LIGA SPANYOL

Barcelona Vs Real Madrid, Mimpi Buruk ”Los Blancos” di Depan Mata

Real dan Barca menatap ”el clasico” dengan kondisi yang bertolak belakang. Sulit bagi Real membendung dominasi Barca setelah timbulnya keretakan tim.

09 Mei 2026 13:09 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, SABTU — Dua hari jelang el clasico, tim media sosial Barcelona mengunggah foto deretan pemain berlatih dengan tawa merekah dan merangkul satu sama lain. Takarir foto menyematkan kalimat ”keluarga besar”. Meski terlihat sederhana, selembar foto itu berbicara keras terkait situasi kontras jelang laga bersejarah antara Real Madrid dan Barca, Senin (11/5/2026) pukul 02.00 WIB.

Di saat para pemain Barca berlatih dengan gembira dan seakan tanpa tekanan, kondisi internal Real bergejolak. Seisi tim penuh dengan kecanggungan akibat pertikaian yang melibatkan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde pada sesi latihan pertengahan pekan ini. Laporan dari media-media Spanyol bahkan menyebutkan para pemain Real tidak banyak bertegur sapa selama agenda latihan jelang melawat ke markas Barca, Stadion Camp Nou.

Dengan keunggulan 11 poin dan liga menyisakan empat pertandingan, Barca hanya perlu menghindari kekalahan dari Real untuk mengunci gelar Liga Spanyol. Apabila terwujud, ini akan menjadi kali kedua Barca mampu mempertahankan trofi sejak 2018. Kala itu Barca masih ditangani Ernesto Valverde.

Itu berarti Real harus berjuang sangat keras meraih kemenangan untuk setidaknya menunda Barca merayakan gelar di hadapan pendukung sendiri. Sebuah upaya yang tampaknya amat berat dengan kekacauan yang terjadi di internal tim.

Untuk mengalahkan Barca yang sedang dalam performa terbaik, dibutuhkan lebih dari taktik brilian. Keharmonisan internal tim juga sangat penting dalam momen-momen krusial seperti ini. Bagaimana suatu taktik bisa dijalankan jika para pemain Real tidak terhubung satu sama lain.

Spain La Liga Soccer

Barca punya segala modal untuk memenangi el clasico. ”Blaugrana” telah mencetak 10 kemenangan beruntun di Liga Spanyol. Situasi di internal Barca pun sedang harmonis. Apalagi para pemain Barca sedang dalam motivasi tinggi lantaran berkesempatan mencetak sejarah dengan memastikan gelar pada laga sebesar el clasico di markas sendiri untuk pertama kalinya.

”Kami memasuki pertandingan ini dalam performa yang bagus, yang merupakan hal positif. Kami akan berjuang untuk meraih kemenangan sejak menit pertama. Saya rasa ini adalah el clasico paling istimewa karena kami bisa memberikan kegembiraan kepada para penggemar Barca dengan memenangi liga melawan Real Madrid di Camp Nou untuk pertama kalinya. Banyak faktor membuat kami bersatu dan bersemangat,” ujar penyerang Barca, Ferran Torres, dikutip dari Mundo Deportivo, Sabtu (9/5/2026).

Melihat ambisi Barca serta kekacauan yang terjadi di internal tim, laga el clasico ibarat mimpi buruk yang sudah menanti Real di depan mata. Barca lebih difavoritkan menang. Untuk itu, besar kemungkinan Real menjadi semacam tamu asing di saat rival abadi merayakan gelar juara di markasnya.

Quote

Kami menjalani musim yang fantastis dan kami harus memenangi semua yang tersisa untuk mengulangi sesuatu yang bersejarah seperti gelar liga dengan 100 poin.

Hasil paling maksimal yang bisa diupayakan Real ialah meraih kemenangan. Itu pun kecil kemungkinan bisa menghalangi Barca juara. Jika Real memenangi el clasico lalu menyapu bersih tiga pertandingan tersisa melawan Real Oviedo, Sevilla, dan Athletic Bilbao, mereka maksimal akan mengakhiri musim dengan 89 poin. Adapun Barca saat ini sudah mengoleksi 88 poin.

Spain La Liga Soccer

Itu berarti gelar juara Barca seakan hanya persoalan waktu. Hanya keajaiban yang dapat mengantarkan Real mengambil alih posisi Barca.

”Kami menjalani musim yang fantastis dan kami harus memenangi semua yang tersisa untuk mengulangi sesuatu yang bersejarah seperti gelar liga dengan 100 poin,” kata gelandang Barca, Gavi.

Tiada pemain kunci

Masalah yang mungkin bisa menggagalkan Barca menaklukkan Real ialah tiadanya sejumlah pemain kunci yang bisa menjadi pembeda. Barca dipastikan tidak akan diperkuat penyerang sayap Lamine Yamal hingga akhir musim karena cedera. Pun demikian dengan Raphinha yang kondisinya masih diragukan.

Yamal dan Raphinha merupakan dua pemain yang masuk tiga besar pembuat peluang terbanyak Barca. Yamal memimpin dengan 26 kali penciptaan peluang besar, diikuti Fermin Lopez (15 kali) dan Raphinha (11 kali). Tanpa Yamal dan Raphinha, ketajaman serangan Barca di area sepertiga akhir kemungkinan akan diserahkan kepada Fermin.

Akan tetapi, Fermin bukan satu-satunya pemain yang patut diwaspadai Real. Ferran Torres yang sedang dalam performa terbaiknya juga bisa menjadi ancaman. Mantan pemain Manchester City itu menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-1 Barca atas Osasuna pada laga sebelumnya. Jikapun Torres tidak menjadi pilihan, Pelatih Barca Hansi Flick masih punya penyerang tajam lainnya, Robert Lewandowski.

Pemain Real Madrid, Vederico Valverde (kiri) dan Aurelien Tchouameni, dalam foto yang digabungkan pada Jumat (8/5/2026). Kedua pemain mendapat sanksi didenda oleh klub karena berkelahi.

Di saat Barca punya banyak opsi di lini serang, Real justru hanya bisa bertumpu pada Vinicius Junior. Itu karena kondisi Kylian Mbappe masih diragukan. Rodrygo belum pulih dari cedera. Sementara pemain bertipikal menyerang milik Real lainnya, Brahim Diaz, tidak memiliki kualitas yang setara Mbappe dan Vinicius.

Meski hanya punya Vinicius yang layak diwaspadai, Barca setidaknya jangan memandang remeh. Penyerang sayap kiri asal Brasil itu punya kecepatan yang mengagumkan serta penyelesaian akhir mumpuni. Vinicius akan jadi masalah besar bagi Barca yang gemar menerapkan garis pertahanan tinggi. Dalam beberapa el clasico sebelumnya, ruang lebar di antara bek dan kiper Barca merupakan favorit Vinicius.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar