Basilika Santa Maria Maggiore, Peristirahatan Terakhir Paus Fransiskus

Paus Fransiskus sejak awal tahu, di Gereja Santa Maria Maggiore ini ia akan menjalani keabadian setelah dipanggil pulang.

22 Apr 2025 11:00 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun, Senin (21/4/2025). Jenazahnya akan disemayamkan selama dua pekan ke depan. Pada saat yang sama, upacara pemakamannya sedang disiapkan.

Paus akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejatinya, Paus telah berpesan sejak ia baru dilantik bahwa gereja Maria pertama dan terbesar di dunia itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhir baginya.

Paus Fransiskus diangkat melalui konklaf pada Maret 2013. Ia menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Ketika diangkat, Paus Fransiskus sudah berusia 76 tahun. Kondisi kesehatannya tidak bisa dibilang prima karena memiliki riwayat penyakit paru-paru.

”Paus ketika itu meyakini hidupnya tidak akan lama. Ia menyiapkan diri untuk menghadap Tuhan,” kata Neomi DeAnda, Direktur Eksekutif Institut Kajian Marian Internasional Universitas Dayton, kepada Fox News, Senin.

Bahkan, menurut DeAnda, Paus Fransiskus kaget dirinya bisa mengabdikan diri selama 12 tahun. Ia mengira tugasnya sebagai Paus tidak akan mencapai satu dasawarsa.

Basilika Santa Maria Maggiore yang dipilih Paus Fransiskus memiliki makna pribadi. Kakek dan nenek dari pihak ayah Paus Fansiskus, Giovanni dan Rosa Bergoglio, berasal dari Italia. Mereka pada 1929 memutuskan pindah ke Argentina dan membawa putra mereka, Mario.

Mario di Argentina bertemu jodohnya, Regina Sivori. Mereka akan memiliki lima anak. Putra sulung mereka yang bernama Jorge kemudian mengabdikan diri kepada agama dan kelak menjadi Paus Fransiskus.

This photograph shows the Santa Maria Maggiore basilica (Basilica of Saint Mary Major) following the death of Pope Francis, in Rome on April 21, 2025. Pope Francis, an energetic reformer who inspired widespread devotion from Catholics but riled traditionalists, died on April 21, 2025 aged 88. Francis's desire to chart a different path was evident right to the end, with his decision to be buried not in St Peter's Basilica but in Rome's Santa Maria Maggiore basilica. (Photo by Tiziana FABI / AFP)

”Kakek, nenek, dan ayah Paus Fransiskus pernah tinggal sebentar di Roma, Italia. Mereka tinggal di dekat Basilika Santa Maria Maggiore dan sering beribadah ke sana,” tutur DeAnda.

Paus Fransiskus kerap berdoa di Basilika Santa Maria Maggiore. Ia memiliki ritual ke sana setiap sebelum dan sesudah perjalanan dinas. Pada Maret 2020, Paus Fransiskus berjalan kaki sejauh 3,8 kilometer dari Vatikan ke basilika tersebut.

Ketika itu, dunia baru dicengkeram pandemi Covid-19. Paus Fransiskus berdoa kepada Bunda Maria agar pandemi segera berakhir. Ia terakhir beribadah di gereja tersebut pada 12 April 2025 dalam rangka sepekan menyambut Paskah.

Paus Fransiskus mengungkapkan keinginannya dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di dalam buku otobiografi Hope yang terbit pada Januari 2025. ”Vatikan adalah tempatku mengabdi, bukan rumah abadiku,” tulis Paus.

Ia secara spesifik menulis meminta dimakamkan di ruangan penyimpanan tempat lilin di Basilika Santa Maria Maggiore. Ruangan itu di dekat patung Bunda Maria Ratu Perdamaian. Paus Fransiskus mengungkapkan, kepada Maria Ratu Perdamaian ini ia sering berdoa dan meminta petunjuk.

”Selama pengabdianku, ratusan kali aku merasakan pelukan Sang Ratu Perdamaian,” tulisnya.

Ia juga meminta upacara perdamaian yang bersahaja. Paus Fransiskus menulis, seorang paus adalah pastor dan pelayan umat. Ia bukan orang penting dan berkuasa di dunia.

This photograph shows people in Santa Maria Maggiore basilica (Basilica of Saint Mary Major) following the death of Pope Francis, in Rome on April 21, 2025. Pope Francis, an energetic reformer who inspired widespread devotion from Catholics but riled traditionalists, died on April 21, 2025 aged 88. Francis's desire to chart a different path was evident right to the end, with his decision to be buried not in St Peter's Basilica but in Rome's Santa Maria Maggiore basilica. (Photo by Tiziana FABI / AFP)

Paus Fransiskus menulis tidak menginginkan upacara bendosa, yaitu ketika jenazahnya diletakkan di tempat yang agak tinggi dan ditunjukkan kepada pelayat. Ia tidak mau ada upacara penutupan peti mati.

Ia juga hanya mau menggunakan satu lapis peti mati dari kayu perau (cypress). Biasanya, peti mati paus terdiri atas tiga lapis. Pertama dari kayu perau, kedua dari timah, dan ketiga dari kayu ek.

Di Italia

Basilika Santa Maria Maggiore merupakan aset milik Vatikan, tetapi lokasinya berada di Roma. Oleh sebab itu, status basilika ini mirip seperti kedutaan besar, yaitu perwakilan negara lain di dalam negara tuan rumah.

Basilika ini adalah gereja yang diperuntukkan bagi Bunda Maria yang tertua di dunia Barat. Basilika ini merupakan pusat dari semua Gereja Maria di dunia. Pembuatannya dimulai pada periode Paus Selestinus I (422-432) dan dinyatakan selesai lebih dari 1.000 tahun kemudian, yaitu 1743. Hal ini disebabkan gereja terus mengalami penambahan dan pemugaran ruangan secara bertahap.

Di basilika ini, relikui yang paling terkenal adalah potongan kayu. Umat Katolik Roma memercayai kayu ini sebagai bagian dari buaian Yesus ketika bayi. Belum ada penelitian yang membuktikannya. Akan tetapi, para ahli mengonfirmasi bahwa usia kayu itu setara dengan periode kelahiran Yesus.

This photograph shows the Santa Maria Maggiore basilica (Basilica of Saint Mary Major) following the death of Pope Francis, in Rome on April 21, 2025. Pope Francis, an energetic reformer who inspired widespread devotion from Catholics but riled traditionalists, died on April 21, 2025 aged 88. Francis's desire to chart a different path was evident right to the end, with his decision to be buried not in St Peter's Basilica but in Rome's Santa Maria Maggiore basilica. (Photo by Tiziana FABI / AFP)

Basilika Santa Maria Maggiore merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi tujuh orang paus. Berdasarkan laporan Catholic News Agency, Desember 2023, Paus Honorius III adalah yang pertama dimakamkan di basilika itu pada 1227. Setelah itu menyusul Nikolaus IV (1292), Pius V (1572), Sixtus V (1590), Klemens VIII (1605), Paulus V (1621), dan Klemens IX (1669).

Dilansir Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), pada 1929 terbentuk Traktat Lateran antara Takhta Suci Vatikan dan Pemerintah Kota Roma. Perjanjian itu mengatur empat basilika milik Vatikan yang tersebar di Roma. Kepemilikan dan operasionalisasinya merupakan kewenangan Vatikan.

Basilika Santa Maria Maggiore, menurut UNESCO, menyumbang kekhasan arsitektur Kota Roma. Gereja ini terkenal dengan 36 panel mosaik. Karya tertua diciptakan pada abad ke-5.

Basilika ini terletak di Bukit Eskuilinus yang merupakan salah satu dari tujuh bukit pembentuk Roma. Enam bukit lain adalah Quirinalis, Viminalis, Capitolinus, Palatinus, Celius, dan Aventinus.

Sesuai legenda, saudara kembar Romulus dan Remus membangun Roma pada abad ke-21 sebelum Masehi. Sekitar 1 kilometer dari Basilika Santa Maria Maggiore ada kuil Minerva Medica, peninggalan zaman Romawi Kuno. Minerva, mirip seperti Bunda Maria, adalah tokoh perempuan penting di dalam panteon Romawi yang menggambarkan ilmu pengetahuan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji