Megawati Hangestri harus bisa membawa Red Sparks menang pada laga ketiga untuk tetap menjaga peluang juara di Korea.
03 Apr 2025 14:14 WIB · Olahraga
Beban di pundak pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kian berat. Dua laga yang berakhir kekalahan harus diganti dengan serangkaian kemenangan. Megawati dan rekan setim wajib bangkit dan memikul beban itu secara bersama-sama agar peluang juara tetap ada.
Megawati bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks akan melakoni pertandingan ketiga melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders pada fase championship atau final Liga Bola Voli Korea 2024-2025, Jumat (4/4/2025). Bagi Megawati dan kawan-kawan, ini adalah laga hidup dan mati karena menentukan nasib mereka selanjutnya pada fase final.
Babak final Liga Bola Voli Korea digelar dengan format best of five. Tim yang berhak meraih gelar juara adalah tim yang pertama kali memenangi tiga pertandingan dari total lima pertandingan yang dimainkan.
Dengan format tersebut, Pink Spiders hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa memastikan gelar juara. Adapun Red Sparks tidak boleh kalah lagi jika ingin tetap menjaga peluang untuk mengangkat trofi setelah penantian 13 tahun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/a292817582028507d09ed018a9431634-media_image_62348_68_29_60.png)
Beban di pundak Megawati kian berat. Apalagi, di atas kertas, Pink Spiders lebih unggul dari Red Sparks dengan dua kemenangan pada laga awal. Pada fase reguler pun, Pink Spiders unggul dengan mengalahkan Red Sparks sebanyak empat kali dalam enam pertemuan.
Meski demikian, Megawati tidak seharusnya menanggung beban itu sendirian kendati menjadi pemain andalan tim. Red Sparks bisa berkaca pada laga pekan ketiga ketika mereka menang 3-1 (22-25, 23-25, 25-13, 22-25) saat bermain tandang.
Megawati mengemas 18 poin sekaligus jadi penentu kemenangan lewat blok dan pukulan kerasnya pada momen krusial di akhir pertandingan. Kesuksesan serangan Megawati juga mencapai 47,22 persen.
Pemain berusia 25 tahun ini pun tak sendirian. Vanja Bukilic juga tampil impresif dengan menjadi pencetak poin terbanyak dengan 33 poin. Bukilic mencatatkan efektivitas serangan 48,39 persen.
Dari sisi pertahan, libero Red Sparks, Noh Ran, juga bermain apik dengan mencatatkan efektivitas penerimaan bola mencapai 44,44 persen. Dia juga melakukan 25 kali penyelamatan bola dengan tingkat kesuksesan 67,57 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/ea0cb9b03e3a1dc28aa569017a849e9c-media_image_62348_21__1_9.png)
Megawati sendiri bertekad menyelesaikan musim keduanya di Korea dengan bahagia. Apalagi, ada kemungkinan bahwa musim ini menjadi penampilan terakhir Megawati di Negeri Ginseng.
”Aku kebanyakan menonton komedi romantis yang bahagia atau melodrama dalam drama Korea. Aku ingin mengakhiri musim ini dengan happy ending,” tutur Megawati, dikutip dari Chosun.
Megawati dan Red Sparks memulai perjalanan pada babak final Liga Bola Voli Korea Selatan dengan hasil negatif. Mereka menelan dua kekalahan beruntun pada laga yang berlangsung di markas lawan di Gimnasium Samsan World, Incheon, Senin (31/3/2025) dan Rabu (2/4/2025).
Pada laga perdana, Red Sparks kalah telak 0-3 (21-25, 22-25, 19-25). Megawati ”hanya” bisa menyumbang 13 poin. Efektivitas serangannya pun berada pada angka 32,26 persen. Rekan setim Megawati sesama pemain asing, Vanja Bukilic, mencatatkan poin tertinggi dengan 17 poin dengan tingkat kesuksesan serangan mencapai 42,86 persen.
Namun, catatan itu masih kalah dari pemain Heungkuk Life Insurance Pink Spiders, Kim Yeon-kyung, yang mencatatkan efektivitas serangan hingga 60,87 persen. Pemain yang dijuluki ”Ratu Bola Voli Korea” ini menghasilkan 16 poin.
Walakin, Megawati mampu bangkit pada pertandingan kedua. Ini terbukti dengan statistik mentereng pemain asal Jember, Jawa Timur, tersebut. Dari 13 poin pada pertandingan pertama, Megawati menghasilkan 25 poin pada laga kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/e8915950b22437ab760ad6279de92359-media_image_62348_119__2_23.png)
Dengan 25 poin, Megawati menjadi pencetak poin terbanyak dalam laga tersebut. Efektivitas serangannya dalam pertandingan yang berlangsung dua jam 14 menit ini pun meningkat menjadi 43,40 persen.
Penampilan impresif Megawati ini membuat Red Sparks sempat memimpin dalam dua set pertama. Namun, Megawati dan kawan-kawan gagal mempertahankan keunggulan pada set selanjutnya. Keadaan berbalik mulai set ketiga dan Red Sparks pun menelan kekalahan kedua.
”Saya minta maaf karena kami tidak dapat bermain dengan baik pada pertandingan pertama, tetapi kami bermain dengan baik hari ini,” kata pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, dikutip dari media Korea, Yonhap.
”Semangat juang pemain kami patut diacungi jempol. Kami kehilangan stamina sejak set ketiga. Para pemain kelelahan, tetapi saya menghormati mereka karena tidak menunjukkannya dan tersenyum,” ucapnya lagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/3ea7c5849de1e0ccf7f888ee426949b3-media_image_62348_16__2_14.png)
Menurut Ko Hee-jin, penampilan Kim Yeon-koung yang gemilang pada set kelima menjadi kunci kemenangan lawan. Kim, yang tidak banyak mencetak poin pada set pertama dan kedua, memimpin tim untuk bangkit dengan mencetak 18 poin dari set ketiga hingga kelima.
Pada set ketiga, Kim memimpin tim untuk meraih lima poin beruntun dengan servis tajam. Pada set terakhir, pemain yang menjadi salah satu idola Megawati ini menunjukkan kehebatannya dengan mencetak 6 poin sendiri.
Meski demikian, Ko Hee-jin bertekad membawa tim bangkit pada laga ketiga yang akan digelar di kandang Red Sparks di Gimnasium Chungm, Daejeon. Ko tidak mau momen pertama kali Red Sparks lolos ke babak final dalam 13 tahun itu berakhir dengan kekalahan telak.
”Saya tidak akan menyerah demi para penggemar. Saya tidak akan membiarkan babak final ini berakhir dengan tiga kekalahan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Saya akan memenangkan pertandingan, apa pun yang terjadi,” ujarnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra