China Terbuka, Beda Jalan Jafar/Felisha dan Leo/Bagas

Jafar/Felisha akan menjalani perempat final Super 1000 untuk pertama kali di China Terbuka. Jalan mereka berbeda dengan Leo/Bagas yang tersingkir di babak kedua.

24 Jul 2025 17:50 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

CHANGZHOU, KAMIS — Berpartner sejak Agustus 2024, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi pembawa asa bulu tangkis Indonesia di masa depan. Namun, mereka mengalami perjalanan berbeda pada masa setahun berpasangan.

Saat pertama kali berpartner, Jafar/Felisha berstatus pelapis di bawah ganda campuran yang lebih senior, seperti Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Adapun Leo/Bagas berada di bawah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di pelatnas ganda putra.

Setahun berlalu setelah perombakan terjadi, mereka memanfaatkan periode baru seusai Olimpiade Paris 2024 menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan berbagai perubahan kondisi di sektor ganda campuran dan perkembangan kemampuan mereka, Jafar/Felisha telah menggeser posisi para senior. Saat ini, setidaknya berdasarkan daftar peringkat dunia, Leo/Bagas masih berada di bawah bayang-bayang Fajar/Rian.

Salah satu hasil positif Jafar/Felisha adalah saat memastikan lolos ke perempat final China Terbuka BWF World Tour Super 1000. Di Changzhou Olympics Sports Centre, Kamis (24/7/2025), mereka mengalahkan Mads Vestergaard/Christine Busch (Denmark) pada babak kedua dengan skor 21-9, 21-15. Kemenangan ini mengantarkan Jafar/Felisha ke perempat final turnamen Super 1000 untuk pertama kalinya.

Dengan performa lawan yang tidak terlalu menekan dibandingkan unggulan keenam, Goh Soon Huat/Lau Shevon Jemie, pada babak pertama, Jafar menilai, ujian sebenarnya akan terjadi pada perempat final. Apalagi, mereka akan berhadapan dengan pasangan Hong Kong peringkat kelima dunia yang menjadi unggulan ketiga, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Juara Asia 2025 itu memiliki banyak pengalaman karena berpasangan sejak 2016.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, wakil Indonesia, memenangi babak kedua turnamen China Terbuka di Changzhou, Kamis (24/7/2025). Untuk pertama kalinya, Jafar/Felisha lolos ke perempat final turnamen Super 1000.

Seperti pelajaran berharga yang didapat saat memenangi babak pertama, yaitu setelah menggagalkan empat match point lawan, Jafar/Felisha diharapkan tampil tanpa beban. Mereka pun harus mengurangi unforced error, terutama pada momen penting seperti menjelang akhir setiap gim.

Sebelum China Terbuka, Jafar/Felisha mendapat kesempatan debut dalam turnamen Super 1000 saat tampil di Indonesia Terbuka, Juni. Meskipun kalah pada babak kedua, performa mereka tak terlalu mengecewakan karena bisa memaksakan unggulan ketujuh asal Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, bermain ketat. Jafar/Felisha kalah, 21-23, 14-21, 20-22.

Jafar/Felisha, pasangan yang masing-masing berusia 22 dan 19 tahun, mendapat kesempatan tampil dalam BWF World Tour level tinggi (Super 750 dan 1000) pada 2025 ketika telah menembus peringkat 30 besar dunia (saat ini posisi ke-14). Posisi tersebut dibutuhkan karena turnamen Super 750 dan 1000 diselenggarakan tanpa fase kualifikasi seperti Super 500 ke bawah. Maka, atlet pun harus menempati peringkat setinggi mungkin untuk menjadi bagian dari 32 peserta dalam undian.

Quote

Kesalahan itu sangat menentukan hasil dan itu tidak boleh terjadi lagi. Bagas Maulana

Sambil menambah pengalaman menghadapi pemain top dunia, Jafar/Felisha memperbaiki rekam jejak secara perlahan. Mereka mempunyai satu gelar juara dari Super 300, yaitu ajang Taiwan Terbuka yang berlangsung Mei lalu. Pada level Super 500, hasil terbaik mereka adalah mencapai babak kedua di Indonesia Masters dan Thailand Terbuka. Adapun pada turnamen Super 750, Jafar/Felisha sempat mencapai perempat final Singapura Terbuka.

Adapun Leo/Bagas, yang dibentuk dari pertukaran pasangan Leo/Daniel Marthin dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas, menunjukkan potensi mereka dengan mencapai semifinal Jepang Terbuka dan menjuarai Korea Terbuka pada awal berpasangan. Pada Maret 2025, mereka meraih hasil terbaik ketika menembus final All England.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, ganda putra Indonesia, tersingkir pada babak kedua turnamen China Terbuka. Mereka kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) di Changzhou, Kamis (24/7/2025).

Namun, saat Leo kembali ke kompetisi setelah memulihkan cedera ligamen lutut kiri selama 1,5 bulan, dia dan Bagas belum mencapai kembali kemampuan terbaik. Leo/Bagas tersingkir pada babak pertama Singapura, Indonesia, dan Jepang Terbuka, serta hanya bisa selangkah lebih baik di China Terbuka tahun ini.

Mereka kalah dari pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, 19-21, 19-21, pada babak kedua. Kekalahan ini menjadi yang kedua diderita dari mantan ganda putra nomor satu dunia itu setelah kalah tiga gim pada babak pertama Indonesia Terbuka.

Kelemahan Leo/Bagas

Kelemahan Leo/Bagas saat menghadapi lawan dengan kekuatan berimbang adalah ketidakmampuan menjaga keunggulan menjelang akhir gim. Pada gim pertama melawan Rankireddy/Shetty, Leo/Bagas unggul lebih dulu 14-16. Adapun gim kedua terlepas ketika situasi berubah setelah Leo/Bagas memimpin 16-18.

Bagas melakukan dua kesalahan saat mengembalikan servis Rankireddy. Padahal, servis dan pengembaliannya adalah pukulan penting dalam permainan ganda. Akibat kesalahan itu, lawan menambah poin dengan cepat, yaitu dari tertinggal 16-18 menjadi unggul 20-18. ”Kesalahan itu sangat menentukan hasil dan itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Bagas.

Tersingkirnya Leo/Bagas membuat ganda putra Indonesia tinggal mengandalkan salah satu pasangan senior, yaitu Fajar/Rian atau Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani yang berhadapan pada babak kedua, Kamis malam.

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, ganda campuran Indonesia, memenangi babak kedua China Terbuka di Changzhou, Kamis (24/7/2025). Di perempat final, mereka akan melawan pemain tuan rumah, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Adapun pada persaingan ganda campuran, ada Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang masih menyertai Jafar/Felisha. Setelah mengalahkan Midorikawa/Saito, yang menjadi unggulan kedelapan, Rehan/Gloria menantang unggulan teratas asal tuan rumah, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Gregoria di tunggal

Sementara upaya Gregoria Mariska Tunjung untuk bisa bersaing kembali di turnamen level atas memberi hasil baik secara perlahan. Setelah tersingkir pada babak pertama Jepang Terbuka, sepekan sebelum China Terbuka, dia mencapai perempat final di Changzhou. Fase itu dicapai seusai mengalahkan Lin Hsiang Ti, 21-13, 21-14.

Hasil tersebut begitu berarti bagi Gregoria jika becermin pada apa yang dialaminya dalam tiga bulan lalu. Setelah kalah pada babak kedua Kejuaraan Asia di China, Gregoria beristirahat dari turnamen, termasuk dari latihan karena mengalami vertigo.

Kondisi yang membuat kehilangan keseimbangan tersebut bahkan membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Semua proses kembali ke turnamen, yaitu di Jepang Terbuka, dilakukan perlahan karena gerakan cepat bisa memicu vertigo.

”Pasti sangat bersyukur bisa kembali ke perempat final mengingat beberapa waktu lalu, untuk kembali ke latihan saja, terasa berat. Tetapi, saya tidak puas dengan hasil ini. Besok saya mau lebih maksimal,” kata Gregoria yang akan melawan atlet tuan rumah peringkat ketiga dunia, Han Yue, pada perempat final.

Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri Indonesia, melaju ke perempat final turnamen China Terbuka. Pada babak kedua di Changzhou, Kamis (24/7/2025), Gregoria mengalahkan Lin Hsiang, 21-13, 21-14

Sebelum menepi dari latihan dan turnamen, Gregoria meraih hasil terbaik pada 2025 dengan mencapai semifinal India Terbuka dan perempat final All England (kalah dari Han). Setelah itu, dia terpaksa melewatkan kejuaraan beregu Piala Sudirman dan Indonesia Terbuka, turnamen terbesar di negara sendiri.

Partisipasi di Jepang dan China Terbuka menjadi bagian dari persiapan tunggal putri peringkat kedelapan dunia itu untuk tampil dalam Kejuaraan Dunia di Adidas Arena, Paris, Perancis, 25-31 Agustus. Di tempat itu, setahun lalu, Gregoria meraih medali perunggu Olimpiade 2024.

Gregoria menjadi wakil Indonesia tersisa dari sektor tunggal setelah Jonatan Christie kalah. Unggulan keempat tunggal putra itu disingkirkan pemain Perancis, Christo Popov, 12-21, 21-13, 16-21. Pemain-pemain tunggal lainnya tersingkir lebih dulu pada babak pertama. Mereka adalah Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Putri Kusuma Wardani.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase