Kemenangan 3-0 atas Sporting CP melanjutkan keajaiban Bodo/Glimt pada debutnya di Liga Champions. Peluang ke perempat final pun terbuka.
12 Mar 2026 08:24 WIB · Olahraga
AFP
BODO, KAMIS — Bodo/Glimt, sebuah tim dari kota kecil di Norwegia itu, kembali memercikkan keajaiban di Liga Champions. Dengan modal kemenangan besar di tangan, jalan Bodo/Glimt menuju delapan besar terbuka dan tim debutan ini bisa terus melanjutkan mimpinya.
Bodo/Glimt, yang disebut pelatih kepala mereka, Kjetil Knutsen, sebagai sebuah tim dari kota kecil di utara ini, melanjutkan perjalanan penuh keajaiban di Liga Champions. Keajaiban kali ini berupa kemenangan 3-0 atas Sporting CP pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Aspmyra, Bodo, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Sondre Brunstad Fet membawa Bodo unggul melalui tendangan penalti tepat setelah setengah jam pertandingan berjalan, dan Ole Didrik Blomberg menambah keunggulan menjadi dua gol pada waktu tambahan babak pertama.
Adapun Kasper Hogh mencetak gol kelimanya di Liga Champions pada 19 menit tersisa untuk membuat stadion makin bergemuruh. Kemenangan itu pun menjadi hasil positif kelima berturut-turut Bodo/Glimt di Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/12/4851beb62ba92c1a42ac1ab11e5bbd65-_2.jpg)
Kjetil pun puas dengan penampilan anak-anak asuhannya. Bagaimana tidak, meski penguasaan bola dominan, tim berjulukan ”Superlaget” alias tim super ini berhasil bermain lebih klinis. Sebanyak 10 upaya tembakan menghasilkan 5 tendangan tepat sasaran, berbanding dengan Sporting yang menciptakan 11 tembakan dengan hanya 2 yang mengarah ke gawang.
”Saya menyukai cara kami bermain, terutama bagaimana kami bermain di babak pertama. Mereka memberi kami banyak ruang dan saya pikir kami memanfaatkan ruang itu,” ujar Kjetil kepada UEFA.
Pada babak kedua, Sporting sebenarnya mampu memanfaatkan celah dari permainan Bodo/Glimt yang terlalu terbuka. Selain lebih banyak menguasai bola, Sporting mampu menekan melalui serangan balik.
Namun, Sporting kesulitan memanfaatkan peluang. Padahal, Kjetil juga mengakui performa Bodo/Glimt sempat menurun pada babak kedua. Mereka juga sempat kewalahan mengatasi tekanan Sporting.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/12/fc3bfef77d5150454ccd80db27320f3e-_5.jpg)
Kemenangan atas Sporting melanjutkan keajaiban tim debutan Liga Champions ini. Bodo/Glimt sudah mengawalinya dengan menaklukkan tim-tim besar, seperti Manchester City dan Atletico Madrid, untuk melaju dari fase liga. Mereka lalu mengalahkan Inter Milan di kandang dan tandang pada babak play-off.
Patrick Berg dan kawan-kawan membuka peluang melaju ke babak perempat final. Pada laga kedua pekan depan, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, mereka hanya membutuhkan hasil imbang atau kalah dengan selisih maksimal dua gol untuk memastikan sejarah baru lolos ke babak delapan besar kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Sementara itu, Sporting membutuhkan comeback di kandang dengan wajib menang minimal selisih empat gol. Syarat itu wajib dipenuhi Sporting jika ingin mencapai perempat final pertama kalinya sejak 1983 setelah mengamankan posisi ketujuh yang mengejutkan di fase liga untuk secara otomatis lolos ke babak 16 besar.
”(Di laga kedua), kami hanya perlu melanjutkan cara kami bertahan sebagai tim dan menyerang sebagai tim. Saya pikir kami juga bisa menyulitkan mereka di sana,” tutur Sondre Brunstad Fet.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/12/ab1f1d4d3ecf85ce5fc375eacaf9ecb9-_3.jpg)
Kapten klub Patrick Berg pernah mengatakan, mendapatkan pengalaman untuk bermain di level tertinggi di Benua Biru mengubah banyak hal dari pemain. Pengalaman itu surealis, terasa tidak nyata.
Apalagi, Bodo/Glimt ”hanya” tim kecil yang berasal dari kota kecil Norwegia, Bodo. Kota ini berada di dekat Lingkaran Arktik, rumah bagi sekitar 40.000 orang.
Namun, dengan peluang untuk melangkah lebih jauh di level tertinggi itu tetap terjaga, Patrick Berg dan tim bisa terus melanjutkan apa yang merasa rasakan setiap hari. ”Kami merasa seperti sedang hidup dalam mimpi,” kata Berg.
Sementara itu, bek Sporting Ivan Fresneda menilai Bodo/Glimt memang layak untuk menang. Namun, Fresneda juga tak mau menyerah begitu saja. Ia percaya diri, laga kedua adalah miliknya dan tim.
”Saya pikir jika ada satu tim yang bisa memenangi laga kedua ini, itu adalah tim kami. Kami adalah tim yang sangat bagus dan saya pikir di laga kedua kami akan memiliki lebih banyak peluang,” ucap Fresneda.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji