Laga MU versus Arsenal menyajikan kisah "striker yang tertukar". Sesko dan Gyokeres tidak hanya bertukar seragam, tetapi juga mengubah identitas tim masing-masing.
16 Agt 2025 16:52 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Realitas absurd tersaji dalam laga pekan pembuka Liga Inggris antara Manchester United dan Arsenal. Seragam penyerang kedua tim itu, Benjamin Sesko dan Viktor Gyokeres, seolah tertukar jika berkaca dari rencana transfer ideal masing-masing.
Manajer Arsenal Mikel Arteta sudah mengincar Sesko sejak musim panas lalu. Sementara itu, Pelatih MU Ruben Amorim sempat berniat menjalani reuni dengan mantan anak asuhnya di Sporting CP, yaitu Gyokeres. Namun, takdir berkata lain setelah badai drama di jendela transfer musim panas ini.
Di kandang MU, Stadion Old Trafford, Minggu (17/8/2025) pukul 22.30 WIB, Gyokeres akan datang dengan seragam Arsenal. Dia menantang sang mantan pelatih dalam debut resmi bersama ”Si Meriam”. Di sisi lain, Arteta justru harus memikirkan cara untuk menghentikan striker idamannya.
Gyokeres dan Sesko merupakan sorotan utama dalam laga klasik antara tim dan sejarah rivalitas sengit tersebut. Tidak hanya karena bertukar nasib, tetapi mereka juga dibebani ekspektasi tinggi untuk mengubah garis takdir tim masing-masing.
Arsenal, setelah menjadi runner-up liga tiga musim beruntun akhirnya punya penyerang tengah kelas dunia. Gyokeres membawa status mesin gol terpanas se-Eropa dalam dua musim terakhir. ”Betapa bahagianya kami bisa mendapatkannya. Dia akan berpengaruh luar biasa untuk tim,” kata Arteta.
Saya pikir dia memiliki potensi hebat untuk apa pun yang dilakukan. Dia bisa bermain dalam berbagai skema.
MU tidak perlu lagi menjadikan posisi striker sebagai ”kambing hitam” keterpurukan, seperti yang dilakukan terhadap Rasmus Hojlund di musim lalu. Mereka kini memiliki Sesko yang datang dari RB Leipzig dengan status sebagai salah satu penyerang muda paling potensial di Eropa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/16/d34592b5f15955a4eb7005a6fda12660-Britain_Soccer_Emirates_Cup_131761741.jpg)
”Saya pikir dia memiliki potensi hebat untuk apa pun yang dilakukan. Dia bisa bermain dalam berbagai skema. Tentu dia butuh waktu untuk merasakan Liga Inggris yang sangat agresif, tetapi saya percaya potensinya. Ben akan menjadi penyerang MU untuk waktu yang lama,” ujar Amorim.
Hal paling menarik dari kisah ”striker yang tertukar” itu adalah perubahan rencana masing-masing pelatih. Amorim dan Arteta dipaksa untuk menyesuaikan taktik, terutama dalam skema serangan. Adapun Gyokeres dan Sesko merupakan tipe penyerang yang berbeda.
Bukan tanpa alasan Arteta mengidamkan Sesko selama setahun terakhir. Striker setinggi 195 sentimeter dengan kemampuan lompatan eksplosif sangat cocok untuk Arsenal. ”Si Meriam” membutuhkan sosok menjulang di kotak penalti untuk memanfaatkan umpan silang dan bola mati.
Berbeda dengan Gyokeres. Pemain 27 tahun itu dikenal sebagai spesialis dalam situasi transisi serangan balik. Dengan tubuh kekar dan lari kencang, dia sering menghukum lawan dalam situasi lawan satu. Itu sangat cocok dengan ide Amorim di MU yang sangat mengutamakan serangan cepat.
Alhasil, Arsenal dan MU dipaksa untuk memperbarui dimensi serangan. Arsenal sudah memperlihatkan skema ofensif lebih lugas dengan umpan-umpan verikal selama pramusim. Biasanya, mereka cenderung bertele-tele ketika menguasai bola dengan pola yang dijuluki seperti ”tapal kuda”.
Kedatangan Sesko agak terlambat. Dia belum terlibat dalam laga pramusim bersama ”Setan Merah”. Meskipun begitu, Amorim pasti akan memanfaatkan keunggulan fisik sang striker 22 tahun dalam duel udara. Sesko berhasil mencetak delapan gol sundulan dalam dua musim terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/16/f0c8fdcea05fa91e624686eea7d1b340-Britain_Soccer_Manchester_United_131757000.jpg)
Di musim pertama Amorim bersama Setan Merah, musim lalu, MU tidak banyak mengandalkan duel udara di kotak penalti lawan. Hal itu bisa terlihat dalam data FBref. Jumlah umpan silang mereka masuk dalam daftar 10 tim terendah di liga, hanya 630 kali. Adapun Arsenal mencapai 766 kali.
Perubahan sistem ofensif itu tidak direncanakan sebelumnya oleh kedua tim, tetapi bisa berpengaruh positif. Kisah sukses pernah dijalani Manchester City saat kedatangan Erling Haaland. City semakin sukses walaupun tipe ujung tombak berganti dari ”penyerang palsu” jadi ”penyerang murni”.
Adaptasi akan menjadi catatan utama dalam penampilan debut Gyokeres dan Sesko. Gyokeres baru dua kali menjadi starter selama pramusim karena baru bergabung ke Arsenal pada akhir Juli. Sementara itu, laga terakhir Sesko adalah ketika masih membela Leipzig pada akhir musim lalu.
Terlepas dari keterbatasan persiapan Sesko yang baru diresmikan pekan lalu, Amorim tidak khawatir untuk memainkan sang bintang muda sejak awal laga. ”Kami tidak punya banyak waktu, tetapi dia sudah siap. Pertama dan terpenting, dia siap secara fisik. Itu hal terpenting di liga ini,” kata Amorim.
Selain di posisi ujung tombak, Old Trafford juga akan menjadi ”kontes kecantikan” bagi para pemain baru lain dari kedua tim. MU memiliki dua penyerang lain, yaitu Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Arsenal punya gelandang tim nasional Spanyol, Martin Zubimendi.
Duel tersebut pun menarik dinanti. Seperti diketahui, Amorim selalu bisa menyulitkan tim asuhan Arteta pada musim lalu walaupun berstatus ”kuda hitam”. Perubahan skema kedua tim bisa semakin menguntungkan tim tuan rumah atau justru sebaliknya. Semua serba abu-abu.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji Dewabrata