Segala aktivitas di luar ruangan dihentikan sampai waktu yang tidak terbatas.
29 Jul 2025 11:22 WIB · Internasional
Hujan lebat, banjir, dan tanah longsor yang terjadi di China telah menewaskan 34 warga. Distrik Miyun menjadi daerah yang paling parah dilanda banjir dibandingkan dengan distrikllain. Di Distrik Miyun, sebanyak 28 orang tewas karena banjir menerjang wilayah ini. Selain itu, juga membuat lebih dari 17.000 penduduk mengungsi. Lebih dari 80.000 orang telah direlokasi di Beijing akibat bencana ini.
Tanah longsor di wilayah pedesaan Kabupaten Luanping di Provinsi Hebei juga menewaskan empat warga dan delapan orang lainnya dilaporkan hilang. Seorang warga mengatakan kepada Beijing News bahwa komunikasi terputus dan ia tidak dapat menghubungi kerabatnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/716018c9-b7c1-485a-9b8b-dd668afd7e92_jpg.jpg)
Pihak berwenang di Miyun melepaskan air dari waduk yang berada pada level tertinggi sejak dibangun tahun 1959. Mereka juga memperingatkan warga untuk menjauh dari sungai karena level air meningkat dan diperkirakan akan terjadi hujan lebat lagi.
Hujan lebat tersebut memutus aliran listrik di lebih dari 130 desa di Beijing, menghancurkan jalur komunikasi dan merusak sekitar 30 ruas jalan. Banjir besar juga menghanyutkan mobil dan menumbangkan tiang listrik di Miyun, yang berbatasan dengan daerah Luanping, Hebei. Pohon-pohon tumbang dan menumpuk di kota Taishitum, sekitar 100 kilometer timur laut Beijing. Jalanan terendam air, sementara lumpur menumpuk di dinding bangunan.
”Banjir datang begitu deras, begitu cepat, dan tiba-tiba. Dalam sekejap, tempat itu langsung terendam air,” kata Zhuang Zhelin, yang sedang membersihkan lumpur bersama keluarganya dari toko bahan bangunan mereka. Di sebelahnya, tetangga Zhuang, Wei Zhengming, terlihat sedang menyekop lumpur di depan rumahnya.
Pihak berwenang Beijing meluncurkan tanggap darurat tingkat tinggi pada Senin (28/7/2025) pukul 20.00 dan memerintahkan warga untuk tetap di dalam rumah, menutup sekolah, menangguhkan pekerjaan konstruksi, serta menghentikan pariwisata luar ruangan dan aktivitas lainnya hingga tanggap darurat dicabut. Perdana Menteri China Li Qiang menyerukan upaya penyelamatan maksimal kepada daerah yang terdampak.
Hujan deras di Beijing diperkirakan masih akan turun pada Selasa (29/7/2025) pagi dengan curah hujan hingga 30 sentimeter di beberapa wilayah. Xinhua melaporkan, 10.000 orang lainnya dievakuasi dari Distrik Jizhou di dekat kota Tianjin. Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan tim tanggap darurat tingkat tinggi untuk membantu kota-kota yang terkena dampak, termasuk Chengde, Baoding, dan Zhangjiakou. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan