Kompas.id Brief

Bagaimana Real Madrid Tak Tergoyahkan di Liga Spanyol?

Kemenangan atas Barcelona di "el clasico" membuat Real Madrid tak tergoyahkan di Liga Spanyol. Pelatih Real Xabi Alonso bahkan mampu menyamai Zinedine Zidane.

28 Okt 2025 16:00 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulvianus Harjono

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana Real mengakhiri hegomoni Barcelona di el clasico?
  2. Mengapa misi balas dendam menjadi energi ekstra Real Madrid?
  3. Bagaimana Barcelona menjalani musim terburuk bersama Hansi Flick pada musim ini?
  4. Mengapa para pemain Liga Spanyol sempat melakukan protes?

Xabi Alonso mengukir sejarah sebagai pelatih baru Real Madrid. Tidak seperti tujuh pendahulunya yang dipecundangi Barcelona, Alonso mampu meraih kemenangan dalam laga el clasico alias “laga klasik” perdananya di Spanyol.

Alonso, mantan pelatih Bayer Leverkusen, membawa “Los Blancos” mengalahkan Barca, juara bertahan Liga Spanyol, dengan skor 2-1 pada Senin (27/10/2025) dini hari WIB. Berkat kemenangan itu, Alonso menyamai catatan koleganya, Zinedine Zidane.

Alonso dan Zidane adalah dua dari sembilan pelatih Real terakhir yang mampu memenangi el clasico pada debutnya. Adapun tujuh pelatih lainnya, seperti Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Julen Lopetegui, kalah pada laga el clasico perdana mereka.

Kemenangan itu sekaligus membuncahkan harapan Real untuk mematahkan hegemoni Barca asuhan Hansi Flick. Musim lalu, dalam debutnya di Spanyol, Flick membawa Barca meraih tiga trofi semusim, yaitu gelar juara Liga Spanyol, Piala Raja Spanyol, dan Piala Super Spanyol. Pada musim itu, Barca bahkan selalu memecundangi Real dari empat pertemuan di berbagai ajang, yaitu Liga Spanyol, Piala Raja, dan Piala Super Spanyol.

”Kami bermain sangat baik tanpa bola. Tahu kapan harus menekan dan kapan harus tetap kompak. Tim hanya sedikit kebobolan dan kami hampir tidak kebobolan peluang,” ujar bek kanan Real, Dani Carvajal, seusai timnya mengalahkan Barca.

Kemenangan di Stadion Santiago Bernabeu itu membuat tuan rumah Real kokoh di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dengan koleksi 27 poin dari 10 laga. Mereka baru sekali kehilangan poin sejauh ini, yaitu saat dikalahkan tetangganya, Atletico Madrid, 2-5. Real saat ini unggul 5 poin dari Barca di peringkat kedua.

Tren positif Barca itu sejalan dengan melesatnya performa penyerang terbaik mereka, Kylian Mbappe. Penyerang tim nasional Perancis itu telah mengemas 11 gol di Liga Spanyol musim ini. Ia turut menyumbang satu gol ke gawang Barca.

Jumlah sumbangan golnya di el clasico itu bahkan bisa lebih banyak jika eksekusi penaltinya berhasil dan satu gol lainnya tidak dianulir wasit karena offside.

Bagaimana Real mengakhiri hegemoni Barcelona di ”el clasico”?

copy title

Melakoni el clasico, dendam harus dibayar tuntas. Misi itu mampu diselesaikan Real Madrid setelah selalu kalah dalam empat pertemuan kontra Barcelona musim lalu. Dendam itu terbalas seiring kemenangan 2-1 atas Barca di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (26/10/2025) malam WIB.

Meski tanpa kehadiran Hansi Flick di tepi lapangan akibat terkena hukuman kartu merah, Barca tetap teguh pada sistem garis pertahanan tinggi pelatih asal Jerman itu. Musim lalu, Barca meraih kesuksesan domestik berkat menerapkan permainan menekan dengan basis garis pertahanan tinggi. Banyak lawan, termasuk Real, kewalahan akibat kerap terjebak offside.

Real Madrid's Jude Bellingham reacts after a La Liga soccer match between Real Madrid and Barcelona in Madrid, Spain, Sunday, Oct. 26, 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Belakangan, garis pertahanan tinggi Barca mulai terbaca oleh para lawan. Cara yang paling banyak digunakan untuk mengatasi garis pertahanan tinggi Barca ialah menempatkan penyerang di belakang bek sebagai pancingan. Di sisi lain, ada pemain sayap di sisi lain yang bersiap menerima bola.

Ketika bola diarahkan kepada pemain sayap, garis offside secara otomatis menjadi lebih mundur. Momen itu lantas dimanfaatkan pemain sayap dengan mengirim umpan silang kepada penyerang yang sudah tidak berada pada posisi offside. Cara ini sukses diterapkan oleh Paris Saint-Germain dan juga Sevilla untuk memecundangi Barca.

Namun, Real rupanya tidak membutuhkan cara yang cukup kompleks itu untuk membongkar garis pertahanan tinggi Barca. Tim arahan Pelatih Xabi Alonso tersebut hanya cukup menerapkan cara tradisional yang telah lama ada pada ajaran sepak bola, yaitu menempatkan pemain yang punya kecepatan tinggi dan waspada dalam menahan laju lari di awal demi menghindari perangkap offside.

Peran pemain cepat itu diemban oleh Kylian Mbappe. Ia menunggu momentum yang tepat untuk menerima umpan dan memulai berlari. Jude Bellingham yang jeli melihat pergerakan Mbappe mengirimkan umpan terobosan terukur dari tengah lapangan yang kemudian mampu dikonversi menjadi gol pada menit ke-22.

Mengapa misi balas dendam menjadi energi ekstra Real Madrid?

copy title

Gagal memetik satu pun kemenangan pada el clasico musim lalu turut berkontribusi dalam kehancuran Real Madrid. Semenjak ditangani Hansi Flick, Barca selalu menemukan cara menaklukkan Real. Dalam empat kali el clasico musim lalu, Flick selalu menang atas klub rival.

Pelatih asal Jerman itu pun di ambang menyamai rekor Pep Guardiola yang mampu membawa Barca meraih kemenangan terpanjang melawan Real di seluruh kompetisi. Guardiola pernah memenangi lima laga el clasico secara beruntun sejak 2008 hingga 2010.

Barcelona's Lamine Yamal gestures during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Barcelona, in Madrid, Sunday, Oct. 26, 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Sebagai klub raksasa yang kini memimpin klasemen sementara Liga Spanyol, Real tidak sudi kembali jadi bulan-bulanan Barca. Apalagi, kedua tim terlibat rivalitas sengit selama bertahun-tahun. ”Mereka pasti ingin balas dendam, tetapi kami harus menjadi diri kami sendiri seperti musim lalu dan percaya pada cara bermain kami,” tutur Pau Cubarsi, pemain Barca, sebelum el clasico, dikutip The Athletic.

Performa Real Madrid di bawah asuhan pelatih baru, Xabi Alonso, menunjukkan kemajuan dibandingkan musim lalu. Namun, masih perlu banyak perbaikan dalam skema taktik Alonso. Ia mengubah secara signifikan bagaimana cara Real bermain saat sedang tidak menguasai bola.

Selain itu, formasi pertahanan Real jauh lebih kohesif. ”Los Blancos” menjadi tim kedua di liga dengan rerata kebobolan paling sedikit per laga. Posisi pertama ditempati Deportivo Alaves dengan rerata kebobolan 0,9 gol per laga. Adapun Real hanya mencatatkan rerata kebobolan satu gol per laga.

Bagaimana Barcelona menjalani musim terburuk bersama Hansi Flick pada musim ini?

copy title

Barcelona tengah mengalami tren buruk. Sebelum dibekap Real Madrid di el clasico, mereka dikalahkan Sevilla di Liga Spanyol dan Paris Saint-germain di Liga Champions Eropa.

Saat melawan Sevilla pada 5 Oktober lalu, misalnya, Barca bahkan kalah telak, 1-4. Sebelum laga itu, Sevilla belum pernah mengalahkan Barca di kandang sendiri selama 10 tahun. Pelatih Sevilla Matis Almeyda mempelajari pertandingan Barca kontra PSG di Liga Champions Eropa untuk meramu strategi.

Hasilnya, dia mengubah pendekatan dari tiga bek menggunakan empat bek. Hal itu dilakukan untuk memperkuat lini tengah demi meredam kreativitas gelandang Barca.

Ekspresi Pelatih Barcelona Hans-Dieter Flick saat mendampingi timnya melawan Sevilla pada laga Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, Spanyol, Minggu (5/10/2025). Sevilla menang 4-1.

”Kami mempelajari pertandingan dengan baik dan hasilnya memuaskan. Jika kami membiarkan Barcelona lolos, mereka akan merugikan kami,” ujar Almeyda mengenai resep menjinakkan Barca, Minggu (5/10/2025), dikutip dari Diario AS.

Dengan memperkuat lini tengah, Sevilla menghambat Pedri dan Frenkie de Jong yang menjadi otak permainan Barca. Hasilnya, Sevilla bisa leluasa menekan pertahanan Barca hingga memaksa bek Ronald Araujo melakukan kesalahan yang berujung hukuman penalti.

Adapun Pelatih Barca Hansi Flick masih bersikukuh menggunakan pendekatan garis pertahanan tinggi, meskipun taktik itu telah dipatahkan PSG. Solusi membongkar garis pertahanan tinggi Barca seakan sudah menjadi rahasia umum yang tidak hanya bisa dilakukan oleh tim-tim besar, melainkan juga tim papan tengah seperti Sevilla.

Gol kedua Sevilla yang dilesakkan Isaac Romero mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barca. Gol ini tercipta berkat kecepatan menggiring bola Ruben Vargas di sisi sayap sehingga garis offside menjadi mundur jauh.

Akibatnya, perangkap offside Barca gagal lantaran bola berada di depan Romero saat umpan silang mendatar dilepaskan. Skema serupa digunakan pula oleh PSG saat mencetak gol kemenangan melalui Goncalo Ramos.

Mengapa para pemain Liga Spanyol sempat melakukan protes?

copy title

La Liga Spanyol berpotensi mengukir sejarah sebagai liga domestik pertama Eropa yang memainkan musim regular di luar negeri. Namun, maharencana itu mendapat protes dari Asosiasi Pesepakbola Spanyol dengan berdiam diri selama 15 detik sebelum memulai sepak mula. Setelah jadwal padat seiring makin banyaknya kompetisi, ketamakan bisnis sepak bola makin menjadi dengan menggelar pertandingan di luar negeri.

Pertandingan yang memicu protes dari para pemain itu adalah laga kandang Villarreal menghadapi Barcelona. Menurut rencana, laga yang seharusnya dihelat di Stadion De La Ceramica, Villarreal, Spanyol, itu dipindahkan ke Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat. Jika sukses, Presiden La Liga Javier Tebas berambisi meneruskannya pada musim depan. Tidak banyak laga La Liga yang akan dihelat di luar negeri, tetapi hanya satu per musimnya.

Para pemain berdiam diri selama 15 detik sebelum sepak mula laga Villarreal versus Real Betis pada laga Liga Spanyol di Stadion La Ceramica, Vilareal, Spanyol, pada 18 Oktober 2025. Sikap tersebut adalah bagian dari protes rencana relokasi laga Liga Spanyol ke Amerika Serikat untuk memperluas pasar liga itu.

Menggelar pertandingan liga di luar negeri menjadi cara untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan dalam jangka menengah hingga panjang. Jika jenama atau merek La Liga semakin dikenal luas, terutama oleh pasar AS, hal itu akan berdampak pada peningkatan nilai dengan mitra dan sponsor.

Menggelar pertandingan di luar negeri merupakan hal lumrah dari para operator liga papan atas Eropa. Hanya saja, pertandingan yang dilangsungkan di luar negeri biasanya hanya sebatas yang berformat turnamen, seperti Piala Super Spanyol dan Piala Super Italia, bukan liga reguler.

Gagasan memainkan liga reguler di luar negeri mendapat tentangan, bahkan dari pemain yang terlibat. Sebagaimana halnya diutarakan gelandang Barca, Frenkie de Jong, yang menyebut laga di AS bisa menambah beban bagi para pemain lantaran harus menempuh perjalanan panjang sejauh 7.200 kilometer. Menempuh perjalanan sejauh itu di tengah musim reguler dinilai sangat tidak masuk akal.

Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE) mengecam kurangnya transparansi, dialog, dan koherensi La Liga terkait kemungkinan menggelar pertandingan di AS.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase