Kompas.id Brief

Bagaimana Presiden RI dari Masa ke Masa Merayakan Lebaran?

Setiap presiden, sejak Presiden pertama RI Soekarno hingga Presiden ketujuh RI Joko Widodo, punya cara masing-masing untuk merayakan Lebaran.

31 Mar 2025 08:00 WIB · Politik & Hukum

Oleh TIM REDAKSI

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Apa yang istimewa saat Lebaran di era Presiden pertama RI Soekarno?
  2. Bagaimana Presiden kedua RI Soeharto merayakan Lebaran?
  3. Adakah yang berbeda saat Presiden ketiga RI BJ Habibie merayakan Lebaran?
  4. Mengapa Istana disulap menjadi rumah rakyat saat Lebaran di era Presiden ke-4 RI Gus Dur?
  5. Bagaimana kisah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri merayakan Lebaran?
  6. Bagaimana open house Istana di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono?
  7. Lebaran Presiden ketujuh RI Jokowi tak selalu di Jakarta, lantas di mana saja?

Apa yang istimewa saat Lebaran di era Presiden pertama RI Soekarno?

copy title

H Mangil Martowidjojo dalam bukunya yang berjudul Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967 mencatat bahwa setiap Lebaran, persisnya seusai shalat Id di halaman Istana Jakarta, Bung Karno selalu menyelenggarakan halalbihalal. Acara yang diikuti semua penghuni dan pegawai Istana beserta keluarganya—Mangil merinci dari tukang kebun hingga Direktur Kabinet Presiden—ini digelar di Istana Merdeka.

”Kalau kebetulan saya sedang berjabat tangan dengan Bung Karno, Bung Karno selalu berkata, ’Mangil, Bapak minta maaf lahir batin. Bapak punya kesalahan banyak kepada kau’, dengan memegang tangan saya erat sekali,” tulis Mangil, yang adalah Komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden selama lebih dari dua dekade di era pemerintahan Bung Karno, dalam bukunya tersebut.

Dari kesaksian Mangil, dapat diketahui bahwa tradisi halalbihalal sudah berlangsung di Istana sejak era Presiden Pertama RI. Ihwal shalat Id yang digelar di Istana Jakarta seperti ditulis Mangil di bukunya pun terkonfirmasi melalui arsip Harian Kompas yang terbit Kamis, 20 Januari 1966, atau 59 tahun silam.

Bagaimana Presiden kedua RI Soeharto merayakan Lebaran?

copy title

Di Lebaran pertamanya sebagai presiden, tahun 1968, Presiden Soeharto dan Nyonya Tien Soeharto memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan ucapan selamat di rumahnya, di Jalan Cendana 8, Jakarta.

Kemudian, Harian Kompas mencatat, untuk pertama kalinya Presiden Soeharto melakukan shalat Id di luar Istana pada 1970. Peristiwa ini tertulis di badan berita berjudul ”Atjara2 Chusus RRI Djakarta Menjambut Idul Fitri” yang terbit di Kompas, Sabtu 28 November 1970. Tertulis di paragraf awal berita tersebut bahwa pidato Presiden Soeharto menyambut hari raya Idul Fitri 1390 Hijriah akan disiarkan secara sentral oleh RRI, langsung dari tempat upacara sembahyang Idul Fitri (Masjid Istiqlal).

Momen perayaan secara kolosal dialami Presiden Soeharto pada Lebaran 1997. Saat itu, persisnya pada 8 Februari 1997, Presiden Soeharto menabuh beduk raksasa asal Masjid Agung Bantul pada acara Gema Dzikir dan Takbir menyongsong 1 Syawal 1417 Hijriah di bawah Tugu Monas Jakarta.

Adakah yang berbeda saat Presiden ketiga RI BJ Habibie merayakan Lebaran?

copy title

Jika sebelumnya silaturahmi lebih banyak digelar di kediaman presiden atau di Istana, di era Presiden ketiga RI BJ Habibie, justru dirinya yang intens silaturahmi ke berbagai kalangan saat Lebaran.

Salah satunya, merujuk arsip pemberitaan Kompas, pada Lebaran hari pertama, 19 Januari 1999, Presiden BJ Habibie beserta Nyonya Ainun Habibie berkunjung ke kediaman Jenderal Besar (Purn) Abdul Haris Nasution di Jalan Teuku Umar Nomor 43, Jakarta. Pertemuan akrab serta hangat antara Presiden Habibie dan AH Nasution yang didampingi istrinya, Ny Yohana Nasution, berlangsung sekitar 30 menit.

”Saya bicara seperti ayah kepada anaknya,” ucap AH Nasution yang juga mengungkapkan kegembiraannya atas pertemuan dengan Presiden BJ Habibie di momen Idul Fitri tersebut.

Mengapa Istana disulap menjadi rumah rakyat saat Lebaran di era Presiden ke-4 RI Gus Dur?

copy title

Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai figur yang merakyat dan egaliter. Hal ini pun terbawa pada acara buka pintu (open house) Lebaran yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, saat Gus Dur menjalani masa kepresidenannya dari 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.

Wartawan Kompas, J Osdar, menangkap suasana merakyat ketika digelar open house Idul Fitri 1 Syawal 1420 Hijriah di Istana pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman tersebut. Hal ini dituangkannya saat membuat feature yang terbit di Harian Kompas, Senin (10/1/1999).

Dalam tulisan berjudul ”Suasana Ciganjur Berpindah ke Istana Merdeka” itu, dikutip pernyataan Alissa Qotrunnada Munawarah (Lisa), putri sulung Gus Dur. ”Suasananya memang seperti ketika kami tinggal di Ciganjur. Tetapi, biarlah begitu, Istana ini, kan, memang milik rakyat. Kami hanya menungguinya,” kata Lisa saat itu kepada Kompas.

Bagaimana kisah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri merayakan Lebaran?

copy title

Dalam rentang masa jabatan kepresidenan dari 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri tiga kali merayakan Lebaran dan menggelar buka pintu Istana.

Pada 16 Desember 2001, misalnya, Presiden Megawati dan suaminya, Taufik Kiemas, mengikuti shalat Idul Fitri 1422 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Merujuk arsip pemberitaan Kompas, di akhir acara shalat Id tersebut diumumkan kepada hadirin bahwa pada sore harinya, mulai pukul 16.30-18.00 akan digelar open house di Istana Kepresidenan Jakarta.

Ada hal menarik yang dicatat wartawan Kompas pada momen bersalaman di Istana tersebut. Hal ini terjadi saat Taufik Kiemas menyapa ramah para tamunya. Dan, saat menjabat tangan wartawan, Taufik bersuara lantang, ”Terima kasih, ya, atas kritik-kritik yang dilontarkan.”

Bagaimana open house Istana di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono?

copy title

Selama dua periode memimpin, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan buka pintu Istana Kepresidenan, Jakarta, saat Lebaran sebagai gelaran rutin. Di ajang kepala negara bertemu rakyatnya ini, muncul beragam kisah unik, mulai dari minta nama anak, berkeluh kesah, sampai mengharap amplop dari orang nomor satu di republik ini.

Kemudian tak cuma mengulurkan tangan untuk dijabat rakyat, SBY saat open house juga menganggarkan sejumlah uang untuk dibagikan kepada sebagian warga sebagai ”bonus” Lebaran. Besaran nominalnya bermacam-macam. Jumlahnya terentang dari Rp 200.000, Rp 250.000, hingga Rp 500.000 per orang.

Biasanya, uang yang terbungkus dalam amplop itu diberikan kepada para penyandang disabilitas. Oleh karena itu, selalu saja ada sebagian warga yang mendatangi acara open house dengan harapan akan memperoleh bonus itu. Pemberiannya dilakukan sewaktu acara tersebut diadakan, baik di Istana Negara maupun kediaman pribadi SBY di Cikeas.

Lebaran Presiden ketujuh RI Jokowi tak selalu di Jakarta, lantas di mana saja?

copy title

Sepanjang masa kepemimpinan Presiden ketujuh RI Joko Widodo, shalat Idul Fitri sekaligus dimanfaatkan untuk bertemu masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, buka pintu Istana tak rutin terselenggara di setiap Lebaran di masa pemerintahan Jokowi. Terlebih saat pandemi Covid-19 merebak.

Presiden Jokowi tercatat pernah menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada 16 Juli 2015 dan di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, pada 6 Juli 2016.

Open house Istana di masa Jokowi baru digelar pada Lebaran 2017. Seusai shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jokowi bersama Kalla menggelar open house di Istana Negara. Tahun berikutnya, buka pintu dilangsungkan di Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi juga pernah merayakan Lebaran di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada 2022.


Kerabat Kerja

Penulis:

TIM REDAKSI
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro