Tiga musim beruntun pencetak gol terbanyak Liga Indonesia berasal dari Brasil. Super League 2025-2026 berpeluang besar masih didominasi penyerang ”Samba”.
30 Jul 2025 11:00 WIB · Olahraga
Dominasi pemain asing asal Brasil berbanding lurus dengan kemampuan mereka mengunci gelar individu paling bergengsi di Liga 1 Indonesia. Trofi sepatu emas alias pencetak gol terbanyak selalu diberikan kepada ujung tombak asal ”Negeri Samba” dalam tiga musim terakhir.
Dalam tiga musim berturut-turut, tiga penyerang asal Brasil silih berganti memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Dominasi itu dimulai oleh Matheus Pato ketika membela Borneo FC pada musim 2022-2023. Ia mencetak 25 gol.
Kala itu, Pato mengukuhkan diri sebagai pemain Brasil pertama yang meraih sepatu emas di era Liga 1 Indonesia. Dalam sejarah liga profesional Indonesia yang terhitung sejak penyatuan Galatama dan Perserikatan sejak 1994-1995, Pato merupakan pemain Brasil kedua yang menyandang gelar top skor. Ia menyamai catatan Jacksen F Tiago.
Jacksen mengukuhkan dirinya sebagai pemain Brasil pertama yang memimpin daftar gol di Indonesia pada kampanye kompetisi 1996-1997. Koleksi 26 gol untuk Persebaya Surabaya merupakan capaian Jacksen.
Setelah Pato, David da Silva menyempurnakan gelar juara Persib di musim 2023-2024 dengan gelar pencetak gol terbanyak. Penyerang bertubuh gempal itu menyumbang 30 gol yang menjadi salah satu penentu ”Maung Bandung” mengoleksi gelar Liga Indonesia ketiga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/07/08/b5605aa3-dbc8-4d4e-8dd5-d356502fa609_jpeg.jpeg)
Pada musim lalu, Alex Martins dari Dewa United melanjutkan estafet supremasi penyerang Brasil. Berkat torehan 26 gol, Martins diberikan trofi sepatu emas nan bergengsi.
Tak ayal, Martins masih menjadi pemain yang paling dijagokan untuk bisa memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di Super League 2025-2025. Masih membela Dewa merupakan bekal penting bagi Martins untuk mempertahankan kesuburannya.
Selain dia membela tim yang sama, Pelatih Dewa Jan Olde Riekerink juga terbukti masih mengandalkan Martins sebagai sumber gol utama. Riekerink justru memperkuat lini serang Dewa dengan pemain-pemain yang bisa menunjang ketajaman penyerang berusia 32 tahun itu.
Kehadiran tiga pemain depan pelayan, seperti Privat Mbarga, Stefano Lilipaly, dan Rafael Struick, bakal mempermudah kinerja Martins sebagai poacher. Di luar tiga nama itu, Martins juga masih ditopang duo rekannya musim lalu, yakni Egy Maulana Vikri dan Taisei Marukawa.
Sementara itu, Da Silva berpisah dengan Persib. Kondisi kebugaran yang menurun selama musim lalu menyebabkan Da Silva masuk dalam daftar pemain yang terlempar dari skuad Maung Bandung. Ia menutup lembar kisah dengan Persib melalui 74 gol dalam 118 gim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/d2743e8aec485ac04a0dbb2399331b2b-antarafoto_dewa_united_lawan_bali_united_1732438057.jpg)
Da Silva sudah siap memulai petualangan baru bersama Malut United. Di tim penghuni peringkat ketiga musim lalu itu, Da Silva juga dikeliling pemain-pemain berkualitas yang sudah mengenalnya. Sebut saja dua eks Persib, Ciro Alves dan Tyronne del Pino, yang punya peran besar untuk gelar juara Persib musim lalu.
Penyerang berumur 35 tahun itu juga akan mendapat layanan umpan-umpan matang dari duo Sayuri, Yakob dan Yance. Dua pemain kembar itu tak diragukan lagi adalah pemain sayap serba bisa terbaik Indonesia saat ini.
”Saya bertekad meraih kesuksesan bersama Malut United. Kebersamaan seluruh elemen tim adalah kunci kami untuk mengejar gelar juara,” tutur Da Silva dalam keterangan resmi.
Ketika Martins dan Da Silva masih akan bersaing di Indonesia, Pato melanjutkan karier di Liga Thailand bersama Port FC.
Ketajaman penyerang tengah asal Brasil di Liga Indonesia ibarat anomali. Di level elite, Brasil justru tengah paceklik kehadiran pemain nomor sembilan tajam.
Persaingan antarpenyerang Brasil guna memuncaki daftar pencetak gol terbanyak berpotensi tetap terjadi. Selain Martins dan Da Silva, duta Brasil masih diwakili pula oleh bomber andalan Persija Jakarta, Gustavo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/fef54b49fa417be00906cb4cc95545d8-FAK_9162.jpg)
Dalam dua musim berkarier di Indonesia, Gustavo konsisten mencetak dobel digit gol. Sebanyak 16 gol dihasilkan pada musim 2023-2024, kemudian 18 gol disumbangkan untuk ”Macan Kemayoran” pada 2024-2025.
Dua penyerang debutan asal Brasil juga bakal meramaikan persaingan trofi sepatu emas. Mereka adalah Alex Tanque milik PSM Makassar. Ada pula Ramon Tanque yang menjadi andalan anyar lini serang Persib.
Keduanya bermodal ketajaman apik di klub dan liga sebelumnya. Koleksi 16 gol dihasilkan Alex untuk Marsaxlokk di Liga Malta edisi 2024-2025. Kemudian, Ramon datang dengan predikat pencetak gol terbanyak Liga Kamboja musim lalu. Ia menyumbang 21 gol untuk Visakha.
Adakah pemain non-Brasil yang mampu runtuhkan dominasi itu di BRI Super League 2025-2026?
Tentu, ada sejumlah penyerang tak berpaspor Brasil yang memiliki kualitas individu mumpuni untuk bersaing di daftar pencetak gol terbanyak. Salah satunya Nermin Haljeta, penyerang andalan baru tim promosi PSIM Yogyakarta.
Koleksi 12 gol untuk PSM pada Liga 1 musim lalu sempat menjadikan Haljeta sebagai idola baru bagi pencinta ”Juku Eja”. Ketajaman pemain asal Slovenia itu juga menjadi alasan PSM bisa menembus semifinal Kejuaraan Klub ASEAN. Ia menghasilkan empat gol dari enam gim di kancah internasional.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/21/1a065e19-e7be-4964-9069-4f840f0b4610_jpg.jpg)
Boris Kopitovic, penyerang Bali United asal Montenegro, juga berpeluang mengakhiri dominasi penyerang Brasil. Datang pada paruh kedua musim lalu, ia hasilkan enam gol dari 15 penampilan bersama ”Serdadu Tidatu”.
Di luar dua pemain itu terdapat lima penyerang debutan yang berpotensi besar memberikan warna baru di Super League Indonesia. Dua penyerang itu milik tim promosi Bhayangkara Presisi Lampung FC, yaitu Shayder Borgelin dan Andres Nieto.
Borgelin berpaspor Haiti yang datang dengan koleksi delapan gol untuk Vendsyssel FF di kompetisi domestik Denmark 2024-2025. Sementara Nieto adalah andalan gol Phnom Penh Crown.
Nieto kelahiran Kolombia, tetapi sudah berpaspor Kamboja. Ia bersama Ramon Tanque berbagi trofi sepatu emas di Liga Kamboja musim lalu.
Persik Kediri juga mendatangkan penyerang tajam bernama Sylvain Atieda asal Perancis. Ia menghasilkan 27 gol dari 42 laga bersama FC Rodange 91 di Liga Luksemburg dua musim terakhir.
Serupa dengan Bali, Persebaya Surabaya juga mengandalkan penyerang tengah asal Montenegro. ”Bajul Ijo” mengontrak Mihailo Perovic yang menghasilkan 16 gol bersama FK Jezero di Liga Montenegro edisi 2024-2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/09/11/930a126a-2abc-4375-baa5-d27d9aed03fa_jpg.jpg)
Terdapat satu nama yang berpotensi menjadi kuda hitam dalam persaingan gelar pencetak gol terbanyak. Ia adalah Kodai Tanaka milik Persis Solo.
Penyerang asal Jepang itu datang ke Indonesia setelah menghasilkan 72 gol dari 74 laga selama tiga musim berkarier di Singapura. Dalam dua laga ekshibisi kontra Kendal Tornado dan Malut United, Tanaka telah mencetak tiga gol untuk ”Laskar Sambernyawa”.
”Di tengah budaya sepak bola Indonesia yang penuh semangat, saya akan menunjukkan diri lewat hasil, yaitu gol,” ucap Tanaka dalam pernyataan pertama ketika diperkenalkan sebagai pemain anyar Persis, 4 Juli lalu.
Di tengah kedatangan pemain-pemain depan impor berkualitas, penyerang lokal masih akan sulit bersaing. Jangankan bersaing dalam daftar top skor, bomber lokal juga bakal kesulitan mendapatkan menit bermain rutin di klub masing-masing. Dengan begitu, Boaz Solossa masih akan kekal sebagai pemain lokal terakhir peraih sepatu emas pada musim 2012-2013.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto