SEPAK BOLA

Cedera Mengancam Aksi Bintang di Piala Dunia 2026

Badai cedera menghantam satu per satu bintang sepak bola jelang Piala Dunia 2026. Tidak hanya performa timnas, absen mereka akan kurangi daya tarik turnamen.

28 Apr 2026 11:20 WIB · Olahraga

AP PHOTO

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SELASA — Pada pengujung musim kompetisi 2025-2026, satu per satu bintang lapangan hijau menutup musim lebih dini. Mereka memilih untuk menepi dan masuk ruang perawatan lebih cepat demi tujuan akbar tampil membela negara di Piala Dunia 2026.

Luka Modric menjadi pemain terkini yang sudah menutup musim debutnya bersama AC Milan. Retakan tulang zigomatik kiri di wajahnya akibat benturan dengan gelandang Juventus, Manuel Locatelli, pada laga Liga Italia pekan ke-34, Senin (27/4/2026) dini hari WIB, membuat Modric diganti pada menit ke-80.

Meskipun masih bisa duduk di bangku cadangan hingga peluit akhir, Modric harus menjalani operasi pada Senin kemarin untuk membenahi tulang zigomatik. Bagian tulang itu berfungsi untuk melindungi rongga mata dan melapisi otot wajah.

”Luka Modric sudah menjalani operasi untuk mengobati fraktur kompleks pada tulang zigomatik kiri. Operasi dilakukan oleh tim dr Luca Autelitano di Klinik La Madonnina, Milan. Klub berharap Luka cepat sembuh jelang Piala Dunia,” ungkap pernyataan resmi Milan di laman klub, Selasa (28/4/2026) dini hari WIB.

Ikhtiar yang dilakukan Milan membuka peluang gelandang veteran berusia 40 tahun itu berpartisipasi di Piala Dunia kelimanya. Modric membuktikan bersama Milan bahwa usia hanya angka. Catatan 36 penampilan dengan sumbangan dua gol dan tiga asis adalah sajian mutu kapten tim nasional Kroasia itu.

Selain Modric, Pelatih Kroasia Zlatko Dalic masih harap-harap cemas karena cedera yang diderita bek andalan, Josko Gvardiol. Pemain Manchester City sudah menepi sejak pertengahan April karena masalah lutut.

Pemain AC Milan Luka Modric meninggalkan lapangan karena cedera saat melawan Juventus pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, 26 April 2026. Modric harus menjalani operasi karena cedera itu.

Ambisi final ketiga

Kylian Mbappe juga berpeluang tidak bisa lagi memberikan kontribusinya untuk Real Madrid pada lima pertandingan tersisa Liga Spanyol. Cedera otot paha kiri menyebabkan Mbappe tidak bermain penuh ketika jumpa Real Betis pada akhir pekan lalu.

Itu adalah masalah cedera ketiga yang dialami kapten timnas Perancis itu selama musim ini. Sebelumnya, Mbappe harus menepi sekitar 30 hari akibat masalah lutut pada dua periode berbeda. Ia absen pada dua laga Real pada Januari lalu, kemudian disusul harus mengalami perawatan pada Februari-Maret sehingga tidak bermain di lima laga ”Los Blancos”.

Peran Mbappe tentu tidak tergantikan oleh Pelatih Perancis Didier Deschamps. Setelah kehilangan Hugo Ekitike (Liverpool) yang menderita cedera robekan tendon achilles, Deschamps tentu tidak ingin kehilangan satu penyerang lainnya.

Apalagi, Mbappe memiliki ambisi untuk menjadi pemain keempat yang tampil di tiga final Piala Dunia. Catatan itu dipegang oleh duo Brasil, Cafu dan Ronaldo, serta dua legenda Jerman, Lothar Matthaeus dan Pierre Littbarski.

Sebelum Mbappe, Real sudah lebih dulu kehilangan gelandang kreatif, Arda Guler, yang menderita cedera hamstring. Istirahat dibutuhkan Guler demi bisa tampil pada Piala Dunia perdananya bersama timnas Turki.

Brasil juga tengah dalam kondisi tidak ideal karena bek tengah, Eder Militao, juga sudah tidak bisa melanjutkan masa bakti di Los Blancos pada musim ini. Kondisi itu menyebabkan kedalaman lini belakang ”Selecao” terancam.

TOPSHOT - Rayo Vallecano's French defender #24 Florian Lejeune (R) and Real Madrid's French forward #10 Kylian Mbappe fight for the ball during the Spanish league football match between Real Madrid CF and Rayo Vallecano at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on February 1, 2026. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti berharap daftar cedera tidak bertambah. Ia telah dipastikan tidak bisa menggunakan jasa Rodrygo Goes yang menderita cedera robekan ligamen krusiat achilles (ACL) sehingga menutup musim lebih dini bersama Real.

Dua penyerang sayap lainnya, Raphinha (Barcelona) dan Estevao (Chelsea), pun tengah dikejar waktu untuk menyembuhkan cedera otot mereka.

Ikon timnas

Dua ikon timnas peserta Piala Dunia juga tengah berada dalam kondisi cedera. Mereka adalah Lamine Yamal milik Spanyol dan Mohamed Salah yang menjadi ikon Mesir.

Yamal dan Salah memiliki kendala hamstring yang serupa. Tanpa Yamal, Barcelona tidak terpengaruh dalam proses persaingan menuju gelar Liga Spanyol. ”Blaugrana” hanya butuh tambahan lima poin dari lima pertandingan tersisa.

”Lamine mengikuti rencana perawatan intensif. Dia tidak akan memainkan sisa musim dan diharapkan tersedia untuk Piala Dunia,” pernyataan Barca.

Barcelona's Lamine Yamal, centre, and Barcelona's Xavi Espart, left, celebrate after the Spanish La Liga soccer match between Barcelona and Espanyol in Barcelona, Spain, Saturday, April 11, 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Salah juga berpacu dengan waktu untuk menyembuhkan nyeri hamstring di paha kirinya. Kondisi itu menyebabkan Salah harus istirahat optimal di tengah persiapan tampil di Piala Dunia kedua sejak Rusia 2018.

Bagi Mesir, Salah adalah pemimpin dan pemain paling penting. Direktur Timnas Mesir Ibrahim Hassan mengungkapkan cedera Salah disebabkan ada robekan di otot hamstringnya. Hassan menyebut Salah harus menepi selama empat pekan.

”Staf teknis timnas Mesir akan memonitor perkembangan kondisi Salah. Insya Allah, dia akan tampil di Piala Dunia dengan kondisi normal,” ujar Hassan.

Selain timnas masing-masing, harapan untuk para pemain andalan itu tampil juga hadir dari sponsor mereka, salah satunya jenama aparel olahraga yang mendukung mereka. Yamal dan Salah, misalnya, adalah wajah utama bagi produk terkini Adidas bersama Lionel Messi, kapten Argentina.

Mbappe adalah sosok utama bagi pemasaran Nike. Peran Mbappe untuk Nike sudah sejajar dengan Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Erling Haaland (Norwegia). (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan