BK Hacken, Klub Kecil di Swedia yang Merintis dan Mengembangkan Piala Gothia

Piala Gothia diinisiasi dan digelar oleh klub kecil Swedia, BK Hacken. Pelaksanaan Piala Gothia membantu klub meraih prestasi.

18 Jul 2025 13:26 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia

Waktu menunjukkan pukul 20.30. Satu per satu dari 5.119 pendukung klub BK Hacken meninggalkan tribune Arena Bravida di Gothenburg, Swedia, Minggu (13/7/2025).

Wajah semringah terpancar dari para penonton yang mayoritas mengenakan jersei dan kaus berwarna kuning-hitam. Kemenangan Hacken 4-1 atas Halmstad pada laga pekan ke-15 Liga Utama Swedia alias Allsvenskan 2025 menjadi penyebabnya.

Kapasitas Arena Bravida amat minim. Hanya berkisar 6.300 kursi. Jumlah itu sudah cukup untuk menyambut para pendukung tim berjuluk ”Getingarna” alias ”Si Tawon” itu saban laga kandang. Di musim ini, rerata laga kandang Hacken dihadiri 5.312 suporter.

Marcus, salah satu pendukung setia Hacken, mengakui timnya tidak sebesar rival sekota, IFK Goteborg, yang telah mengemas 18 titel Liga Swedia atau tim Gothenburg lainnya, GAIS (Goteborg Atlet-och Idrottssallskap), dengan empat gelar liga.

Meski begitu, Hacken merupakan bukti Marcus dan ribuan pendukung Hacken lainnya yang mencintai komunitas lingkungan di sekitarnya. Itu yang membuat mereka lebih bertaut dengan Hacken dibandingkan tim-tim lain.

”Saya merasa sangat dekat dengan Hacken. Keluarga saya turun-menurun mendukung klub. Itu bagian identitas saya sebagai warga Gothenburg,” katanya yang menyaksikan laga di sisi selatan tribune Arena Bravida pada laga itu.

Sejumlah penonton meninggalkan Stadion Arena Bravida setelah laga BK Hacken kontra Halmstad pada laga pekan ke-15 Liga Swedia, Minggu (13/7/2025), di Stadion Arena Bravida. Hacken merupakan klub Swedia yang merintis dan menyelenggarakan Piala Gothia.

Kuantitas kapasitas stadion itu menggambarkan betapa ”mini” Hacken dibandingkan tiga klub lain yang berasal dari Gothenburg. Dua tim lain, yakni IFK Goteborg dan GAIS, menggunakan Stadion Gamla Ulevi yang berkapasitas 18.454 kursi sebagai rumah bagi laga kandang mereka.

Goteborg, misalnya, mencatatkan rerata 16.778 suporter per laga kandang pada musim ini. Adapun laga kandang GAIS dihadiri rata-rata 12.635 penonton.

Dari skala suporter dan prestasi, Hacken kalah dari dua tim Gothenburg lain di Allsvenskan. Juga, satu tim legendaris asal Gothenburg lainnya, Orgryte IS, yang kini bermain di Superettan atau kompetisi kasta kedua. Mereka pernah 12 kali juara Swedia.

Namun, kontribusi Hacken bagi sepak bola Swedia, bahkan dunia tidak bisa disaingi oleh tiga tim Gothenburg lainnya serta seluruh klub profesional di Swedia.

Suporter BK Hacken memadati tribune Stadion Arena Bravida ketika hadapi Halmstad pada laga pekan ke-15 Liga Swedia, Minggu (13/7/2025). Hacken merupakan klub Swedia yang merintis dan menyelenggarakan Piala Gothia.

Pasalnya, Si Tawon adalah pelaksana Piala Gothia. Turnamen untuk pesepak bola muda berusia 12 tahun hingga 17 tahun. Sejak berjalan pada 1975, Piala Gothia kini disebut sebagai turnamen sepak bola usia dini terbesar di dunia.

Melalui Piala Gothia, Hacken memberikan sumbangan besar bagi citra sepak bola Swedia dan Gothenburg. Tak ketinggalan, mereka juga menyumbang pundi-pundi untuk kas pemerintah Kota Gothenburg lewat pariwisata berkat Piala Gothia yang digelar setiap bulan Juli.

Keuntungan finansial

Pada 50 tahun lalu, Hacken menginisiasi turnamen sepak bola usia dini bersama GAIS. Kolaborasi dua klub itu memulai Piala Gothia dengan tujuan membentuk turnamen usia dini demi meraih keuntungan.

”(Tujuan) Itu berhasil, tetapi tidak cukup untuk menghadirkan (keuntungan) finansial secara stabil. Dalam lima tahun, kedua klub itu berpisah,” ujar salah satu pendiri dan Sekretaris Jenderal Piala Gothia Dennis Andersson dalam wawancara khusus bersama Kompas, Rabu (16/7/2025), di Gothenburg.

Ketika GAIS mundur dari penyelenggaraan Piala Gothia pada 1980, Andersson berusaha untuk meyakinkan BK Hacken untuk tetap melestarikan Piala Gothia. Hasilnya, BK Hacken menjadi penyelenggara tunggal turnaman sepak bola usia muda terbaik tingkat global itu sejak edisi 1981.

”Saya menjabarkan kepada Presiden BK Hacken saat itu (Ake Nilsson) misi untuk menciptakan tempat pertemuan anak-anak muda dari berbagai kultur, budaya, warna kulit, dan sebagainya dalam selembar kertas. Semua orang disambut di sebuah tempat di mana perbedaan menyatukan, alih-alih memecah belah,” tutur Andersson.

”Saya katakan juga bahwa saya tidak percaya bahwa turnamen ini bisa menghasilkan banyak uang. Kami melakukan ini demi tujuan dan sebuah misi tidak untuk mendapatkan keuntungan. Klub BK Hacken menerima ide itu,” tambahnya.

Piala Gothia pun setiap tahun mencatatkan pertambahan peserta. Puncaknya, tercipta pada edisi 2025 yang diikuti dengan jumlah tim terbanyak, yakni 1.939 tim dari 74 negara. Secara total, sudah lebih dari 1 juta pemain belia merasakan atmosfer persaingan di Piala Gothia.

Sejumlah penonton menyaksikan laga Piala Gothia 2025 di kompleks Lapangan Kviberg, Gothenburg, Swedia, Kamis (17/7/2025). Piala Gothia telah berjalan 50 tahun dan ditahbiskan sebagai turnamen sepak bola usia dini terbesar di dunia.

Dampak positif

Ketika tujuan mulia penyelenggaraan Piala Gothia terwujud, BK Hacken pun kecipratan dampak positif. Berdiri sejak 1940, BK Hacken masih nihil prestasi gelar mayor di Swedia selama abad ke-20. Nasib itu berubah setelah pergantian milenium.

Dimulai dengan peringkat kedua pada Liga Swedia musim 2012, Si Tawon mampu meraih empat trofi Piala Swedia dalam kurun waktu 2016 hingga 2025. Tidak hanya itu, BK Hacken akhirnya mampu pecah telur untuk prestasi di Liga Swedia. Mereka meraih trofi Liga Swedia edisi 2022.

Andersson menyampaikan penyelenggaraan Piala Gothia secara konsisten sejak 1981 menyebabkan klub mengubah paradigma berpikir terkait visi dan misi klub. Pembentukan skuad tidak laga terpaku hanya dari pemain-pemain dari Swedia. Skuad berisi pemain-pemain asal sejumlah negara.

”Bertahun-tahun Piala Gothia menjadi agenda yang menghadirkan kontak dan jaringan internasional. Kondisi itu memberikan keuntungan amat besar bagi BK Hacken dalam merekrut pemain asing. Kami juga tahu cara merawat pemain asing dengan pengetahuan dari Piala Gothia sehingga kami jauh lebih memahami budaya berbeda dan cara berpikir mereka,” ujarnya.

”Kami memiliki perspektif lebih global dibandingkan klub lain. Pandangan itu dipengaruhi oleh Piala Gothia. Itu mengapa Piala Gothia sangat penting bagi BK Hacken,” kata Andersson.

Sekretaris Jenderal Piala Gothia Dennis Andersson seusai berbincang dengan "Kompas" di leaders lounge Arena SKF, Gothenburg, Swedia, Rabu (16/7/2025).

Dalam perjalanan klub, BK Hacken juga sudah tampil di kompetisi antarklub Eropa sejak 2007-2009. Sudah 10 musim Si Tawon berkompetisi di pentas Eropa dengan prestasi terbaik lolos ke fase grup Liga Europa edisi 2023-2024.

Meskipun menggelar Piala Gothia, BK Hacken tidak melupakan kewajibannya memiliki akademi untuk memproduksi pemain-pemain masa depan. Mereka juga mampu menghasilkan pemain yang setidaknya tampil bersama BK Hacken di level senior.

Andersson mengungkapkan, pelaksanaan operasional klub dan Piala Gothia berjalan di jalur berbeda. Manajemen klub, lanjutnya, fokus dalam perkembangan aspek profesional klub. Adapun Piala Gothia dijalankan perusahaan independen yang dibangun untuk menggelar kompetisi usia dini itu.

”Meskipun BK Hacken berstatus pemilik Piala Gothia, kami (Piala Gothia) berjalan secara independen. Operasional BK Hacken fokus pada pembentukan klub sepak bola elite yang bertujuan membangun tim profesional dan pengembangan sepak bola di akar rumput,” lanjut Andersson.

BK Hacken membuktikan kontribusi klub sepatutnya tidak sekadar mengejar prestasi gemilang dan berburu pundi finansial. Jauh dari itu, Si Tawon berkontribusi untuk menghadirkan Piala Gothia yang bermanfaat bagi komunitas lokal dan global yang selalu memiliki sepak bola di jantung hati terdalam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan