Kompas.id Brief

Bagaimana Trump Mengguncang Dunia dengan Tarif Impor?

Trump baru saja mengeluarkan pengenaan tarif impor kepada Meksiko, Kanada, dan China yang dinilai akan berdampak pada ekonomi AS. Trump juga mengincar negara lain.

03 Feb 2025 07:49 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Mengapa Amerika Serikat menjatuhkan tarif impor baru terhadap negara mitra dagang?
  2. Negara mana saja yang terkena kebijakan tarif oleh Trump?
  3. Bagaimana respons negara-negara tersebut?
  4. Apa dampak dari pemberlakuan tarif itu?
  5. Adakah negara lain yang menjadi sasaran?

Mengapa Amerika Serikat menjatuhkan tarif impor baru terhadap negara mitra dagang?

copy title

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali mengisyaratkan tarif impor sebagai kebijakan utamanya. Bagi dia, tarif dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, melindungi lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan pajak AS.

AS tercatat mengalami defisit perdagangan dengan banyak negara, termasuk Meksiko, Kanada, dan China. Namun, Trump juga memiliki alasan lain. Pemberlakuan tarif bertujuan untuk mendesak tiga negara itu mengatasi aliran imigran ilegal dan obat-obatan narkoba jenis fentanil serta bahan-bahan kimia prekursornya ke AS.

Menurut Washington, China memproduksi fentanil dan bahan prekursor yang mengalir ke Meksiko dan Kanada. Washington juga menuduh Meksiko beraliansi dengan kelompok-kelompok perdagangan narkoba. ”Kami perlu melindungi warga Amerika, dan merupakan tugas saya sebagai presiden untuk memastikan keselamatan semua orang,” kata Trump di media sosial.

Negara mana saja yang terkena kebijakan tarif oleh Trump?

copy title

Gedung Putih mengumumkan pengenaan tarif tinggi pada impor dari Meksiko, Kanada, dan China setelah menunda selama dua pekan pada Sabtu (1/2/2025) waktu setempat. Kanada dan Meksiko dikenai bea masuk impor hingga 25 persen. China mendapat tarif tambahan 10 persen dari tarif yang sudah diterapkan sebelumnya.

Tarif impor tersebut berlaku, kecuali untuk energi Kanada, seperti minyak, gas alam, dan listrik. Energi dari Kanada dikenai bea masuk lebih rendah, yakni 10 persen. Tarif baru berlaku mulai 4 Februari 2025.

Trump menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional dalam mengenakan tarif tersebut.

Bagaimana respons negara-negara tersebut?

copy title

China, Meksiko, dan Kanada merupakan tiga mitra dagang utama AS. Sebagai tetangga terdekat AS, Meksiko dan Kanada sebelumnya telah menyatakan akan membalas tegas atas tarif tersebut. Sementara China merespons dengan akan mengadukan kebijakan tarif Trump ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau balik memberlakukan tarif 25 persen atas barang-barang dari AS senilai 155 miliar dollar Kanada. Tarif balasan Kanada atas barang-barang dari AS senilai 30 miliar dollar Kanada akan berlaku pada 4 Februari 2025. Adapun tarif atas barang-barang dari AS lainnya senilai 125 miliar dollar Kanada akan diterapkan dalam 21 hari.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memerintahkan menteri ekonomi Meksiko untuk menerapkan tindakan tarif dan nontarif guna melindungi kepentingan Meksiko.

Apa dampak dari pemberlakuan tarif itu?

copy title

Ekonomi AS berintegrasi dengan Kanada dan Meksiko. Menurut para ekonom, perekonomian AS akan ikut terganggu karena semua rantai pasok, mulai dari energi, mobil, dan makanan, akan bergolak. ”Biaya impor yang lebih tinggi kemungkinan akan mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi bisnis,” kata kepala ekonom firma akuntan Ernst and Young, Gregory Daco.

Ia memperkirakan, inflasi AS akan naik sebesar 0,7 poin persentase pada kuartal pertama tahun ini sebelum berangsur-angsur mereda. Hal ini bisa jadi ganjalan bagi Trump sebab selama kampanye dia berjanji menjinakkan inflasi.

Selain itu, perang dagang bisa terjadi yang membuat dunia bisnis tegang dan menunda investasi. Gedung Putih mengatakan, perintah Trump juga mencakup mekanisme untuk menaikkan tarif jika negara-negara tersebut membalas AS dengan memberlakukan tarif balasan. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menepis kekhawatiran mengenai perang dagang.

Adakah negara lain yang menjadi sasaran?

copy title

Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif kepada Kolombia. Awalnya, Kolombia enggan menerima repatriasi imigran Kolombia dari AS. Namun, Trump mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen untuk Kolombia, lalu naik menjadi 50 persen. Bogota yang sempat akan membalas tarif akhirnya menyerah.

Trump telah menyatakan akan mengenakan bea masuk pada Uni Eropa. Selain itu, Trump mengancam BRICS dengan kenaikan tarif 100 persen jika BRICS menerapkan penggunaan mata uang non-dollar AS atau mata uang baru untuk transaksi perdagangan (dedolarisasi).

Ekonom senior Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan, ancaman Trump soal tarif 100 persen adalah peluru kosong. Sebab, penerapan satu mata uang di negara-negara Asia masih lama untuk mampu terwujud. ”Trump lebih sering mengenakan sanksi tarif secara bilateral,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .