Ballon d’Or di Antara Dembele, Salah, hingga McTominay

Pemenang Ballon d'Or semakin sulit ditebak setelah tidak ada lagi sosok Ronaldo dan Messi. Ousmane Dembele diunggulkan tahun ini, tetapi kejutan mungkin terjadi.

08 Agt 2025 07:00 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi benar-benar telah berlalu. Kedua pemain legendaris itu tidak lagi memonopoli perebutan trofi Ballon d’Or atau penghargaan tahunan untuk pesepak bola terbaik sedunia. Di edisi teranyar, banyak talenta besar yang siap membuat kejuatan.

Daftar 30 nama nominasi peraih Ballon d’Or telah dirilis, Kamis (7/8/2025) malam WIB. Untuk dua kali beruntun, tidak ada nama Ronaldo ataupun Messi dalam daftar. Adapun sejak edisi 2004-2023, dari Ronaldo masih remaja sampai Messi berusia 36 tahun, salah satu dari mereka selalu masuk nominasi.

Paris Saint Germain, pemenang Liga Champions musim 2024-2025, menguasai nominasi. Sembilan pemain tim raksasa Perancis itu masuk daftar. Ada perwakilan di semua posisi, mulai dari penyerang Ousmane Dembele, gelandang Vitinha, bek Nuno Mendes, hingga kiper Gianluigi Donnarumma.

Di edisi tahun ganjil, saat tidak ada turnamen antarnegara seperti Piala Dunia, kompetisi paling disorot adalah Liga Champions. Wajar jika PSG mengirimkan sangat banyak wakil. Apalagi, tim asuhan Pelatih Luis Enrique itu juga meraih treble winner dan menjadi runner-up Piala Dunia Antarklub.

Quote

Cara dia membantu tim bertahan, itu adalah bagaimana Anda memimpin tim. Ousmane adalah pemenang Ballon d’Or versi saya.

Dembele, pemain terbaik dari klub paling dominan, otomatis menjadi kandidat terkuat. Dia menyumbang 35 gol dan 16 asis di seluruh kompetisi dalam semusim. Biasanya, kontribusi gol dan asis sangat berpengaruh untuk penghargaan yang lebih sering dimenangi seorang penyerang tersebut.

PSG's head coach Luis Enrique and players Vitinha, left, and Ousmane Dembele look at the trophy at the end of the Champions League final soccer match between Paris Saint-Germain and Inter Milan at the Allianz Arena in Munich, Germany, Saturday, May 31, 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Enrique sudah menobatkan Dembele setelah menang 5-0 atas Inter Milan di final Liga Champions. Padahal, sang pemain tidak menyumbang gol. ”Cara dia membantu tim bertahan, itu adalah bagaimana Anda memimpin tim. Ousmane adalah pemenang Ballon d’Or versi saya,” ujarnya.

Kompetisi sengit datang dari rekan Dembele, yaitu Vitinha. Sang gelandang juga mendapatkan banyak apresiasi setelah sukses di PSG dan menjuarai Liga Nasional Eropa bersama tim nasional Portugal. Dia merupakan otak sekaligus jantung permainan dari kedua tim tersebut.

Ballon d’Or memang didominasi para penyerang. Namun, pemain di posisi lain semakin dihargai belakangan ini. Terbukti, gelandang Manchester City, Rodri, berhasil menyabet penghargaan edisi tahun lalu dengan mengalahkan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.

Prestasi terbaik Rodri adalah mengantar timnas Spanyol berjaya di Piala Eropa 2024. Prestasi Vitinha jelas lebih komplit. ”PSG memenangi segalanya berkat dia. Dari gaya dan efektivitas yang diberikan, Vitinha pantas meraih penghargaan itu,” kata Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez.

Yamal, Salah, dan McTominay

Di luar PSG, kandidat terkuat adalah pemain sayap 18 tahun asal Barcelona, Lamine Yamal. Dia menjalani musim cemerlang dengan usia yang masih sangat muda. Membawa timnya juara Liga Spanyol dan ke semifinal Liga Champions, Yamal mulai digadang-gadang sebagai penerus Messi.

Hanya saja, prestasi paling prestisius yang bisa dipersembahkan Yamal hanyalah trofi liga domestik. Peraih terakhir Ballon d’Or yang hanya memenangi liga domestik pada musim sebelumnya adalah Messi (2019). Pertanyaannya, apakah Yamal sudah sebesar Messi? Rasanya belum.

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) merayakan golnya ke gawang Espanyol, bersama rekannya, Alex Balde, pada laga Liga Spanyol di Stadion RCDE, di Cornella de Llobregat, Spanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. Barcelona menang 2-0 pada laga itu dan memastikan diri menjadi juara Liga Spanyol.

Messi juga mencatatkan performa individu istimewa ketika itu. Dia menghasilkan 41 gol dan 15 asis dalam 44 laga di 2019, termasuk memenangi Sepatu Emas dalam kategori lima liga terbesar Eropa. Adapun Yamal menghasilkan total 18 gol dan 25 asis dari 55 laga pada musim lalu.

Yamal diapresiasi sangat tinggi karena faktor usia. Tidak banyak pemain yang sudah mencapai level kebintangan sepertinya di usia tersebut. Selain Ballon d’Or, Yamal juga masuk dalam nominasi trofi Kopa atau penghargaan pemain U-21 terbaik di dunia.

Soal pencapaian individu, penyerang Liverpool, Mohamed Salah, justru lebih menjanjikan dibandingkan Yamal. Salah menghasilkan 34 gol dan 23 asis dalam 52 penampilan di seluruh kompetisi. Dia sukses mengantar Liverpool menjuarai Liga Inggris untuk kedua kali dalam lima tahun terakhir.

Pemain timnas Mesir itu mengombinasikan total 47 gol dan asis yang menyamai rekor kontribusi seorang pemain dalam semusim di Liga Inggris. Dia juga meraih Sepatu Emas di Inggris untuk keempat kalinya, menyamai rekor terbanyak dalam sejarah kompetisi milik Thierry Henry.

Salah berharap, pencapaian di liga paling kompetitif sedunia itu cukup untuk mengangkatnya ke posisi tertinggi dalam pemungutan suara. ”Jika saya menang, itu akan terasa hebat. Jika tidak, karier saya tetap masih bagus. Gambaran (Ballon d’Or) selalu ada di kepala saya,” kata pemain 33 tahun itu.

Scott McTominay, gelandang Napoli, merupakan sosok paling mengejutkan yang masuk nominasi. Sebelum pindah dari Manchester United pada musim panas lalu, dia hanya berstatus pemain medioker. McTominay membangun ulang kariernya pada musim lalu di klub raksasa Italia tersebut.

Gelandang Napoli, Scott McTominay (kanan), mencoba mengejar pemain Genoa, Brooke Norton-Cuffy, pada laga Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli, Senin (12/5/2025) dini hari WIB. Laga itu berakhir imbang, 2-2.

McTominay menjadi sosok vital yang mengantar Napoli keluar sebagai juara Liga Italia pada musim lalu. Selain menjaga keseimbangan di lini tengah, dia juga menyumbang 12 gol dan 6 asis dari 34 penampilan. Adapun dia terpilih sebagai pemain terbaik liga berkat kontribusi tersebut.

Meskipun demikian, prestasi McTominay agaknya belum cukup untuk membuatnya keluar sebagai pemenang. Seandainya terdapat penghargaan Most Improved Player seperti di olahraga bola basket, khususnya NBA, dia mungkin langsung otomatis keluar sebagai pemenang.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto