Kawasan Blok M memiliki potensi kuliner yang semakin kuat, apalagi setelah akses transportasi publik terus berkembang, seperti MRT Jakarta dan Transjabodetabek.
24 Jul 2025 15:40 WIB · Metropolitan
Dulu dikenal sebagai pusat belanja, kawasan Blok M di Jakarta Selatan kini bangkit sebagai destinasi kuliner yang meriah. Di antara deretan gedung dan lorong-lorong yang penuh nostalgia, hadir ragam pilihan makanan yang mencerminkan keberagaman selera dan budaya.
Pada Kamis (24/7/2025) siang, warga Jakarta ramai mengisi kawasan Blok M untuk istirahat makan siang, berburu jajanan viral, atau sekadar nongkrong bersama teman. Pilihan kulinernya pun sangat beragam, dari warung kaki lima hingga restoran modern dengan konsep kekinian.
Salah satu magnet utama Blok M saat ini adalah M Bloc Space. Tak hanya menawarkan suasana estetik yang Instagramable, M Bloc juga menjadi rumah bagi banyak aktivitas seni dan budaya, seperti pertunjukan musik live, pameran seni, hingga diskusi komunitas.
Di dalamnya, pengunjung dapat menikmati kuliner dari berbagai tenant, seperti Mbok Ndoro dengan masakan rumahan khas Jawa, Titik Temu Coffee yang menyajikan racikan kopi lokal, hingga Lawless Burgerbar dengan sajian burger otentiknya.
Tak jauh dari situ, di Jalan Melawai, berdiri Little Tokyo, kawasan yang menawarkan suasana dan kuliner khas Jepang. Mulai dari ramen yang mengepul di Hajime Ramen, sushi ala Kira-Kira Ginza, hingga suasana izakaya otentik di Daitokyo Sakaba.
Sementara itu, bagi pemburu cita rasa lokal, lantai bawah tanah Blok M Square tetap menjadi primadona. Di sinilah surga kuliner kaki lima bertahan dari gempuran modernitas. Pengunjung bisa menemukan nasi goreng kambing khas Kebon Sirih, ketoprak legendaris, hingga es doger dengan harga terjangkau.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/24/4b2b860c3e8b78b341b78d2543516d58-WhatsApp_Image_2025_07_24_at_14.58.09.jpeg)
Yusuf (34), pekerja kantoran yang sering makan siang di kawasan Blok M, menyebut Blok M sebagai ”oase rasa” di tengah hiruk pikuk Jakarta.
”Dulu saya ke Blok M buat nonton. Sekarang ke sini buat makan dan healing. Tempatnya lebih hidup, banyak opsi makanan, dan ambience-nya enak,” katanya, Kamis (24/7/2025).
Menurut Yusuf, yang paling menyenangkan dari Blok M adalah kemampuannya merangkul banyak selera tanpa kehilangan identitas.
”Mau makan ramen, sate, es doger, atau brunch ala kafe, semuanya ada dan dekat,” ujarnya.
Marissa (21), mahasiswa yang tinggal di Cipete, juga mengatakan bahwa Blok M menjadi tempat pilihan untuk menghabiskan hari libur tanpa harus ke mal.
”Blok M itu tempat nongkrong yang ramah dompet dan vibe-nya artsy. Makanannya juga unik, ada yang vegan, ada yang fusion. Blok M udah naik kelas, tapi tetap merakyat,” ujar Marissa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/24/b1d445806788ffb3f2ba780378ebcd93-WhatsApp_Image_2025_07_24_at_14.58.08.jpeg)
Bagi Marissa, salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Blok M adalah area Little Tokyo di Jalan Melawai. Di sana, ia biasa menikmati ramen di Hajime Ramen.
Tak hanya kuliner Jepang, Marissa juga menyukai ragam jajanan lokal di Blok M Square, terutama di area bawah tanah.
”Aku suka banget nasi goreng kambing dan ketopraknya. Harganya terjangkau, tapi rasanya juara,” katanya.
Editorial Director dan Restaurant Editor Feastin’ Indonesia Kevindra Prianto Soematri menilai, kawasan Blok M memiliki potensi kuliner yang semakin kuat, apalagi setelah akses transportasi publik terus berkembang, seperti MRT Jakarta dan Transjabodetabek.
Menurut Kevindra, pembangunan Stasiun MRT Blok M menjadi salah satu titik balik penting dalam menghidupkan kembali kawasan ini. Akses yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi membuat Blok M kembali menjadi magnet bagi warga Jakarta.
Namun, transportasi publik saja tidak cukup. Infrastruktur pejalan kaki, seperti trotoar yang lebar, aman, dan ramah pejalan kaki, adalah elemen krusial dalam mengembangkan kawasan kuliner di pusat kota.
”Dengan semakin banyak orang yang bisa berjalan kaki dengan nyaman dari transportasi publik ke titik-titik kuliner, ekosistem bisnis makanan pun ikut tumbuh,” kata Kevindra, Kamis (24/7/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/24/b946644212d3ed36eb2c7766ef0bb988-WhatsApp_Image_2025_07_24_at_14.57.45.jpeg)
Di sisi lain, Kevindra juga menyoroti antusiasme masyarakat urban terhadap peta kuliner yang terkurasi dan tepercaya. Sejak Feastin’ Indonesia meluncurkan Jakarta Noodle Guide pada 2021 dan Jakarta Dessert Map pada 2022, respons publik menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan panduan makan-minum yang informatif dan mudah diakses.
Melihat peluang tersebut, Feastin’ meluncurkan Food Guide Series, hasil kolaborasi dengan GoFood. Jika sebelumnya panduan disusun berdasarkan jenis makanan, kali ini pendekatannya berbasis distrik kuliner.
Kawasan Blok M dipilih sebagai edisi perdana karena dianggap sebagai salah satu kawasan dengan karakter kuliner paling kuat dan beragam di Jakarta.
Panduan ini tak hanya mencakup tempat-tempat populer dan legendaris, tetapi juga memperkenalkan destinasi baru yang layak dicoba oleh warga ataupun wisatawan kuliner.
Sebanyak 100 tempat makan di kawasan Blok M telah dikurasi dengan ketat berdasarkan kualitas makanan, cita rasa, hingga konsistensi. Beberapa di antaranya yang masuk dalam daftar adalah Suasana Kopi, Yumeya, Bakmi Piring, Em Gelato, Maiku Cafe, Uma Oma, Artirasa, Futago-ya, Sate Melawai, Little Salt Bread, Dokidoki, Brookland Coffee, dan Luc Coffee.
Dengan pendekatan distrik, Feastin’ berharap dapat menghadirkan panduan yang tidak hanya membantu warga menjelajah rasa, tetapi juga merayakan kekayaan kuliner khas setiap sudut kota.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/24/d4ec2c63afce5b62cbb2f81a31e36c2c-WhatsApp_Image_2025_07_24_at_14.58.31.jpeg)
Dalam upaya mengembangkan kawasan Blok M, Pemerintah Provinsi Jakarta akan meluncurkan rute baru Transjakarta dengan trayek Blok M–Ancol pada Sabtu (26/7/2025).
Sementara pada tahun ini telah dibuka tiga rute Transjabodetabek yang mengarah ke Blok M, yaitu PIK 2–Blok M, Alam Sutera-Blok M, dan Bogor–Blok M.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, penambahan rute-rute baru yang terintegrasi ke wilayah Blok M untuk kembali menghidupkan kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Pramono, lokasi Blok M sangat strategis dan mudah diakses. Oleh karena itu, Blok M sengaja disiapkan sebagai pusat atau hub baru bagi berbagai rute Transjakarta dan Transjabodetabek.
”Kenapa hub-nya di Blok M? Karena memang Blok M kita siapkan dan perbaiki sebagai hub baru karena lokasinya mudah dijangkau dari mana pun,” ujarnya.
Blok M kini menjelma dari pusat belanja menjadi kawasan kuliner yang penuh cita rasa. Didukung akses yang mudah dan beragam pilihan makanan, kawasan ini kian digemari oleh warga Jakarta.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al HamasyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Retma Wati