusia 20 tahun itu mengawali langkahnya di All England saat berhadapan dengan Ayush Shetty, pemain India yang bersaing dengan Alwi sejak era yunior. Pertandingan antara sesama debutan All England di Utilita Arena, Birmingham, itu dimenangi Alwi dengan skor 19-21, 21-9, 21-17.

Alwi mewakili tunggal putra Indonesia bersama seniornya, Jonatan Christie, yang lolos ke babak kedua, juga melalui kemenangan tiga gim. Jonatan mengalahkan Jia Heng Jason Teh (Singapura), 21-11, 10-21, 21-15.

All England pertama ini dijalani Alwi sebagai tunggal putra ranking ke-14 dunia. Posisinya yang berada di atas Shetty (ranking ke-22) memperlihatkan bahwa Alwi berkembang lebih baik dibandingkan tunggal putra nomor dua India itu.

Apa target para pemain Indonesia di All England tahun ini?

copy title

Sebanyak 24 atlet Indonesia yang akan tampil di All England 2026 terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu para senior yang mempunyai target juara dan yunior yang mencari pengalaman dalam debut mereka. Mereka akan tampil dalam persaingan ketat sejak fase awal untuk memperbaiki hasil tanpa gelar juara di All England 2025.

All England 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, 3-8 Maret, adalah turnamen BWF World Tour Super 1000 kedua pada tahun ini setelah Malaysia Terbuka pada Januari lalu. Kedua turnamen itu berlevel sama, seperti juga Indonesia Terbuka yang akan berlangsung pada 2-7 Juni dan China Terbuka pada 21-26 Juli. Namun, All England selalu punya makna spesial bagi atlet bulu tangkis.

All England setara Wimbledon, salah satu dari empat Grand Slam di arena tenis profesional. Sebagai kejuaraan tertua di cabang masing-masing, All England (digelar sejak 1899) dan Wimbledon (1877) menjadi kejuaraan paling presitisius dengan atmosfer ”magis”. Rasanya, tak ada atlet yang tak punya keinginan menjadi juara All England.

Indonesia punya catatan cukup baik di All England dengan total 52 gelar juara. Dari lima nomor, ganda putra menjadi yang tersukses dengan 24 gelar, diikuti tunggal putra yang mengumpulkan 16 gelar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan